Headlines News :
Home » » KAMMI: Jangan Obok-obok Damai Aceh

KAMMI: Jangan Obok-obok Damai Aceh

Written By mas_eko_keren on Jumat, 25 November 2011 | 16.07


BANDA ACEH - Tatkala hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sedang membacakan amar putusan terhadap gugatan Pilkada Aceh di Gedung MK Jakarta kemarin, belasan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (24/11) sore.

Ketua Umum KAMMI Aceh, Muhammad Muaz Munauwar dalam orasinya mengatakan, apa pun keputusan MK, jangan ada yang mengobok-obok perdamaian Aceh. Hal itu diingatkan, karena mereka khawatir konflik regulasi pilkada dapat mengakibatkan gangguan serius terhadap perdamaian Aceh yang memasuki tahun ketujuh.

“Pihak yang merasa dirugikan jangan sampai bereaksi secara berlebihan dan membuat propaganda yang mengakibatkan timbulnya kekhawatiran di tengah masyarakat,” kata Muaz.

Muaz menyarankan semua pihak harus paham betul bahwa Aceh sedang dalam masa transisi dari masa konflik ke damai. Maka janganlah mengambil sikap berlebihan dan egoisme politik hanya untuk kepentingan segelintir kelompok saja. Akar masalah utama konflik pilkada ada pada tarik ulur politik, bukan pada regulasinya.

“Para kandidat yang sudah dan belum mendaftar, kami desak agar bergandeng tangan dan bersaing secara sehat. Tujuannya supaya pilkada menjadi tontonan menarik dan menyejukkan di tengah masyarakat. Bukan malah sebaliknya, yaitu melakukan berbagai manuver politik yang mengancam keberlangsungan perdamaian Aceh saat ini dan ke depan,” harap Muaz.

Sebelum mengakhiri unjuk rasa, Muaz membacakan pernyataan sikap mereka yang intinya sama seperti yang ia orasikan. Sedangkan lima mahasiswa memakai topeng bergambarkan bakal calon gubernur Aceh sesuai urutan abjad, yaitu Ahmad Tajuddin (independen), Darni Daud (independen), Irwandi Yusuf (independen), dan Muhammad Nazar (parpol), serta petinggi Partai Aceh, dr Zaini Abdullah yang belum mendaftar.

Mereka bergandeng tangan menyatakan secara bersama untuk komit menjaga damai Aceh, terutama menjelang dan pada saat pilkada. Unjuk rasa mahasiswa berakhir pukul 17.00 WIB, setelah berlangsung sekitar satu jam. Tidak terjadi kemacetan di Simpang Lima saat aksi berlangsung, karena lalu lintas diatur polisi.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah