Headlines News :

DPP GPEI Gandeng ITPC Kembangkan UMKM

Jakarta-Perdagangan antar negara telah lama dilakukan oleh berbagai bangsa di dunia. Keunggulan komparatif menjadi salah satu motif perdagangan antarnegara atau sering dikenal
perdagangan internasional. Ekspor dan impor merupakan bentuk perdagangan internasional.
Banyak manfaat yang diperoleh dari perdagangan internasional ini, utamanya adalah
mengangkat branding suatu negara.
Sebagai contoh, kita mengenal Korea Selatan dengan branding negara pembuat smartphone
dan peralatan elektronik canggih lainnya, sedangkan Jepang sebagai negara dengan branding  terbesar otomotif dunia dengan merek terkenal, ujar DR Zaroni Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023, Kompartemen Pengembangan sekaligus sebagai moderator dalam acara talkshow UMKM Go Export.

Penciptaan branding suatu negara karena perdagangan ekspor juga menghasilkan surplus
perdagangan internasional atau sering kita kenal penciptaan devisa negara. Ekspor akan
menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ada 10 industri dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki permintaan ekspor yang cukup besar di pasar global, tambahnya.

Untuk menunjang hal tersebut pemerintah terus melakukan pengembangan melalui ekspansi penjualan produk UMKM ke luar negeri. Dalam meningkatkan ekspor produk UMKM, standardisasi produk yang dihasilkan usaha-usaha kecil adalah hal yang mutlak agar produknya dapat dijadikan input bahan baku bagi perusahaan global.

Dibutuhkan Peran berbagai asosiasi seperti Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) ditunjukkan dengan melakukan edukasi ke para anggotanya, pelatihan dan penggunaan teknologi produsi, pemasaran, dan pemberian solusi logistik ekspor, ujar Zahroni.

Sementara itu Sekjen DPP GPEI Susana Riana Sari yang akrab dipanggil Susan, menuturkan untuk kepengurusan 2018-2023, GPEI akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti memberikan training maupun pelatihan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang baru merintis usahanya terutama yang masuk dalam industry rumahan atau Home industry secara geratis.

Seperti diketahui E-commerce memiliki potensi yang sangat besar. Diperkirakan, di Indonesia jumlah orang yang berbelanja online pada tahun 2025 akan mencapai paling tidak sebesar 65 juta orang atau 22% dari total penduduk Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$46 miliar. Nilai perdagangan ini meningkat pesat dari tahun 2015 yang hanya berkisar US$1,7 miliar.

Sedangkan potensi ekspor di Indonesia terbuka luas. Permintaan ekspor di pasar global akan produkproduk Indonesia seperti furniture, kerupuk, biskuit, lada hitam, kopi, sarang burung wallet, pakaian, kosmetik, peralatan plastik, arang, marmer, granit, tekstil, dan komponen elektronik.

Untuk mewujudkan hal tersebut DPP GPEI meminta kepada seluruh anggotanya baik kecil maupun menengah untuk dapat memanfaatkan tecnologi informatika / IT serta digital marketing dalam memasarkan prodak dalam negeri terutama prodak-prodak yang dihasilkan oleh UMKM, jelasnya.

Susan menambahkan, pentingnya event-event seperti pameran produk dalam negeri yang dihasilkan oleh UMKM yang sering dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Untuk event pameran yang diadakan di dalam negeri agar dilakukan secara maksimal dengan mengundang buyer buyer dari luar negeri, ujarnya.

Perlu adanya dukungan pemerintah daerah maupun pusat dalam memasrakan prodak-prodak yang dihasilkan UMKM yaitu dengan cara menghimbau masing-masing Duta Besar berbagai Negara agar bisa menjadi customer service prodak market para anggota yang tergabung dalam GPEI, pintanya.

Hal ini dilakukan DPP GPEI sesuai arahan Presiden Jokowi kepada para Menterinya dan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia sangat tegas. Tidak tanggung-tanggung, target pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 11% per tahun harus dicapai mulai tahun 2018 ini. Semua komponen bangsa, baik Pemerintah, masyarakat, asosiasi usaha, dan perusahaan ekspor harus bekerjasama mewujudkan peningkatan ekspor Indonesia. Kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat akan dicapai dengan peningkatan ekspor ini, utamanya mendorong pengusaha UMKM untuk mengembangkan pasar ekspor, tegasnya.

Seperti diketahui The Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) adalah organisasi nirlaba milik pemerintah di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Pengembangan Expor Nasional Indonesia. badan tersebut merupakan bagian dari jaringan dagang global di bawah Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Nantinya DPP GPEI akan bekerjasama dengan ITPC dalam memasarkan produk-produk UMKM yang tergabung dalam GPEI

Sekjen menghimbau agar tugas dan peran pengurus DPP GPEI agar benar-benar dibenahi dan dievaluasi dengan melibatkan pelaku export itu sendiri, agar bisa lebih saling asih asah asuh sehingga dapat memahami masalah yang dihadapi, minimal dengan 3 point diatas untuk UMKM akan sangat berguna. Semisal negara China yang setiap tahun mengundang para investor dari luar negeri ke kota-kota di China dan berganti-ganti setiap tahunnya, untuk menunjang hal tersebut mereka bahkan menyiapkan semua akomodasi dengan gratis.

Jika ini dilakukan pemerintah Indonesia, dengan mengundang investor luar negeri ke Small and Medium Enterprises and Cooperatives (SMESCO) atau gedung Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), para exportir dari UMKM yang diwadahi koperasi dan bersinergy dengan perusahaan export yang kuat untuk membantu memasarkan hasil produknya dengan standard harga yang layak, dapat dipastikan akan meningkatkan pemasukan devisa negara non migas, tandas Sekjen DPP GPEI Susana Riana Sari. (met)

Pengukuhan Pengurus GPEI Priode 2018-2023

Jakarta - Berdasarkan Musyawarah Nasional (Munas) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) yang dilaksanakan di Medan pada 18 Desember 2017 lalu, Khairul Mahalli terpilih sebagai ketua umum Gabungan Perusahaan Expor Indonesia  ( GPEI ) untuk masa periode 2018-2023 sedangkan acara pengukuhan Pengurus GPEI baru bisa dilaksanakan di ruang perangko, Gedung Pos Indonesia Jakarta Pusat Rabu,21/02/2018.

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat GPEI akan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Termasuk menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu  PT Pos Logistik Indonesia. DPP GPEI akan memberdayakan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menembus pasar ekspor, ujar Mahalli.

Mahali menegaskan bahwa beliau akan meningkatkan expor di Indonesia secara nyata bukan hanya omongan kosong. “Kami tidak akan omdo alias omong doang, kami akan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan ekspor Indonesia termasuk bersinergi dengan PT Pos Logistik Indonesia,” ucap Mahalli.

Peluang pasar potensial untuk memasarkan produk dari IKM dan UKM ke luar negeri juga akan dibuka seperti di negara lain yaitu Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan dan Euroasia. “Kita akan mengetok pintu para duta besar dan atas perdagangan yang ada agar memberikan data data peluang produk apa yang bisa di ekspor ke negara mereka,” ucapnya.

Selain sebagai ketua umum GPEI Khairul Mahalli  juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI). Dirinya berharap kepada pemerintah sebagai regular untuk mempermudah kepengurusan dan peraturan peraturan yang berhubungan dengan ekspor ini.
“Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegasnya.( met )

Heboh Sepasang Ular Sanca Ditemukan didalam Rumah Warga

Tangerang - Sepasang ular sanca kembang dengan bobot kurang lebih 6 kilogram dan panjang 4 meter lebih ditemukan warga Kampung di Jln Rajawali Rt 002 rw 07 kelurahan Cimone Jaya,kecamatan Karawaci Tangerang. Ular di temukan di tengah pemukiman padat penduduk, Selasa 20/02/2018.

Kedua ekor Ular tersebut ditangkap ditempat yang berbeda, satu ular ditemukan diatas rak piring yang berada diruangan belakang ketika seorang pembatu rumah tangga hendak mengambil peralatan rumah tangga. 

Yati ( 50) seorang pembantu rumah tangga terkejut dan teriak keluar rumah meminta pertolongan kepada tetaganya yang tak jauh dari rumah majikanya.

"Saya mau mengambil barang yang deket dengan rak piring dan saya melihat ular besar sedang melingkar saya takut lalu keluar minta tolong sama tetaga untuk mengusirnya,"katanya sambil rasa ketakutan.

Tak lama kemudian lelaki setengah baya bernama Koeswadi (50) menangkapnya dengan tangan kosong dan membawanya keluar rumah.

Menurut Koeswadi ular tersebut  berjenis kelamin betina dan dia memastikan bahwa ada satu ekor ular lagi pasanganya didekat sini.

"Saya rasa ada pasanganya karena ular ini ada telur didalam perutnya ,"katanya.

Kemudian Koeswadi juga bergegas mencari dan mengelilingi rumah dan ditemukan kembali ular yang sedang merayap diatas plafon rumah, karema kesulitan menangkap wargapun ikut membantu membongkar plafon rumah agar mempermudah penangkapanya.Setelah berhasil ditangkap Koeswadi membenarkan bahwa ular kedua berjenis kelamin jantan.

Penangkapan ular ini menggegerkan warga sekitar dan langsung menjadi tontonan warga yang ingin tahu bentuk ular ular tersebut.

Untuk memastikan bahwa ular tersebut tidak bisa memangsa atau menggigit, mulut ular ditutup dengan kaos kaki.

Salah satu warga setempat bernama Daryo mengatakan bahwa sekitaran ini masih banyak kebun pasti ada ular.

"Ya, mungkin belakang itu kan kebun, jadi ya nggak tahulah (dari mana). Dimungkinkan keberadaan ular tersebut sudah lama," katanya.

Setelah ditangkap, ular ular yang memiliki sisik loreng kecoklatan ini sementara diamankan didalam kandang besi.(met)

Polres Jakut Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Shabu

Jakarta - Polres Metro Jakarta Utara menggelar acara pemusnahan Barang bukti narkotika berupa  ganja dan shabu shabu di halaman MaPolres Jakarta Utara jl Laksamana Yos Sudarso pada Senin 19/02/2018.

Pemusnahan barang bukti narkotika ini dihadiri dan disaksikan oleh sejumlah pihak meliputi Kejaksaan Agung, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pemerintah Kotamadya, dan Komando Distrik Militer.

Barang bukti Narkotika Jenis Ganja yang berjumlah 42 kg dimusnahkan dengan cara di bakar, sedangkan shabu-shabu seberat 223 gr dimusnahkan dengan cara dicairkan dan dihancurkan menggunakan blender.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Aldo Ferdian mengatakan pemusnahan tersebut untuk memberikan kepastian hukum sesuai surat ketetapan status barang bukti yang dikeluarkan oleh kejaksaan.

“Selain itu juga untuk memberi efek jera kepada bandar narkoba dan para pengguna khususnya di wilayah Jakarta Utara serta wujud transparansi kepada instansi terkait,” ucapnya.

Selanjutnya Aldo menjelaskan pada bulan Desember 2017 ada tiga kasus yang diungkap pihaknya dengan empat tersangka dan hal tersebut merupakan hasil pengembangan 

Kasus pertama yakni di Jalan Arteri I, Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan dua tersangka, Lili Supadli dan Ega Anggara dan barang bukti sabu sebesar 226,91 gram.

Kasus berikutnya di Jalan Maharaja Blok B RT 001/RW 015, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat ditemukan 42 bungkus ganja, @ 1 kg dengan jumlah keseluruhan 42 kilogram dari Rifqi Amanullah.

Kasus lainnya di Jalan Haji Kimah Denoh RT 009/RW 001, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat dengan tersangka Sarfiadi dan barang bukti ganja sebesar 1.000 gram.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Atas perbuatannya mereka diancam dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati.

Aldo juga mengimbau peran serta masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba. Sehingga peredaran barang haram tersebut bisa ditekan seminimal mungkin.

“Wilayah Jakarta Utara masih menjadi tempat pemasaran yang cukup tinggi dan peredarannya hampir terjadi di semua wilayah di Jakarta Utara. Sehingga peran penting masyarakat diperlukan untuk melaporkan adanya penyalahgunaan," tuturnya kepada wartawan.( met )

Lahan Parkir Danau Sunter Mulai Beroperasi

Jakarta-Telah berfungsinya lahan parkir di sekitar danau sunter membuat banyak masyarakat yang selama ini mengunjungi danau sunter merasa lega, pasalnya sejak lahan parker yang selama ini mereka gunakan sedang di renovasi sehingga untuk memarkirkan kendaraannya mereka merasa was-was takut tersambar kendaraan lain terutama kendaraan roda empat.

Menurut malik latumakolita selaku juru parkir di kawasan danau sunter, dirinya merasa  setuju dengan adanya penataan parkir di danau sunter. Meski awalnya terjadi mis comunication antara kami selaku juru parkir dengan kebijakan pemerintah tersebut.
Hampir sebulan lebih kami tidak dapat bekerja dan memperoleh penghasilan karena penataan ini, tapi  hal ini dapat kami malkumi demi keindahan dan kenyamanan serta keamanan orang yang memarkirkan kendaraannya. Saya berharap kepada pemerintah setempat agar memikirkan nasib 16 juru parkir yang ada di sekitaran danau sunter ini, meski adanya penataaan karena mereka juga manusia dan mempunyai keluarga, harapnya.

Sementara ketua kordinator perparkiran sekitar danau sunter menyambut baik adanya renovasi dan penataan perparkiran di sekitar danau sunter agar datat terkoordinir dan tertata rapi, ucapnya.

Ditempat terpisah, Walikota Jakarta Utara Husein Murod berjanji akan memikirkan jalan terbaik untuk para pedagang yang nantinya akan di alokasikan yang berkoordinasi dengan umkm yg mengerti secara khusus untuk penataan para pedagang tersebut sehingga danau sunter ini akan jadi icon jakarta utara sebagai tempat wisata keluarga yang ramah lingkungan. ida
 

Pengunjung Online

Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah