Headlines News :

LSM WASINDO Mendesak Polda Sultra memanggil Kapolsek Kabaena,Terkait keterlambatan penanganan kasus BRI cabang BAU-BAU.


Sultra MP - Bermula ketika adanya tindakan dari ibu rida yang melakukan tindakan pembobolan dan pengambilan paksa barang-barang yang ada didalam rumah Ecifilian salta pada kamis (18/10/2018). Atas tindakan tersebut Ecifilian salta (korban) langsung mengadukannya ke Kepolisian Sektor Kabaena dengan pasal pencurian dan pengrusakan.pada sabtu (03/11/2018).

Dalam laporannya Ecifiliana memaparkan bahwa adapun barang-barang yang diambil berupa horden, meja makan, karpet plastik, lemari, piring, lemari pakaian, ranjang besi, galon, dengan total kerugian sebesar RP 5.000.000.

Permasalahan tersebut berawal ketika seorang nasabah bernama Ecilifiani salta melakukan peminjaman uang di BANK BRI unit Kabaena Bau-Bau dan tidak mampu melunasinya sampai batas waktu yang telah ditentukan..tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya tiba-tiba Rida yang merupakan salah satu pegawai di Bank tersebut merupakan pelaku atas tindakan pencurian dan pengrusakan.

Dari hasil keterangan yang dihimpun, BRI unit Kabaena cabang Bau-Bau telah sempat mengambil langkah lelang tanpa adanya koordinasi berupa pemberitahuan ada pun surat teguran yang diberikan kepada pihak kereditur (Ecilifiani salta),dan tentunya kondisi ini sangatlah betentangan dengan peraturan yang ada.

Perlu diketahui dalam pelaksanaan lelang sebagaimana diatur dalam peraturan menteri keuangan nomor 93/PMK, 06/2010 tentang petunjuk pelaksanaan lelang,semestinya proses pelelangan dilakukan dengan dua cara yakni melalui Balai lelang atau melalui lelang penetapan pengadilan,dimana pelaksanaan lelang melalui balai lelang hanya dapat dilaksanakan jika tidak ada kemungkinan bantahan dari pemilik aset (bisa rumah atau barang),dan barang yang akan dilelang tersebut sudah dikuasahi oleh pemohon lelang (tidak perlu ada pengosongan lagi) atau dengan kata lain masuk dalam kategori lelang secara sukarela.untuk pelaksanaan lelang tersebut,pemohon lelang dapat mengajukan permohonan lelang kepada balai lelang swasta atau pemerintah.

Namun jika melalui balai lelang swasta,harus mendapat bantuan dari kantor lelang negara. jadi,balai lelang swasta tersebut hanya membantu untuk mempersiapkan dokumen dokumenya,setelah data semua lengkap,maka dimintakan jadwal lelang,dan selanjutnya dimuat pengumuman lelang disurat kabar lama selama dua kali dengan jangka waktu masing-masing lima belas hari.

Sementara itu, kalau pelaksanaan lelangnya lewat penetapan pengadilan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, yakni jaminan/barang masih dikuasai oleh pemilik jaminan/pemilik barang (dalam dikosongkan), dan terdapat perlawanan dari pihak jaminan. adapun tahapan dalam proses pelaksanaan lelang melalui pengadilan.yakni; Kreditur selaku pemohon lelang mengajukan permohonan untuk pelaksanaan sita jaminan.
Setelah keluar penetapan sita atas jaminan dilanjutkan dengan proses pengosongan atas jaminan/barang tersebut dengan perintah dari pengadilan,yang dilanjutkan dengan permohonan SKPT. Setelah SKPT keluar,maka pemohonan lelang mengajukan permohonan untuk dapat dilaksanakannya taksasi (penaksiran) yang dilaksanakan oleh pihak dari kelurahan dan dinas pekerjaan Umum (DPU) untuk menetapkan nilai atau harga wajar atas jaminan yang akan dilelang.

setelah harga yang didapatkan,maka kepala pengadilan akan mendapatkan batas harga(limit) jaminan yang akan dilelang. Setelah adanya penetapan harga limit pemohon lelang mengajukan permohonan untuk penjadwalan lelang. Setelah jadwal lelang ditetapkan,maka barulah dilaksanakan pengumuman untuk pelaksanaan lelang melalui surat akbar,proses lelang dilaksanakan.

Kami selaku LSM Wasindo, yang diketuai oleh La Ode Efendi..S.H.bersama koordinator lapangan Hervin Butur meminta agar kiranya kasus ini dituntaskan sesuai proses hukum yang berlaku dan memohon kepada polda sultra untuk memanggil pihak BRI cabang Bau-Bau unit kabaena yang terlibat untuk sekiranya dapat diberi sanksi tegas.
Agar Polda sultra juga memanggil pihak polsek kabaena, beserta otoritas jasa keuangan (OJK) sultra memanggil dan memeriksa seluruh pihak BRI cabang Bau-Bau unit kabaena yang terlibat agar sekiranya dapat direkomendasikan ke OJK untuk diberi sanksi tegas. HN,BAHAR.S

Polsek Kemaraya Kendari, Gelar Reka Adegan Kasus Pembunuhan


Kendari (Sultra) MP -- Satuan Kepolisian sektor (Polsek) Kemaraya Kota Kendari Sulawesi Tenggara melakukan rekonstruksi (Reka Adegan) pembunuhan Muh. Sulwan Manto (33), dalam aksi begal di sekitar Pantai Kendari Beach By Pass. (14/1/19)

Kapolsek Kemaraya Kota Kendari, AKP Risal mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas kasus pembunuhan yang terjadi pada  bulan November 2018 lalu, Motifnya dilatarbelakangi aksi begalnya memalak dengan meminta sejumlah uang serta meminta barang korban.

Dalam agedan tersebut, dihadirkan para pelaku utama yang berinisial D (18 thn), serta dihadirkan juga  3 orang saksi berinisial A (18 thn), R (20 thn) dan A (19 thn).

"Ada 20 adegan rekontruksi yang kita lakukan pihak kepolisian Polsek Kemaraya, disaksikan oleh isak tangis keluarga korban, mereka tak menyangka kalau kematian korban akibat pembunuhan"

Dengan adanya rekonstruksi ini sebagai upaya untuk meyakinkan jalan cerita dan kronologis kejadian dari pembunuhan korban, Muh. Sulwan Manto (33 thn) oleh pelaku D (18 thn).
Pantauan awak media, ada 20 adegan yang dilakukan D bersama saksi sebelum menikam/menusuk dengan badik/taji ayam. Awalnya pelaku bersama rekannya dari kelurahan Gunung Jati menuju pantai kendari beach jalan By Pass. Hingga mendapati korban berjalan kaki hendak pulang kerumah setelah seharian bekerja dirumah makan (RM). Tiba-tiba muncul pelaku D dan langsung memalaknya dengan meminta sejumlah uang serta barang berharga milik korban. Namun tidak mendapati yang diinginkan dari korban, pelaku langsung melakukan aksi penikaman terhadap korban pada bagian dada sebelah kiri dengan menggunakan taji ayam/badik.

"Atas peristiwa tersebut korban langsung tersungkur dan menghembuskan nafas terakhirnya saat menuju kerumah sakit".

Saat ini tersangka pembunuhan diamankan oleh pihak kepolisian Sektor Kemaraya Kota Kendari, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dijerat pasal 338 dengan pidana kurungan penjara maksimal 15 tahun. Terang Kapolsek Kemaraya Kota Kendari, AKP Risal. Herman.s


Basrin, S, Si : Memaksimalkan Pembangunan Desa Melalui DD,


Konut MP - Dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat baik sandang pangan maupun papan,  pemerintah melalui APBN maupun APBD telah menyalurkan anggaran Dana Desa (DD) ke desa desa.

Seperti halnya didesa desa lain, desa Puwanggudu juga mendapat bantuan anggaran pembangunan desa diantaranya pengadaan bibit Sapi, Kambing, pembangunan rumah masyarakat yang belum memiliki rumah sebanyak 10 Unit dan juga pembangunan Polindes ungkap Pjs Desa Puwanggudu, Basrin, S, Si.

Pemanfaat anggaran DD tersebut merupakan hasil musyawarah desa serta melihat sejauh mana kebutuhan masyarakat di desa tersebut sehingga nantinya dapat mensejahterakan masyarakat di Desa Puwanggudu, ucapnya.
Sedangkan untuk pembangunan 10 unit rumah, pihak Pemerintah Desa lebih mengutamakan rumah-rumah yang dianggap sudah tidak layak huni sehingga diperlukan perbaikan atau renofasi agar terlihat lebih layak dan higienis , jelas Basrin.

Dengan adanya DD baik itu dari APBD dan Juga APBN, kususnya di desa Puwanggudu dan seluruh masyarakat sangat merasakan manfaatnya,  mulai dari pembangunan inspraktruktur sarana dan prasaran, sekaligus pemberdayaan masyarakat desa, ungkapnya

Basrin juga menambahkan bahwa untuk anggaran DD tahun 2019, hasil musyawarah desa serta arahan pemerintah daerah lebih menekankan masalah pembangunan infrastruktur serta pemberdayaan dan pembangunan ekonomi desa, tutupnya, Arief

Kabid PPMD tegaskan 2019 Akan Proritaskan Pemberdayaan dan Pembangunan Ekonomi Desa,


Konut MP - Terkait pungsi dan peran Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Dan juga Bendahara Desa itu sudah sangat jelas, pungsi dan perang mereka sudah sangat jelas, tentang prograam Dana Desa (DD) di masing masing desa tersebut,namun sangat di sayangkan kalau pungsi dan perang mereka tidak di pungsikan, apalagi diambil alih oleh kades sendiri,yang jelasnya kita mengacu ke aturan,

Hal tersebut diungkapkan, Kabid Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Indra Talib, Spd. M. Si, saat di sambangi awak media di ruangan kerjanya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Konawe Utara, senin 14/01/2019

Indra Talib juga mengaskan bahwa tahun 2018 banyak hal yang terjadi di desa, baik itu tentang kegiatan prograam DD dan juga pungsi dan perang mereka, hal ini lah yang kami tidak inginkan dan menjadi evaluasi bagi kami agar tidak terterjadi lagi di anggaran tahun 2019,tegasnya

Untuk anggaran Tahun 2019 kedepan "saya harus tegaskan kepada seluruh kades se konawe utara, harus lebih di proritaskan pemberdayaan masyarakat desa dan pembangunan ekonomi desa, berdasarkan peraturan mentri nomor 16 tahun 2018, tentang sasaran penggunaan DD 2019,

Sehingga kami dari pihak DPMD konut melalui kabid pambangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sangat menharapkan kepada seluruh awak media se kabupaten konawe utara untuk turut berpartisivasi  dalam memantau penggunaan DD serta mempublikasikan terkait pelaksaan pembangunan di Desa yang di alokasikan DD, tegas Indra Talib, Spd, M. Si.  Arief

Risman Damala : Masyarakat Desa Molore Ikut Merasakan Manfaat Anggaran DD

Konut MP - Pesatnya pembangunan bukan hanya di kota saja akan tetapi disetiap pelosok desapun  dalam membangun daerah di era sekarang ini sangat di prioritaskan terutama infrastruktur desa. Semua itu bisa berjalan karena ada kepedulian pemerintah terhadap kemajuan desa di seluruh wilayah bumi nusantara dengan mencanangkan anggaran Dana Desa (DD) setiap daerah pedesaan di seluruh Indonesia dimana dana tersebut bersumber dari anggaran APBN dan APBD.

Saat di temui awak media Kades Molore, Risaman Damala memaparkan, dalam mengemban amanah selalu di terapkan kedisiplinan dan penuh rasa tanggung jawab agar bisa mengayomi dan menjalin hubungan baik antara pemerintahan dengan masyarakat, tuturnya.

Hal tersebut ia terapkan agar dalam pembangunan sarana prasarana akan cepat terwujud sesuai yang di harapkan terutama dalam pengerjaan pembangunan fisik maupun nonfisik, agar anggaran yang di gelontorkan oleh pemerintah di alokasikan dengan sesuai harapan khususnya bagi masyarakat, jelasnya..

Alhamdulilah dari DD 2018 ini, Desa Molore telah berhasil membangun Sekolah
Paud, Draenase, Lapangan Polli, Tandung Air dan pembangunan tersebut sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat yang mana selama ini hidup dalam keprihatian dan jarang tersentuh pembangunan.


Dengan anggaran DD yang turun dari pemerintah daerah maupun pusat untuk program pembangunan desa, diharapkan untuk terus ditingkatkan sehingga masyarakat dapat merasakan dan menikmati mamfaat dari pembangunan infrastruktur desa. Sehingga masyarakat yang ada di Desa Malore yang sebagian besar masyrakatnya bekerja di sektor nelayan dan petani dapat ikut merasakan, harapnya.

Ia menambahkan agar bisa terwujudnya dan terlaksana membangun daerah untuk kesejahteraan desa, ia berharap kerja sama warga desa sehingga dapat meningkatkan tarap hidup perekonomian di kalangan masyarakat dengan menjadi desa yang makmur dan sejahtera, tutupnya. Arif
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah