Headlines News :

Sejumlah Lurah di Jakut Dilaporkan Warga & LSM

Jakarta-Kurang dari satu bulan sejumlah Lurah di Kota Adm Jakarta Utara banyak di laporkan warganya. Ironisnya laporan terkait dengan peremajaan RT maupun RW. Padahal siklus peremajaan RT dan RW sesuatu yang rutin dilakukan dan diharapkan semua dapat berjalan secara normatif.

Namun pada kenyataanya banyak terjadi permasalah secara teknis baik sebelum maupun sesudah peremajaan organisasi binaan pemerintah yaitu RT maupun RW, yang berdampak hubungan sosial masyarakat. Hal ini mengundang pertanyaan di kalangan masyarakat atas pembinaan oleh Pemkot Jakarta Utara.

"Menurut saya Pemerintah Kota Jakarta Utara yang di pimpin oleh Bapak Husein Murad, penilaian saya telah gagal melakukan pembinaan kepada anak buahnya, para lurah itu. Kalau ada lurah di laporkan warga, pemerintah Kota dan DKI juga harus bertanggungjawab," kata Ruben Sitorus, Ketua DPD Prov DKI Jakarta Lembaga Sosial Masyarakat Garda Pemuda Peduli Pembangunan dan Ekonomi Rakyat (LSM Garda P3ER), Kamis, 16/11/2017.

Pertimbangannya, kata dia, tidak ada satupun lurah di Jakarta Utara yang ditugaskan menjadi pamong di tengah masyarakat tanpa restu dari Walikota maupun Gubernur. Untuk memposisikan lurah terjun di masyarakat tentunya dengan pertimbangan selain itu pembinaan dan pengawasan juga terus melekat.

"Hampir setiap waktu lurah maupun camat rapat di walikota Jakarta Utara, untuk apa? contoh saja acara sosialisasi pergub maupun perda DKI, pembinaan, monitoring dan evaluasi kinerja. Kerja untuk siapa? ya melayani masyarakat dengan baik. Itu yang saya tahu dalam hal ini, otomatis walikota melekat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anak buahnya itu," ulasnya.

Selain itu, dikatakannya, APBD yang terkuras yang sebenarnya di tujukan pada peningkatan SDM Aparatur Sipil Nasional (ASN/PNS) melalui kegiatan rapat, sosialisasi dan Tunjangan Kerja Daerah (TKD) menjadi tidak efektif. Ujung-ujungnya, kata Ruben, masyarakat yang dirugikan sudah bayar pajak untuk menggaji mereka tapi masih juga di kecewakan.

"Saya tidak tahu persis bagaimana cara walikota membina para lurahnya. Apakah sebatas seremonial saja atau sebatas menghimbau atau juga perintah dan arahan kepada lurah untuk melayani masyarakat dengan baik, dan baik-baik. Atau mungkin karakter lurahnya yang datang, absen, dapat snak, manggut-manggut sudah seperti itu," kritik dia, kepada wartawan, di satu tempat di Koja, Jakarta Utara.

Bagaimanapun, analisis Ruben, salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah kelurahan yang membawa efek domino pada kelangsungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan Pemprov DKI Jakarta adalah meminimalisir pengaduan masyarakat.
"Bukan berarti tidak ada masalah di tengah masyarakat. Tetapi dengan bekal lurah yang memadai, yang membawa amanat tugas dinas dari walikota dan gubernur seharusnya mampu mengatasi setiap masalah kemasyarakatan sehingga tidak sampai meluas. Lurah harus pandai, mengetahui pokok masalah, mengetahui pergub, perda dan UU dan termasuk mengambil hati masyarakat. Jangan tembang pilih, jangan intervensi untuk kepentingan kelompok. Kalau itu dilakukan imbasnya pada citra pembina mereka yaitu walikota dan gubernur," pungkasnya.

Sebelumnya, catatan situs ini sejumlah lurah yang di laporkan warganya dan menjadi konsumsi publik antara lain Lurah Pluit terkait peremajaan RW 17 pada (15/11/2017), Lurah Penjaringan terkait peremajaan RW 4 pada (27/10/2017) dan Lurah Papanggo terkait peremajaan RT 13 RW 08 pada (31/10/2017).

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara Husein Murad saat diminta tanggapannya melalui sambungan whatsapp membantah penilaian tersebut. Menurutnya, itu tidak jelas harus jelas tolak ukurnya.
"Gak begitulah, kata siapa?" jawab Husein, Kamis malam (16/11/2017).
"Yang adukan siapa lalu masalahnya apa. Yang aduin siapa, kata siapa, harus jelas tolak ukurnya, jangan opini-opini tolak ukurnya apa. Gak jelas kalau beritanya seperti itu. Itu jawabannya.

Orang nomor satu di Jakarta Utara itu mengaku saat di konfirmasi sedang melaksanakan rapat dengan gubernur DKI Jakarta, dan akan dilanjutkan untuk mendapatkan arahan gubernur setelah jeda sholat Magrib.
"Kamu tahu gak kalau lurah sekarang ini saya kumpulkan di walikota sementara, saya lagi arahan gubernur, mau saya sampaikan apa yang diarahkan gubernur mau sampaikan malam ini juga ke lurah, kami tahu gak" tanya Husein.

Ia mengaskan penilaian tersebut harus mengacu pada banyak orang dan sejumlah lembaga resmi seperti dewan (dewan kota). "Jangan tanya hanya satu dua orang (lalu ditulis). Tanya masyarakat banyak, tanya lembaga - lembaga resmi ada banyak dewan. Ada 1,7 juta penduduk di Jakarta Utara ada dewan(Kota-nya) ada DPRD," tandas Husein mengakhiri tanggapannya seraya melanjutkan rapat arahan Gubernur. Met

BPN Jakut Kerap di Demo Hingga Resahkan Pemohon

JAKARTA - Lantaran Sering di demo akan berdampak buruk pada pelayanan terhadap pemohon atau masyarakat yang akan mengurus surat pertanahan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara.

Hal ini di sebabkan akibat akses keluar masuk (Pintu Gerbang) Kantor BPN Jakarta Utara selalu tertutup rapat untuk keamanan Gedung oleh para pengunjuk rasa. Sehingga kendaraan masyarakt pun susah untuk keluar masuk BPN Jakarta Utara.

“Terus terang saya sendiri memilih pulang ketika ada demo di Kantor BPN pada Jum’at 10 November 2017 lalu. Karena kendaraan susah parkir dan sekarang pun saya tidak jadi ke Kantor BPN karena ada informasi akan ada demo lagi. Nanti kalau memaksakan masuk malah ngak bisa keluar kendaraan saya,”terang Siregar (40) salah seorang warga yang ingin berkonsultasi di Kantor BPN Jakut, Senin (13/11/2017).

Siregar berharap agar Kepala Kantor BPN Jakarta Utara (Kasten Situmorang) dapat menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab terjadinya unjuk rasa sehingga pelayanan di Kantor BPN Jakarta Utara dapat kembali normal.

Selain mengganggu pelayanan, akibat demo di Kantor BPN Jakarta Utara sering terjadi kemacetan panjang lantaran para pengguna jalan berhenti hanya untuk sekedar ingin melihat demo tersebut.

Dari pantauan wartawan dilokasi pada Senin, 13 November 2017 tampak puluhan personil dari Polsek Koja berjaga-jaga hingga sore hari. Namun para pengunjuk rasa tampaknya membatalkan demo tersebut.

Sebelumnya masa dari Pusat Pertahanan Ideologi Syarekat Islam (PERISAI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan mengelar aksi damai di depan Gedung Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara pada 10 November 2017 lalu.

Masa mempertanyakan pengeluaran sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk reklamasi pulau D oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara pada tanggal 24 Agustus 2017 lalu yang terkesan kilat dan tak sesuai prosedur.

Pada hari itu perwakilan masa di persilahkan masuk menemui Kepala Kantor BPN Jakarta Utara oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor BPN Jakarta Utara.Elly Tarigan.  Ironisnya Kapolsek Koja Supriyanto yang saat menjaga melakukan pengawalan demo justru di lewati oleh Kabag TU BPN Jakarta Utara. Padahal seharusnya yang menjadi mediator seharusnya adalah Kapolsek Koja.

Dari hasil pertemuan dengan Kepala Kantor BPN Jakarta Utara Kasten Situmorang, tampaknya para pengunjuk rasa tidak puas atas jawaban yang di berikan Kepala Kantor BPN Jakarta Utara.

“Menurut Kepala Kantor BPN Jakarta Utara pihaknya tidak melanggar peraturan karena pemberian HGB tersebut sudah sesuai prosedur. Ini sudah jelas Kasten Situmorang mengada-ngada,”beber Fadli Ketua HMI Bidang Lingkungan Hidup Cabang Jakarta Pusat saat itu. ( met )

Ajang Adu Kreativitas Di Festival Pelajar Jakut 2017

Festival Seni dan Hasta Karya Pelajar 2017 dilaksanakan di Jakarta Utara. Festival  yang pertama kali di gelar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 289 Jakarta Utara itu di ikuti oleh seluruh SMPN yang ada di lingkup Suku pendidikan II Jakarta Utara.

Acara yang di gagas oleh Sekolahclik.com dan bekerja sama dengan para Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN ini menyuguhkan berbagai pertunjukan yang diantaranya Pertunjukan seni tari, Pencak Silat hingga palang pintu penyambutan tamu khas Betawi. Selain itu Karya-karya siswa pun ikut meramaikan stand-stand yang berjejer di area Sekolah SMPN 289 Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan ajang kreatifitas pelajar dan untuk mempererat tali persahabatan antar pelajar,”terang Robian selaku penggagas Festival tersebut.

Menurut Robian, dengan seringnya diadakan kegiatan seperti festival ini, diharapkan dapat menghilangkan budaya tawuran yang saat ini menjadi momok menakutkan di dunia pendidikan.

“Saya yakin dengan sering bertemunya antar pelajar seperti ini, lambat laun kebiasaan tawuran antar pelajar akan hilang dengan sendirinya,”ujar bos Sekolahclik.com di SMPN 289 Jakarta, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (11/11/2017).

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara Momon Sulaiman menuturkan, ide yang di gagas oleh Sekolahclik ini sangat positif untuk para pelajar. 

“Festival ini juga sebagai cikal bakal untuk maju ketingkat yang lebih tinggi, karena Festival seperti sekarang ini ada juga di tingkat Provinsi DKI Jakarta,”ujarnya.

Menurutnya, Festival Seni dan Hasta Karya ini dapat menyalurkan bakat seni dan bakat wira usaha para pelajar. Bahkan Momon berencana kegiatan serupa akan di selenggarakan kembali dan tidak hanya melibatkan sekolah Negeri. Namun sekolah swasta yang ada dilingkup Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara pun akan diikut sertakan.

Sedangkan Kepala Sekolah SMPN 289 Jakarta Utara Yusuf Korwa mengatakan, pihaknya hanya sebatas menyediakan tempat. Namun untuk kegiatan yang terselenggara dengan sukses tersebut murni dilaksanakan oleh OSIS SMPN Pendidikan Wilayah II Jakarra Utara.

“Kami selaku Kepala Sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan cikal bakal siswa jika nanti di wakilkan dalam duta festival ke tingkat Provinsi DKI Jakarta, para pelajar SMPN sudah ada bekal,”tuturnya.

Rasa Bangga tak hanya dirasakan oleh Momon Sulaiman dan Yusuf Korwa. Purnomo Camat Cilincing pun ikut bangga dengan adanya event yang di selenggarakan oleh Sekolahclik dan para Osis.

Tampak hadir dalam Festival Seni dan Hasta Karya Pelajar 2017 tersebut antara lain Kasie Kesra Erwin, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara Momon Sulaiman, Camat Cilincing Purnomo dan para Kepala Sekolah di Lingkup Sudin Pendidikan II Jakarta Utara serta Chaerulsyah Hasibuan Ketua Keluarga Besar Wartawan Jakarta Utara. ( met )

Kadis LH targetkan di setiap RW memiliki Bank Sampah

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus menggalakkan program bank sampah. Dengan hadirnya bank sampah tersebut dapat mengurangi volume sampah yang ada di DKI Jakarta serta menambah perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Aji mengatakan, bank sampah merupakan bagian dari mengedukasi warga untuk perduli terhadap sampah. “Sampahku tanggung jawabku. Jadi tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan,”ujar Isnawa usai meresmikan bank sampah induk Sanora yang terletak di Komplek Kebersihan, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (29/10/2017).

Isnawa menargetkan 2700 RW yang ada di Jakarta termasuk di Jakarta Utara minimal satu RW memiliki satu bank sampah. Menurut Isnawa dengan adanya bang sampah dapat meminimalisir volume sampah. “Seperti yang di sampaikan pak Walikota Jakarta Utara, Husein Murad, jumlah volume sampah di Jakarta Utara mencapai 980 ton perhari. Jadi kalau semua RW mempunyai bank sampah dapat meminimalisir dari 980 ton bisa tereduksi 300an ton sampah dan sisanya dapat dibuang ke Bantar Gebang,”jelasnya.

Ia menambahkan selain dapat meminimalisir volume sampah, bank sampah juga dapat menambah nilai ekonomi warga. “Daripada nganggur, warga dapat belajar memilah sampah. Buktinya bank sampah sanora yang dulunya belum berbuat apa-apa, sekarang sudah mulai bergerak. Beberapa tahun terkhir didukung oleh PT Astra International sudah mulai ada perubahan. Bahkan di Jakarta Barat bank sampah induk total uang nasabahnya mencapai 700 juta rupiah. Ini artinya kita dapat memanfaatkan sampah di daur ulang,”terang Kadis Lingkungan Hidup.

Dengan banyaknya bank sampah kata Isnawa, Ia berharap indikator baik untuk nilai tambah Adipura. “Jadi kalau ada wilyah dengan baik mengelola bank sampah dan mengajak warganya peduli dengan 3R (Reuse, Reduce dan Recykle) itu nilai postif bagi kota yang punya predikat adipura,”pungkasnya. ( met )

Walikota Jakut canangkan gerakan menanam pohon

jAKARTA - sebanyak 600 petugas gabungan yang terdiri dari Koramil, Mitra jaya, Polsek Koja, Pokdar, Tim medis Puskesmas Kecamatan Koja, UPK Badan Air, PPSu se Kecamatan Koja, Satpol PP, Satpel Kebersihan Kecamatan Koja, Satpel Kehutanan, Sektor Damkar, Satpel Perhubungan, Satpel Sumber Daya Air, Satpel Bina Marga, Tagana, Kelompok Siaga Bencana, PSM, FKDM, ormas kepemudaan, KNPI, Karang Taruna dan Pramuka mengikuti apel bersama kesiapsiagaan penanggulangan banjir, di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara,  Minggu (29/10).


Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Jakarta Utara Husein Murad yang langsung bertindak sebagai pembina apel serta didampingi Wakil Walikota Junaedi, Sekretaris Kota Desi Putra serta pejabat Jakarta Utara.

“Ada sekitar 600 petugas gabungan yang mengikuti apel ini. Selain untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang diisi dengan kegiatan menanam pohon serta simulasi penanggulangan bencana,”ujar Walikota.

Berkaitan dengan gerakan menanam pohon, diterangkan Walikota, adalah suatu gerakan yang telah diikuti oleh seluruh kompenen baik pemerintah, lembaga-lembaga masyarakat, masyarakat dan juga dunia usaha.

“Gerakan tanam pohon di Jakarta Utara sejak dicanangkan pada 17 Agustus lalu oleh saya, saat ini pohon yang telah tertanam sebanyak 16 ribu pohon. Pada hari ini juga, dilaksanakan penanaman pohon sebanyak 232 pohon dimana pohon tersebut akan di tanam di wilayah Kecamatan Koja,”kata Walikota.

Walikota dalam kesempatan itu juga mengajak semua pihak untuk terus melakukan penanaman pohon ditempat-tempat yang masih bisa ditanam

“Dengan terus melakukan penananam pohon, maka suatu saat nantinya  Jakarta Utara akan hijau dan teduh serta pohon yang kita tanam itu bisa membawa manfaat baik bagi kita maupun bagi alam itu sendiri,”kata Walikota.

Sementara itu, Camat Koja, Yusuf Madjid menuturkan, lokasi pohon yang kita tanam pada hari ini yakni berada di Jalan Bhayangkara, sekitar area Pasar Koja Baru, sekitar Jakarta Internasional Container Trade (JICT) dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, sekitar Waduk Rawa Badak, serta di sepanjang Kali Betik RW 07 Kelurahan Tugu Selatan.

“Dengan banyak menaman pohon tentu banyak manfaatnya karena bisa menjadikan udara sejuk, polusi berkurang, serta menambah cadangan air tanah, bahkan hasil buah dari pohonnya itu dapat dimanfaatkan,”terang Yusuf Madjid.( met )



Jakarta - sebanyak 600 petugas gabungan yang terdiri dari Koramil, Mitra jaya, Polsek Koja, Pokdar, Tim medis Puskesmas Kecamatan Koja, UPK Badan Air, PPSu se Kecamatan Koja, Satpol PP, Satpel Kebersihan Kecamatan Koja, Satpel Kehutanan, Sektor Damkar, Satpel Perhubungan, Satpel Sumber Daya Air, Satpel Bina Marga, Tagana, Kelompok Siaga Bencana, PSM, FKDM, ormas kepemudaan, KNPI, Karang Taruna dan Pramuka mengikuti apel bersama kesiapsiagaan penanggulangan banjir, di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara,  Minggu (29/10).


Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Jakarta Utara Husein Murad yang bertindak sebagai pembina apel didampingi Wakil Walikota Junaedi, Sekretaris Kota Desi Putra serta pejabat Jakarta Utara.

“Ada sekitar 600 petugas gabungan yang mengikuti apel ini. Selain untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang diisi dengan kegiatan menanam pohon serta simulasi penanggulangan bencana,”ujar Walikota.

Berkaitan dengan gerakan menanam pohon, diterangkan Walikota, adalah suatu gerakan yang telah diikuti oleh seluruh kompenen baik pemerintah, lembaga-lembaga masyarakat, masyarakat dan juga dunia usaha.

“Gerakan tanam pohon di Jakarta Utara telah dicanangkan pada 17 Agustus lalu oleh saya, saat ini pohon yang telah tertanam sebanyak 16 ribu pohon. Pada hari ini juga, dilaksanakan penanaman pohon sebanyak 232 pohon dimana pohon tersebut akan di tanam di wilayah Kecamatan Koja,”kata Walikota.

Walikota dalam kesempatan itu juga mengajak semua pihak untuk terus melakukan penanaman pohon ditempat-tempat yang masih bisa ditanam

“Dengan terus melakukan penananam pohon, maka suatu saat nantinya  Jakarta Utara akan hijau dan teduh serta pohon yang kita tanam itu bisa membawa manfaat baik bagi kita maupun bagi alam ”kata Walikota.

Sementara itu, Camat Koja, Yusuf Madjid menuturkan, lokasi pohon yang kita tanam pada hari ini yakni berada di Jalan Bhayangkara, sekitar area Pasar Koja Baru, sekitar Jakarta Internasional Container Trade (JICT) dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, sekitar Waduk Rawa Badak, serta di sepanjang Kali Betik RW 07 Kelurahan Tugu Selatan.

“Dengan banyak menaman pohon tentu banyak manfaatnya karena bisa menjadikan udara sejuk, polusi berkurang, serta menambah cadangan air tanah, bahkan hasil buah dari pohonnya itu dapat dimanfaatkan,”terang Yusuf Madjid.( met )
 

Pengunjung Online

Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah