Headlines News :

3000 Guru Honorer Terima SK Gubernur

Sultra MP -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memberikan SK Gubernur kepada 3000 guru honorer SMA/SMK di lingkup pemprov Sultra. SK yang diberikan kepada honorer tersebut, akan dievaluasi setiap tri wulan.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud Sultra,
Dr Solihin,S.Pd,M.Pd  mengatakan, penerima SK Gubernur akan diberikan honor sebesar Rp400 ribu perbulan. SK tersebut lanjutnya, sangat bermanfaat bagi honorer karena mereka yg tidak mengantongi NUPTK  bisa mengurusnya.

" Guru honor bisa mengurus NUPTK nya setelah memiliki SK. Begitu juga mereka penerima sertifikasi, kalau tidak ada SK nya tidak bisa ," jelas Pria bergelar doktor tersebut.

Menurut Solihin, honor yang diberikan sebesar Rp400 ribu masih tergolong kecil. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah.

" memang besarannya masih tergolong kecil. Tapi Insya Allah akan naik, besaran honor yang kita berikan sesuai dengan jumlah anggarannya sebesar Rp11 miliar," paparnya.

Honorer yang diberikan SK tambah Solihin belum seluruhnya tenaga guru  honorer. Ia berharap seluruh tenaga honorer akan mendapatkan SK.
" Nanti semua guru honorer akan mendapatkan SK, yang penting bersabar," tandasnya. Naja/HN.

Badan SAR Kendari Turunkan Tim Cari Orang hilang di Koltim

Kendari, MP - Badan Search and Rescue (SAR) mengerahkan satu unit rescue Search dengan peralatan pendukung  guna melakukan pencarian seorang warga Kabupaten  Kolaka Timur (Koltim) atas nama Mukhtar Lakis (80) , yang dilaporkan hilang oleh masyarakat kepada Badan SAR Kendari.

Rilis pers yang diberikan, kepala Badan SAR Kendari, Djunaedi,S.Sos,MM,  informasi hilangnya Muhtar, diketahui berdasarkan laporan Aswid, Rabu,(10/4) pukul 10:36 Wita. Menurut Aswid, korban tidak ditemukan sejak Selasa (09/4), yang dilaporkan hilang di hutan Desa Pehonga,Kecamatan Uluiwoi Koltim. "Muhtar pergi ke kebun namun tidak kembali ke rumahnya," ungkap Djunaedi di rilis persnya.
Masyarakat lanjut Djunaedi sudah melakukan pencarian namun tidak ditemukan. Pencarian pun dilakukan oleh SAR Kolaka untuk menemukan Muhtar yang sudah berusia lanjut tersebut. "Sekitar pukul 11:15, tim kami turunkan mencari korban hilang tersebut. Adapun jarak tempuh dari Pos SAR Kolaka ke tim kurang lebih 31,54 Kma arah 26.57," tandasnya.Tim

Relawan Desa Kali Saleh, Kecamatan Belik, Pemalang, Siap Menangkan Prabowo - Sandi

Pemalang MP - Tak terasa tinggal hitungan hari lagi pesta demokrasi di Negara Republik Indonesia digelar. 17 April 2019 merupakan momentum perubahan besar  akan terjadi. Negara Adil dan Makmur akan tampil di tengah kehidupan negara yang penuh dengan kesulitan yang dihadapi rakyat dewasa ini. Maka tidak ada cara lain selain memenangkan Prabowo Sandi.

Relawan desa Kalisaleh Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang juga tidak ketinggalan mengikuti saudara-saudaranya sebangsa tanah air. Mereka membuktikan ada jiwa demokrasi dan nasionalisme masih mengalir di dada mereka. Mereka bertekad tidak akan golput, tetapi menentukan sikap untuk suatu perubahan.

Sumbangan alat peraga untuk kampanye paslon 02 Prabowo Sandi juga diterima oleh relawan desa Kalisaleh Kecamatan Belik Pemalang berupa banner besar dan spanduk-spanduk lainnya bergambar idola jagoan mereka Prabowo Sandi. Yang menarik dan unik di daerah Pemalang itu adalah mereka tidak meninggalkan seni budaya leluhur mereka.

Bertalu-talu alunan harmoni  calung begitu mempesona dan mengundang warga untuk bersama-sama keluar dan secara bersama-sama mereka memasang banner dan spanduk tersebut. Suatu pesta yang sarat dengan nilai budaya leluhur.
Tidak ketinggalan pula secara langsung pada Senin  21/03/2019, pimpinan redaksi media Progresif  Jaya menyumbangkan 500 eksemplar kalender dalam rangka turut mendukung paslon 02 Prabowo Sandi. Relawan desa Kalisaleh Kecamatan Belik Pemalang tentu dengan gembira menerimanya dan segera membagi-bagikan kepada masyarakat calon konstituen paslon 02 Prabowo Sandi.

Kesempatan relawan desa Kalisaleh Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang bergerak dan berjuang ini merupakan moment yang tepat karena kurang lebih satu bulan lagi maka pesta demokrasi besar di negeri ini terjadi.

Ketika ditemui di sela-sela giat mereka memansang banner dan spanduk  salah seorang warga masyarakat bernama Sigit, 25 tahun ketika ditanya bagaimana pendapatnya terhadap Pemilu 17 April 2019 dengan antusias ia berkata, “Kami sangat senang karena kepedulian dari warga masyarakat menjadi relawan khususnya di desa Kalisaleh Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang ini.  Kami sepakat dan berjuang untuk bersama-sama memenangkan paslon 02 Prabowo Sandi. Semoga 17 April 2019 atas seijin Allah ada perubahan yang berarti bagi Indonesia yang adil dan makmur dengan kemenangan Prabowo Sandi,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Pesta musik alunan calung sudah berhenti terdengar, para relawan kembali dengan keletihan mereka tetapi asa yang mereka tunggu merubah masa depan mereka. Dan sesampai di rumah mereka azan sholat maghrib menyambut untuk menyembah Sang Khalik. Dan dalam doa dan damba juga mendoakan bagi negeri Indonesia  tercinta di dalam pesta demokrasi menghasilkan harapan bagi masa depan negeri ini.
( met )

Pendapatan Disektor Pajak Muna Masih Rendah

Sultra MP  Pendapatan Kabupaten Muna di sektor pajak sangat rendah. Nilai Jual Obyek Pajaknya (NJOP) pun sangat rendah bahkan enam kali tertinggal dari daerah lain di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Muna, Ari Aziz, mengatakan Kabupaten Muna sudah tertinggal jauh dibanding daerah lainnya di Sultra. Bahkan lanjut Ari Aziz, PDB di Kabupaten Muna lebih tinggi Kabupaten Buton Utara (Butur), yang tidak lain salah satu daerah pemekaran Kabupaten Muna. "PDB kita lebih redah dari Butur," ungkap Ari Aziz.

Menurut mantan Kadis Keuangan Kabupaten Muna ini, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pihaknya akan melakukan pendataan kembali dari total 126 desa dan kelurahan di kabupaten Muna. Setelah melakukan pendataan, barulah dilakukan penyesuain NJOP dan besaran pajak kepada masyarakat. "Bayangkan ada yang setahun PBB nya hanya Rp5 ribu," ungkapnya

Data yang digunakanpun masih data lama sebanyak 71 ribu obyek pajak. Ia menargetkan pasca pendataan yang dilakukan pihaknya, jumlah wajib pajak total sebanyak 200 ribu wajib pajak atau bertambah 129 ribu wajib pajak baru," Ini setelah pendataan kita target sekitar 200 ribu wajib pajak. Jumlah pajak yang dibebankan sekarang sangat rendah. Jika dinaikan, tidak akan berpegaruh besar bagi masyarakat. Mereka yang tidak punya pekerjaannya pun dengan biaya pajak Rp5 ribu pertahun, mereka nilai sangat rendah. Terkait imbasnya nanti berhubungan dengan politik, saya tidak melihat masalah itu, itu ranah lain" paparnya.


Selain menargetkan pendataan,  Ari Aziz juga akan mendata kembali restoran di daerah Muna. Tercatat 91 restoran yang beroperasi namun pihaknya akan melakukan pendataan kembali. Perda nomor 11 tahun 2011 akan kita optimalkan. Perda ini saya lihat sejak 2011 lalu dibuat, tapi sampai saat ini belum optimal dilakukan," tandasnya. (nz)

Ketua GPMI Sultra Desak Gubernur Copot Kabid Menerba ESDM Sultra

KENDARI MP - Puluhan masa yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Selasa (2/4) mendesak Gubernur Sultra (Alimazi) mencopot Plt. Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra Andi Azis dan Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batubara (Minerba) Yusmin.  

Dalam orasinya yang digelar di kantor ESDM Sultra, Kordinator lapangan (Korlap) GPMI Sultra, Alfin mengatakan, Plt Kadis ESDM, Andi Azis, tidak mampu memimpin, justru mengakibatkan keresahan di publik sehingga informasi hoax yang disebarkan Kabid Minerba. Yusmin dalam pemberitaan di media terkait 22 perusahaan tambang yang beraktifitas secara ilegal. Selain informasi terkait 22 perusahaan tersebut, GPMI juga menuding Yusmin memberikan informasi bohong yang menuduh PT. Virtu Dragon Nickel Industri (VDNI) Sebagai Perusahaan Penada.


Menurut pendemo, Informasi yang diberikan Yusmin tentang ke 22, Perusahaan tersebut tidak taat aturan, dibantah Gubernur Sultra, Ali Mazi melalui sejumlah media massa. Politisi Nasdem tersebut justru mengatakan ke 22 perusahaan tersebut taat aturan.Senada dengan gubernur, Plt. Kadis Esdm Sultra, Andi Aziz juga membantah pernyataan bawahannya. Pada kesempatan tersebut, Alfin berkomitmen  akan terus memperjuangkan tuntutan tersebut. Jika tak ada respon dari Gubrernur,  Alfian mengancam akan akan melaporkan persoalan tersebut ke Kementerian Aparatur Sipil Negara (KASN), Ombudsman dan Badan Kepegawaian Nasional. (s/nz)
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah