Headlines News :
Home » » Awas, Banjir Lahar Dingin Sisi Barat Merapi

Awas, Banjir Lahar Dingin Sisi Barat Merapi

Written By mas_eko_keren on Sabtu, 10 Desember 2011 | 14.20


Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mengingatkan masyarakat Yogya untuk mewaspadai hujan lokal yang terjadi di wilayah mereka selama sepekan terakhir ini.

Hujan lokal dengan intensitas sedang dalam kurun waktu 2-3 jam di Yogya, dinilai berpotensi menyebabkan banjir lahar dingin. “Hujan lokal di kawasan puncak Merapi bisa menyebabkan banjir lahar dingin,” kata Kepala BPPTK Yogyakarta, Subandriyo, Selasa 22 November 2011.

Ia menjelaskan, kejadian hujan lokal di puncak Merapi sudah terbukti menyebabkan banjir lahar dingin, khususnya yang mengarah ke sisi barat Merapi, yaitu melewati sungai-sungai yang berhulu di Merapi seperti Sungai Putih, Apu, Pabelan, atau Sungai Krasak.

“Potensi terjadinya banjir lahar dingin memang mengarah ke barat (Kabupaten Magelang), karena material Merapi lebih halus dan banyak abunya, sehingga mudah terbawa oleh air,” kata Subandriyo.

Lebih lanjut, ia menyatakan, dengan peralatan early warning system yang dimiliki BPPTK untuk memantau banjir lahar dingin, potensi banjir lahar dingin dapat dipantau secara visual karena perlengkapan itu dilengkapi kamera, sehingga informasi dapat langsung dikirim ke instansi terkait bahkan dapat diakses langsung oleh masyarakat.

“Namun sayangnya, meski ada peringatan dini bagi para penambang pasir soal banjir lahar dingin ini, banyak yang mengabaikannya, sehingga kejadian truk pasir dihantam banjir lahar dingin masih terjadi,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta, Toni Agus Wijaya, menyatakan bahwa dalam satu pekan ini, kawasan Yogyakarta dilanda gangguan cuaca berupa adanya pertemuan angin di wilayah Yogyakarta, sehingga terjadi hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang.

“Akibatnya beberapa daerah di Yogyakarta terjadi pohon tumbang. Banjir lahar dingin bahkan terjadi di Kali Putih,” kata dia. Puncak hujan, lanjutnya, akan berlangsung bulan Januari hingga Februari, sehingga pada bulan tersebut curah hujan dapat mencapai 100 milimeter dan sangat berpotensi menyebabkan banjir lahar dingin.

“Masyarakat harus waspada pada puncak musim penghujan mendatang. Apalagi untuk mereka yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di Merapi,” kata dia.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah