Cipanas Rusuh


Eksekusi Hotel Maras di ruas Jalan Raya Puncak, Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/7) pagi kemarin berujung ricuh. Puluhan polisi Pengendali Huru Hara (PHH) Detasemen Brigadir Mobil (Brimob) dan Pengendali Massa (Dalmas) Polres Cianjur terlibat bentrok dengan massa penghadang para eksekutor.

Pantauan MP Bogor di lokasi, bentrokan berawal saat polisi mencoba merangsek masuk setelah pihak juru sita Pengadilan Negeri (PN) Cianjur membacakan amar putusan. Sebelum terjai bentrokan fisik, massa sempat melakukan aksi bakar ban. Selanjutnya, saat terjadi aksi lempar batu terjadi, polisi kemudian menerobos masuk untuk membubarkan massa yang berada di dalam halaman hotel.
Kalah dalam jumlah, massa kemudian berupaya menyelamatkan diri ke dalam bangunan hotel. Namun petugas terus mengejar bahkan sempat melakukan penyisiran. Akibat kejadian tersebut, puluhan massa mengalami luka memar dan berdarah terkena pukulan dan tendangan polisi.

Selain korban massa, seorang wartawan televisi dari sebuah stasiun televisi swasta nasional pun sempat menjadi korban pemukulan polisi. Bahkan, selain mengalami luka memar di bagian kepalanya, kamera handycam yang dipegangnya pecah dipentung polisi.
Usai bentrokan, polisi menahan sejumlah orang dari kelompok penolak eksekusi yang dianggap sebagai provokator. Sedangkan korban luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Cipanas guna mendapatkan perawatan medis.
Kepala Polres Cianjur, AKBP Dadang Hartanto dalam keterangannya kepada wartawan di halaman Mapolres Cianjur kemarin menegaskan, aparat terpaksa melakukan tindakan fisik tersebut karena sebelumnya diprovokasi oleh massa.
“Petugas diprovokasi aksi pelemparan botol dan batu dari massa. Bahkan saat kami lakukan penyisiran, ditemukan sejumlah senjata tajam dan sebuah bom molotov,” ungkap Kapolres.

Karenanya, menurut Kapolres, apa yang dilakukan personilnya di lapangan masih dalam koridor prosedur tetap (protap). Bahkan, sebelum tindakan represif diambil, petugas telah melakukan negosiasi dan imbauan terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang akan berupaya menghalangi jalannya eksekusi. “Karena situasi tidak kondusif, petugas terpaksa melakukan tindakan pembubaran paksa terhadap massa,” tandasnya.
Sementara terkait kasus sengketa Hotel Maras tersebut, Juru Sita PN Cianjur, Wahyudin menegaskan, pihaknya telah memberikan tenggat waktu selama 8 hari kepada pihak tergugat pertama atas nama Purnamasari Setiawan untuk segera mengosongkan hotel tersebut.

Keputusan tersebut, terang Wahyudin, sesuai dengan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Cianjur Nomor 04/eks/2004 PN.CJR.JO/44/PDT.G/1993/ PN CJR/ 8 Juli 2004. Namun, pihak tergugat atau pemilik hotel tetap bersikeras bertahan dan menilai putusan PN Cianjur cacat hukum, karena pihaknya memiliki kekuatan hukum sesuai Putusan Peninjauan Kembali (PK) Mari Nomor 53PK/PDT/2001 tertanggal 29 September 2003.
Akibat kericuhan eksekusi tersebut, jalur puncak Cipanas lumpuh total selama tiga jam sepanjang empat km. Petugas Satlantas Polres Cianjur pun terpaksa mengalihkan arus kendaraan dari kedua arah melalui jalur alternatif

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh mas_eko_keren pada 12.46. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

METRO POST TV ONLINE

Album Metro Post

Loading...

Pengunjung Yang Online

JUMLAH PENGUNJUNG

2010 - 2015 Metro Post Online. All Rights Reserved. - Designed by Kang Lintas