Headlines News :

Segenap karyawan dan tim redaksi Metro Post mengucapkan Ikut berduka cita

Segenap karyawan dan tim redaksi Metro Post mengucapkan Ikut berduka cita

Sudin Dukcapil Jakut Terus Tingkatkan Layanan Jemput Bola

Jakarta MP - Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (SudinDukcapil) Jakarta Utara   memilih untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sistem jemput bola.  Pelayanan  jemput bola ini dilaksanakan di kantor Sekretariat  RW 03 di Jalan Kp. Sungai Begog  Kelurahan Semper Timur Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.

Operator Pelayanan Sudin dukcapil Jakarta Utara Nanu (35)  mengatakan layanan jemput bola untuk mempermudah  masyarakat dan mempersingkat waktu apa lagi membantu pelayanan  warga disabilitas.



"Pelayanan jemput bola  dilakukan demi memudahkan masyarakat  dalam pengurusan administrasi kependudukan dan bisa membantu meringankan waktu bagi warga juga membantu warga Disabilitas", ucap  operator komputer Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Sudin Dukcapil Jakarta utara.


Nanu menyebutkan Empat layanan dengan sistem jemput bola tersebut yakni pelayanan Akte Kelahiran,  Kartu Keluarga, perekaman KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak ( KIA )

"Layanan  yang kami tangani berjumlah 91  yaitu permohonan Akte Kelahiran 11 orang dewasa, distribusi KTP elektronik 75, perekaman KTP Elektrik umur 17 Tahun 2 orang  dan  Perekaman bagi warga disabilitas 3 orang", sebut Nanu pada Kamis 23/01/2020.

Kegiatan jemput bola terus dilakukan untuk mempermudah warga melakukan perekaman data guna keperluan pembuatan KTP elektronik. ( met )

Modus Penipuan Melalui HP, Marak Lagi di Semarang


Semarang MP - Modus penipuan melalui telepon seluler dengan meminta pulsa atau uang tebusan kembali menghantui masyarakat. Sejumlah orang pun mengaku  tertipu karena yang menghubungi mereka mengaku sebagai anggota kepolisian yang mengatakan bahwa saudara atau teman yang terkena tilang dalam razia gabungan dan lain lain alasanya.

Hal ini terjadi lagi di Semarang, Seorang wanita, Katrin (63) kembali menjadi korban penipuan tersebut, dirinya mengaku baru tersadar bahwa dirinya telah tertipu setelah  mentransfer uang melalui jasa  minimarket. Beliau tersadar ketika seorang wanita muda telah menghapirinya tak lain adalah keponakanya sendiri dan merebut telpon selularnya yang sedang digunakan  menerima telpon dari  oknum penipu.

"Ya Tuhan apes saya,, kenapa bisa seperti ini", ucapnya dengan rasa sesal.

Dia terus menekan dan mengancam saya jika tidak transfer lagi saya masukan kepenjara, ucap Katrin seraya mengulangi ucapan oknum pelaku yang  berdalih menahan keponakanya yang melanggar  hukum   dan  tidak mebawa surat surat   kendaraan yang akan menuju kediaman Bude ( uwa ) di Semarang.

Pelaku pun melarang teleponya jangan dimatikan tambah wanita separuh baya  itu.
"Ibu tolong jangan dimatikan telponya dan jangan berkomunikasi dengan orang lain karena akan menghambat pembicaraan kita"  ucapan tersebut  di ulangi  Katrin dari percakapan si pelaku penipuan.

Untuk meyakinkan, Pelaku juga bisa menirukan suara yang hampir mirip keponakan si korban sehingga  korbanpu mempercayainya.

Tak lama korbanpun melalukan transferanya dengan jumalh  1,6 juta. Jumlah uang  tersebut ditransfer ber ulang ulang  dgn jumlah 500 ribu, 500 ribu,  300 ribu, 300  ribu.

Dengan maraknya kejadian modus tersebut  rata rata  yang menjadi korban adalah  masyarakat  awam. Masyarakat meminta kepada seluruh pihak yang berwajib  cepat menangani  dengan delik modus penipuan yang mebawa nama kepolisian Republik Indonesia.  ( ary )

Warga TJ Priok Marah Gerudug Kantor Kemenkumham

Jakarta MP - Ribuan Masyarakat Warga Tanjung Priok  bergerak  menuju kantor kementrian hukum dan hak azasi manusia dijalan  Rasuna Said Jakarta Selatan, lantaran tersinggung atas peryataaan  yang diucapkan Yasonna Laoly.

Demonstrasi warga Tanjung Priok itu merupakan buntut dari ucapan Yasonna dalam sambutannya di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA  Cipinang, Jakarta Timur  pada  Kamis  16 /01/2020.

Saat itu, Yasonna menyatakan bahwa kejahatan lebih banyak muncul di daerah kumuh dan  membandingkan anak yang tumbuh di Tanjung Priok dengan anak yang tumbuh di kawasan elite Menteng. Menurutnya,   anak yang tumbuh di Menteng tak mungkin melakukan kejahatan ketimbang anak yang tumbuh di Tanjung Priok.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan", ucap Yasonna.

Tak hanya itu dia juga mengucapkan kebayakan pelaku kriminal adalah di Tanjung Priok 

"Crime is a social product, crime is a social problem. As a social problem, sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Yasonna.

Massa  mulai bergerak dari titik  kumpul Pos 9  pelabuhan Tanjung Priok  pukul 09 : 20 WIB menuju  kekantor Kemenkumham dengan pengawalan Polisi.

Ketika ditanya Ardi ( 30 ) warga kecamatan Koja, apa yang menjadikan pergerakan warga Tanjuk Priok hanya menuntut bahwa  Menkumham  meminta maaf.

" kami hanya ingin menunjukan bahwa kami  anak Priok bukanlah kriminal, kami bersahabat dan oami juga sopan", ucapnya.

Sebagian besar warga Priok menyangkan atas peryataanya yang dilontarkan  Yasonna  pekan lalu,  bahwasanya  seorang pejabat tinggi seharusnya jangan memilah milah. Keburukan  dan kemiskinan masyarakat adalah tagung jawab pejabat tinggi. ( met )

Dihebohkan Harga Gas Melon Dikabarkan Akan Naik

Jakarta MP - Isu kabar yang melejit dikalangan masyarakat bawah,  bahwa Pemerintah akan menaikan harga gas Elpiji  3 kg  atau yang disebut  tabung melon yang selama ini di subsidi oleh pemerintah dikabarkan akan dicabut subsidinya.

Kenaikan harga Elpiji 3  kg tersebut karena pemerintah berencana menghapuskan subsidi untuk ukuran 3 kilogram  yang akan dimulai  pada pertengahan tahun ini.

Sementara bagi masyarakat  yang tidak mampu akan  didata perwilayah masing masing  dan diberikan subsidi secara langsung, sementara gas  Elpiji 3 kilogram akan mengikuti harga pasaran.


Dari harga  semula   yang diecerkan 18 ribu rupiah  akan naik  30 ribu sampai 35 ribu rupiah per tabung. Hal ini diresahkan masyarakat miskin jika memang pemerintah akan mencabut subsidinya.

Seorang ibu lansia Upi (82) warga Koja Jakarta Utara yang sehari harinya berjualan nasi uduk dipingir jalan  mengatakan, dirinya merasa kebingungan jika pemerintah betul akan menaikan harga gas Elpiji 3 kg.

^waduh kalau pemerintah akan naikan harga gas nanti saya jualan untungnya abis untuk beli gas aja  untuk nyisakan bayar kontrakan dan listrik aja sering menunggak^ ucapnya dengan wajah kebingungan.

"Kalau gas naik berati harga juga ikut dinaikan orang saya jual harga sebungkusnya saja 5 ribu rupiah masih ada yang nawar " tambahnya.

Hal ini juga ditambahkan oleh Medi (52) yang sehari harinya  mengisi pesanan gas 3 kilogram ke warung warung merasa  prihatin jika Pemerintah mencabut gas bersubsidi.

"Saya dapet jatah dari agen 100 tabung saya kirim ke warung warung pelanggan saya dan saya jual eceran 19 ribu jika manti naik saya jual berapa kalo harganya tinggi kasian sama pelanggan", ucapnya pada 19/01/2020.

Namun saat ini Kenaikan harga Elpiji masih dalam pertimbangan,  rencana ini belum diputuskan karena Kementerian ESDM masih berkoordinasi dengan kementerian lainnya terkait jumlah penerima subsidi hingga skema penyalurannya secara resmi.(met)
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah