Headlines News :
Home » , » 0KNUM WARTAWAN TIPU WARGA

0KNUM WARTAWAN TIPU WARGA

Written By mas_eko_keren on Selasa, 06 Desember 2011 | 17.45

Pangkep,
Tentu hal yang sangat disayangkan ketika ulah salah satu oknum wartawan yang diketahui berinisial M, dinilai telah menipu warga di Kabupaten Pangkep dengan korbannya bernama H.Iwan dengan kerugian sebesar 8 juta rupiah. Dengan beraninya juga menyebut nama Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Makassar Andi Muldani.SH.MH dan Hakim PN Makassar Sitorus.SH serta Jaksa Penuntut Umum Adnan Hamzah.
Dalam kronologisnya oknum wartawan, meminta uang kepada korbannya H.Iwan sebesar 8 juta rupiah dengan harapan dapat membantu agar hukuman salah seorang keluarganya mendapatkan hukuman ringan hingga 3 bulan, ironisnya M mematok nilai hingga 8 juta rupiah
" Ini bukan untuk saya tapi untuk mereka" kata M, dengan perincian yang akan dibagi-bagikan kepada beberapa orang di Kejari Makassar seperti Kasi Pidum 3 juta, HakimPN Makassar 3,5 juta, dan Jaksa Penuntut Umum 1,5 juta seperti yang terungkap dalam rekaman pembicaraan mereka.
Menurut narasumber hal ini sudah merupakan penipuan yang dilakukan M, hal ini sendiri berawal dari salah seorang oknum wartawan Biro Pangkep A yang didatangi temannya H.Iwan untuk meminta bantuan guna mendapatkan bantuan hukum atas kasus KUHP 303 tentang perjudian dimana yang menjadi tersangka adalah keluarganya.

Saat itu tepatnya tgl 9/9/20011, H.Iwan bersama A menghadap M, atasannya yang merupakan koordinator sebuah Media di kediamannya di Makassar, untuk mendapatkan arahan agar kasus yang menimpa temannya agar mendapatkan bantuan hukum seperti permintaan korban H.Iwan.
Setelah ditemui dan mendengar hal itu M mengatakan nanti saya telepon dulu Kasi Pidum Kejari Makassar Andi Muldani,tak lama kemudian A dan H.Iwan pamit untuk pulang ke Pangkep.
Keesokan harinya M menghubungi H.Iwan melalui via telepon dan mengatakan kasus yang menimpa keluarganya adalah ‘’kasus kacangan’’,saat itulah Mansyur meminta uang kepada korban H.Iwan dan menjelaskan peruntukannya dan uang yang sebesar 8 juta rupiah tersebut segera disiapkan dan diserahkan karena katanya Insya Allah jam 04.00 sore akan diantarkan ke Kasi Pidum Kejari Makassar Andi Muldani yang telah menunggu di Black Canyon Mall Ratu Indah jelas dan desaknya kepada A dan H.Iwan di Pangkep.
Mendengar hal tersebut A bersama H.Iwan langsung menyiapkannya dan berangkat ke Makassar guna menyerahkan uang sebesar 8 juta rupiah seperti permintaan Ma,ditemui dikediamannya (telkomas) H.Iwan selaku korban menyerahkan uang 8 juta rupiah melalui A kepada M.
Adapun uang tersebut yang telah dikemas dalam amplop diserahkan kepada Mansyur langsung lalu kemudian dihitung jumlahnya yang terdiri dari 50 lembar uang seratus ribu (5 juta),dan 60 lembar uang lima puluh ribu (3 juta) untuk diserahkan ke Kasi Pidum Kejari Makassar Andi Muldani.
Beberapa hari kemudian M menghubungi H.Iwan dan A untuk bertemu,saat itu Mansyur memperlihatkan foto keluarga Kasi Pidum Kejari Makassar Andi Muldani,sembari mengatakan sudah ketemu dengan Kasi Pidum,titipan yang diberikan sudah diserahkan kepada mereka semua Kasi Pidum, Hakim, Jaksa Penuntut Umum, A dan H.Iwan merasa percaya setelah melihat hal tersebut.
M pun menjanjikan keluarga H.Iwan hanya mendapat hukuman dua setengah bulan sampai tiga bulan penjara artinya dia akan mendapatkan Sidang Bebas begitu palu diketuk sudah sesuaiwaktu hukuman yang dijalani selama ini,kemudian M melalui SMS ke H.Iwan hendak meminta tambahan 2 juta rupiah lagi alasannya ada tambahan kepada Hakim PN Makassar Sitorus,SH yang dibawa A S yang juga oknum wartawan.

Namun hal ini tidak dipenuhi korban, sementara dalam bukti rekaman sendiri A.S menjelaskan dirinya telah menerima uang sebanyak 2 juta rupiah dan telah menyerahkan kepada Hakim PN Makassar Sitorus,SH.
Hingga akhirnya kenyataannya berbicara lain keluarga H.Iwan divonis 4 bulan penjara oleh Hakim PN Makassar Sitorus,SH lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umun Adnan Hamzah 8 bulan penjara.
Hakim dan Jaksa Penuntut Umum yang ditemui langsung membantah telah menerima pemberian uang dari Mansyur termasuk Kasi Pidum Kejari Makassar Andi Muldani yang ditemui para wartawan diruang kerjanya mengatakan bersumpah kalau telah menerima uang sebesar 3 juta rupiah dari M tuduhan itu fitnah.
Memang M pernah datang menemuinya dan meminta bantuan keringanan hukuman terhadap keluarganya,tetapi tak diberikan uang sama sekali sumpah Demi Allah saya muntah darah kalo menerima uang dari M dan mengenai foto memang dia minta diambil untuk dilukis oleh keluarga M yang seniman,inilah segelintir informasi yang berhasil ditelusuri dari narasumber Arianto yang dikonfirmasi mengenai kasus ini kepada para wartawan beserta bukti rekaman yang ada.
Ma juga yang dikonfirmasi oleh sekretaris LSM KIPFA-RI yang dihubungi Via telepon,enggan memberikan tanggapan.
Sementara Kepala Perwakilan Sul-Sel yang dikonfirmasi mengatakan saya tidak mencampuri masalah menimpa M,saya tidak mau ada kesan bahwa telah memihak,saya hanya berharap ada penyelesaian diluar yang tidak merugikan satu sama lainnya,tapi ibaratnya satu sakit akan terasa sakitnya dengan lainnya ungkapnya,ungkapnya kepada Metropost.
Hingga berita ini diturunkan didapat informasi diduga M telah mecoba menjanji kepada yang menjadi korban penipuannya H.Iwan dengan akan mengembalikan uang yang telah diambil dengan mencicil sedikit demi sedikit,selain itu M juga harus mempertanggung jawabkan kasus Pemalsuan Sertifikat Pelatihan Security yang diduga dilakukannya terhadap 3 warga di Pangkep lainnya baru-baru ini.
Pihak Kejari dan Kepolisian seharusnya mengusut kasus ini hingga selesai dan menetapkan status hukum yang harus dijalani oleh M terlebih adanya dugaan Pemalsuan 3 Sertifikat Pelatihan Security dimana para korbannya dibebankan biaya 1,5 juta X 3 orang = 4,5 juta yang diharapkan juga bisa terungkap dalam waktu dekat ini (Tim Sul – Sel)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah