Headlines News :
Home » , » Bangkai Kapal Imigran Terdampar di Nusa Barong-Australia Bantu Cari Imigran PDF

Bangkai Kapal Imigran Terdampar di Nusa Barong-Australia Bantu Cari Imigran PDF

Written By mas_eko_keren on Rabu, 21 Desember 2011 | 11.40


JEMBER – Bangkai kapal yang diduga digunakan lebih dari 200 imigran berlayar ke Australia dari Popoh, Kabupaten Tulungagung,Sabtu (17/12),ditemukan terdampar di sebelah barat Pulau Nusa Barong, Kabupaten Jember, kemarin. Kapal tersebut ditemukan nelayan Desa/Kecamatan Puger, Kabupaten Jember,dalam kondisi rusak parah. ”Untuk nama kapal dan nomor lambung masih belum kita ketahui,namun sepertinya tidak ada nomor dan namanya.

Besok pagi rencananya kami akan melanjutkan pemeriksaan kapal tersebut,”kata Kapolres Jember AKBP Samudi, kemarin. Bangkai kapal yang menurut nelayan Pantai Popoh,Tulungagung, adalah kapal feri, ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB.Petugas menerima informasi dari nelayan bahwa ada kapal tenggelam di Selat Kamal Timur Selatan, Nusa Barong. Kapal itu mengapung 6 mil dari tepi pantai pada titik kordinat 08 27’ 550” Lintang Selatan dan 113 27’ 982” Barat Tenggara.

Kapal lantas ditarik Hingga hari keempat pencarian korban kapal tenggelam di perairan selatan pantai Prigi, Trenggalek, total sudah 47 orang berhasil diselamatkan. Diperkirakan masih ada ratusan imigran yang tenggelam di laut selatan.Polres Jember, SAR dan Polairud serta relawan terus melakukan pencarian korban tenggelam. Proses ini dibantu Pemerintah Australia,dan satu kapal milik TNI AL di perairan Puger. Upaya pencarian juga dilakukan di Kabupaten Malang,dan sepanjang pesisir pantai Kabupaten Tulungagung,Trenggalek, dan Pacitan.

Tim SAR menyisir kawasan Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang. Arus laut ke arah timur diperkirakan membawa para korban ke kawasan pesisir pantai Malang Selatan. ”Kami menyisir sepanjang pantai di Kabupaten Malang,” kata petugas PMI Kabupaten Malang, Budi Utomo. Demikian juga penyisiran tim SAR di sepanjang pantai Prigi, hingga Blitar.Petugas tidak menemukan apa-apa.

Tim lantas fokus hingga perbatasan Kabupaten Pacitan. Dalam pencarian itu,menurut Kepala Kantor SAR III Surabaya Sutrisno, SAR mendapat bantuan dari pemerintah Australia. Sebuah kapal perang HMAS Ararat dan pesawat jenis Hercules melakukan pencarian mulai perairan Banyuwangi hingga Kabupaten Malang. ”Siang tadi kapal asing itu melintas di Malang dan laporannya mereka juga tidak menemukan apa-apa,” ujarnya.

Terpisah, Kantor Imigrasi Kelas II Jember memastikan jika satu dari lima imigran yang diinapkan di Hotel Sulawesi, Jember, memiliki paspor. Sementara delapan lainnya mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara Kabupaten Lumajang. Kelima imigran yang tinggal sementara di Hotel Sulawesi itu yakni Akbar Salamati, 34, asal Iran,Mehdy Muntaziri, 17, asal Afghanistan, Zaki Husein,12, asal Afghanistan, Abid Ali,16, asal Afghanistan, dan Mojtaba,23,asal Iran.

Untuk pemilik paspor bernama Akbar Salamati bin Niaz Ali warga Negara Iran.Akbar lahir pada 24 Mei 1977 di Shirvan Chadavol, Iran. Kepala Imigrasi Rustham Effendi mengatakan,Akbar datang secara sah dengan visa kedatangan. Paspor ditemukan dalam kondisi basah sehingga data mengenai kedatangannya terhapus.Selain itu,dua di antara mereka ternyata memiliki nomor register pengungsi dari UNHCR. Keduanya, Mehdy dengan nomor 186- 11C00272 dan Abid Ali bernomor 186-11C01151.

Seorang imigran, Mohammad Mehdi Muntaziri me-nuturkan, kepergian para imigran menuju ke Australia untuk mencari kehidupan lebih baik. Biaya perjalanan menuju Negeri Kanguru sebesar USD4.000. ”Uang itu yang minta pak bos namanya Ramzam atau bisa dipanggil Joya. Juga ada Syed Abbas Azaid yang sekarang ada di penjara Cikini Jakarta,” akunya.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kendati sudah memeriksa sejumlah saksi, Polda Jatim belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka musibah dalam kasus tenggelamnya kapal pengangkut ratusan imigran gelap asal Timur Tengah di perairan Prigi. Empat orang nelayan pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung yang diperiksa di Polres Tulungagung, hingga kini masih sebagai saksi.

Keempat orang warga setempat itu diduga terlibat dalam proses pengangkutan para imigran asal enam negara menuju Prigi Trenggalek. ”Belum ada tersangka. Semua masih sebagai saksi,”ujar Wakapolda Jawa Timur Brigjen Polisi Eddi Sumantri kepada wartawan. Mengacu hasil pemeriksaan Roni Wijaya, 34 dan Joko, 20, sejak Senin (19/12), dan kakak beradik Bambang, 40, dan Nuri, 35, selaku pemilik kapal nelayan Barokah mulai Selasa (20/12), Wakapolda Eddi tidak membantah jika ratusan imigran asal Iran, Irak,Afghanistan, Turki, Arab Saudi dan Pakistan itu berlabuh dari pelabuhan ikan Popoh.

Orang-orang dengan gestur rupa bangsa Semit ini tiba di Popoh, Sabtu (17/12), dengan diantar empat bus yang bertolak dari Jakarta. Dengan sebuah kapal pencari ikan milik Bambang, mereka diantar menuju Feri (kapal ini diduga terdampar di perairan Nusa Barong) berlantai tiga yang sudah menunggu tak jauh dari pinggir pantai. ”Berdasarkan keterangannya memang demikian.

Namun masih akan kita dalami lagi,”katanya. Yang sedikit aneh, dari Ibu Kota, empat bus yang sampai kini belum diketahui PO dan nopolnya melaju tanpa hambatan. Banyaknya orang asing yang menjadi penumpang serta perjalanan di tengah malam tidak satupun memancing reaksi aparat kepolisian di setiap daerah yang dilintasi.Bagi Wakapolda Eddi, hal itu sebagai sesuatu yang wajar.

”Wajar kan jika seorang asing datang ke tempat wisata.Saya pun pernah ke Popoh pada malam hari,” paparnya. Soal dua orang nelayan di pantai Sendang Biru Kabupaten Malang, Brigjen Eddi belum bisa memastikan keterlibatannya. Kedua orang tersebut, Ronald, 26, dan Rivan, 24, dalam pengawasan Polres Malang. Mereka mengaku sebagai nelayan asal Kota Ba’a, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua pria ini diduga bagian dari rombongan kapal imigran asal Afganistan yang tenggelam di Perairan Trenggalek, Sabtu (17/12) lalu. Saat dirawat di RSUD Kepanjen, Kanjuruhan,Kabupaten Malang,keduanya dikawal dua petugas bersenjata laras panjang. ”Kita masih selidiki dan kita dalami,”ujar Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah