Headlines News :

Segenap karyawan dan tim redaksi Metro Post mengucapkan Ikut berduka cita

Segenap karyawan dan tim redaksi Metro Post mengucapkan Ikut berduka cita

Tudingan Ketua LSM LEMPETA Cemarkan Nama Baik Institusi


Konut MP - Sorotan yang muncul terkait aktifitas bongkar muat di Wilayah Syahbandar UPP Mo─║awe Konawe Utara dituding oleh Ketua Lampeta Konut,  melalukan pungli dan melanggar undang undang No.17 Tahun 2008 tentang pelayaran. Kini mendapat tanggapan dari Kepala Syahbandar dan Ketua Koordinator TKBM Konawe Utara.

Terkait hal ini, Kepala Syahbandar UPP Molawe Konawe Utara, Andi Abbas,  menanggapi  tudingan Ketua LSM Lempeta, Ashari.
bahwa kegiatan kapal vessel yg melakukan kegiatan di matarappe sdh sesuai dengan aturan UU No.17 Tahun 2008 tentang pelayaran. Apa yang LSM Lempeta tuduh kan ke UPP Molawe bahwa ada main mata dengan LBS itu tidak benar dan perbuatan melawan hukum karena sudah mencemarkan nama baik institusi Kementrian Perhubungan (UPP Molawe).

Semantara itu menurut  Syafar Koordinator TKBM Konut, menyatakan bahwa justru Ketua LSM Lempeta diduga  punya kerja sama bisnis pribadi dengan pihak LBS . Menurut koordinator TKBM Konut ini,  Kepala UPP Molawe tidak kenal sama sekali dengan. pimpinan LBS. (tim)

TKBM Konut Menuntut, Kegiatan Vessel Di UPP Molawe Untuk Tidak Hentikan


Konut MP – Kurang lebih 50 orang tenaga kerja mendatangi Kantor UPP Molawe ini, menuntut agar tidak menghentikan kegiatan vessel yang berkegiatan Di Matarappe karena dinilai telah sesuai dengan aturan UU No. 17 Tahun 2008 tentang  Pelayaran. ( Senin, 15 Juli 2019 )

Para pekerja ini mengecam pernyataan Ketua LSM Lempeta, Saudara Ashari yang justru karena diduga kepentingan pribadinya tidak terpenuhi, malah akan merugikan masyrakat yang bekerja di vessel. TKBM dan masyarakat akan mencari ketua LSM Lempeta saudara Ashari untuk bertemu langsung dan meminta untuk bertanggung jawab atas pernyataannya di media, jelas Syafar

Terkait pernyataan dimedia mengenai dugaan pungli, Syahbandar Molawe dan PT LBS , oleh Ketua Lempeta Konawe Utara, dengan mengungkapkan statemen adanya  "upaya kongkalikong yang diskenarioi oleh Syahbandar dengan PT. LBS,” . "Dugaa pungli dan semua tiduhan itu tidak benar dan tidak mendasar" Kaya Syafar.  Perihal pernyataan ini idealnya harus seimbang dan sifatnya membangun Kata Syafar selaku Ketua koordinatoor TKBM, dan kami juga sebagai pekerja merasa dirugikan ketika aktifitas vesser  dihentikan, terang Syafar.

Disaat ingin mengakomodir seluruh kepentingan  elemem masyarakat  dan sejumlah pengusaha yang berhubungan dengan UPP Syahbandar Molawe Di Konawe Utara. Namun terkadang menuai pro kontra tentang kinerja dan aktifias pelabuhan. Diastu pihak menyampaikan protes karena dinilai tidak sesuai aturan, tetapi disisi lain ada pihak pihak yang merasa dirugikan. Statemen ini disampaikan oleh Syafar Koordinator TKBM Konut.

Inilah polemik yang muncul terhadap aktifitas bongkar muat Wailayah Syahbandar UPP Molawe Konawe Utara. Sehingga Para Pekerja TKBM Konut Raya, yang di koordinir oleh Syafar Selaku  Ketua Tim Koordinator Mendatangi Kantor UPP Molawe Konut, menuntut kepada pihak pelabuhan UPP Molawe agar tidak menghentikan kegiatan vessel, tegas syafar (tim).

Dr Neni : Kami Terus Tingkatkan penanganan Dan Pencegahan Stunting

Cirebon MP - Stunting atau pendek masih menjadi masalah gizi utama bagi balita (bayi dan anak usia di bawah lima tahun) di Indonesia, yang harus segera dientaskan untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045  SEAMEO Recfon yang diluncurkan oleh Menteri  Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohamad Nuh pada  29/11/2010 sebagai organisasi bidang pangan dan gizi kerja sama menteri-menteri pendidikan se-Asia Tenggara dengan pengampuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus berkontribusi dalam program program pengentasan stunting.

Di Kabupaten Cirebon kususnya kecamatan Sumber ada Puskesmas  yang sangat perduli dengan Stunting, bahkan sebelum nama Stunting meroket sudah melalukan penelitian hingga saat ini masih melakukan kegiatan penanganan gizi buruk terhadap anak balita maupun ibu hamil.

Dikatakan kepala Puskesmas Sumber Dokter Neni Supriani pihaknya sampai saat ini masih melakukan tindakan baik pencegahan atau pun penanganan Stunting yang di derita oleh anak anak termasuk tindakan preventif utk anak remaja putri dan ibu hamil.

"kami masih melakukan penanganan kepada masyarakat dan himbauan terhadap ibu hamil yang kurang memahami arti Stunting. Bahkan kami juga  memberi bantuan makanan berupa susu dan makanan pendamping lainya", tutur Neni pada 9/7/2019.

Menurutnya, Stunting ini tak perlu dipanikan karena masih ada kesempatan untuk  penyembuhanya, dan pihaknya  dibantu oleh beberapa Dokter coas telah menemukan penyebab Stunting.

"Salah satu penyebab tingginya stunting di  ditengarai akibat bayi dengan berat badan  lahir rendah  dikarenakan semasa hamil si ibu kurang perhatikan pentingnya kebutuhan gizi atau kurang memeriksakan kandungan kepada bidan atau dokter  terkait" ujar kepala Puskesmas Sumber.

Ia berharap ada campur tangan instansi terkait untuk  mengurangi kekerdilan kapada bayi yang lahir. Dan dengan kegiatan  tersebut juga butuh perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon dan perhatian dari semua sektor karena penyebabnya yang beragam terutama masalah ekonomi, pola asuh dan pentingnya berKB.

Penanganan ini sudah membuahkan hasil  beberapa kelurahan dan Desa yang sudah terlihat perkembanganya melalaui Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) dan pemeriksaan rutin di Puskesmas.(met/eka)

BPDB DKI Jakarta Berikan Pelatihan 50 Lokasi

Jakarta MP -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPDB) Provinsi  DKI Jakarta   memberikan pelatihan mengatasi bencana kepada masyarakat dikelurahan Kebon Bawang kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara  yang dihadiri oleh puluhan warga yang dilakasanakan diruangan Aula lantai 3 kantor kelurahan Kebon Bawang.

Meski tidak dalam kondisi bencana, BPBD Provinsi DKI Jakarta tetap siaga dan terus memberikan pelatihan cara mengatasi berbagai bencana. Berbagai program pun dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mencegah bencana atau menanggulangi bencana saat kejadian.

Kepala Seksi (Kasi) Riyan Sarsono Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta  mengatakan, sesuai program BPBD DKI Jakarta, bahwa petugas BPBD tidak hanya melaksanakan kegiatan saat bencana terjadi seperti banjir dan kebakaran. Tetapi petugas BPBD harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terhindar dari bencana.

“Sosialisasi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana memang sudah menjadi tugas kita. Diharapkan pemahaman kepada masyarakat ini bisa mengatasi ketika ada kejadian bencana yang datang,” kata Riyan.

Riyan mengungkapkan, sasaran kegiatan yang dilakukan oleh BPBD ada 50 lokasi di DKI termasuk Kepulauan Seribu. Saat ini sudah dilaksanankan 35 lokasi.kegiatan ini tidak hanya bersumber dari APBD saja, tetapi ada yang non APBD. Misalnya kegiatan pencegahan kebencanaan yang berbentuk sosialisasi dan pelatihan. Sasaran kegiatannya mulai dari instansi pemerintahan,sekolahan, Madrasah, rumah susun hingga rumah sakit.

“Di rumah susun dan rumah sakit kita memberikan pelatihan pencegahan kebakaran bagi personil tentang manajemen keselamatan kebakaran. Di Jakarta Utara ini rawan bencana banjir dan kebakaran ",ucapnya pada 9/7/2019.

Bukan hanya itu,  dalam sosialisasi pihaknya juga rutin mengadakan kegiatan tersebut untuk relawanya agar selalu mengingat bagaimana cara mengatasi bencana.hal ini juga ditujukan  pengelola gedung, apartemen, mal, ruko dan hotel untuk  pemeriksaan uji fungsi alat pemadam, baik yang sudah berdiri maupun yang sedang tahap pembangunan.

Banyak materi-materi yang diberikan seperti penanganan bencana beradarah seperti luka dalam maupun luka luar, teori api, langkah-langkah pencegahan kebakaran, tata cara penggunaan alat-alat proteksi kebakaran seperti hydrant, pompa dan lainnya.

“Petugas mereka tidak semua paham, biasanya mereka pengadaan barangnya dari pihak ketiga tapi petugasnya tidak dilatih. Makanya banyak juga  permintaan ke BPBD untuk memberikan pelatihan,” jelas Kasi BPBD Riyan.

Kemudian petugas BPBD memberikan contoh   penanggulangan bencana sementara kepada korban,petugas menggunakan mediator salah satu warga  Kebon Bawang Rahmat (25) cara mengatasi tersendak  dengan baik. (met)

Satreskrim Tangkap Penganiayaan Berujung Maut Di Pantai Ancol.

Jakarta MP -  Setelah beberapa hari kasus penganiayaan terhadap Hilarius Ladja yang terjadi di pantai Beac Pool Taman Impian Jaya Ancol  Kelurahan Pademangan kecamatan Pademangan Jakarta Utara  yang  mengakibatkan korban meninggal dunia ahirnya tertangkap oleh  Reskrim Polres Metro Jakarta Utara pada tanggal 30 Juni yang lalu.

Kedua pelaku tersebut  telah dibekuk dan diamankan  Satreskrim Jakarta Utara yaitu Jadri (27) dan Alfredo alias Aped (30). 

Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda pada Selasa 2/7/2019. Jadri diamankan dari tempat pelariannya di Daerah Istimewa  Yogyakarta (DIY), sementara  rekanya Aped ditangkap di Tanjung Priok Jakarta Utara.

Penjelasan ditegaskan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto, setelah melakukan aksi jahatnya, Jadri melarikan diri ke Yogyakarta.

Hal itu atas perintah Aped, yang dalam penganiayaan ini bertindak sebagai aktor intelektual.

“Kemudian Jadri kabur ke Bandung, di Bandung tidak bertemu dengan teman yang lainnya kemudian disuruh lagi oleh aktor intelektualnya ini untuk kabur lagi ke Jogja,” jelas Budhi  pada 5/7/2019 dihadapan awak media.

Penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan setelah  polisi melakukan olah TKP di Pantai Beach Pool Ancol , Pademangan, Jakarta Utara.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas mendapatkan barang bukti berupa jam tangan milik korban yang masih berlumuran darah, polisi mengidentifikasi kemudian segera menyelidiki keberadaan pelaku.

“Kemudian pada saat di Jogja kita berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka termasuk kita juga sudah mendapatkan barang bukti berupa pisau yang digunakan oleh tersangka untuk melakukan tindak pidana tersebut,” ucap Budhi.

Pengembangan pun dilakukan dan polisi menangkap Aped di kawasan Tanjung Priok.
Kedua pelaku pun dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara guna penyidikan lebih lanjut.

Polisi mengamankan barang bukti antara lain pisau, pakaian korban, jam tangan bernoda darah, batu hebel bernoda darah, dan handphone.

Akibat  kejahatanya, mereka dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(met)
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah