Headlines News :
Home » , » Banjir rob kembali menggenangi Jakarta Utara.

Banjir rob kembali menggenangi Jakarta Utara.

Written By mas_eko_keren on Jumat, 23 Desember 2011 | 11.45


Banjir rob kembali menggenangi Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara. Akibatnya terjadi kemacetan panjang, karena kendaraan harus melintas dengan perlahan. Kemacetan ini berdampak pada aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok yang terganggu.

Genangan air yang membanjiri Jalan RE Martadinata mencapai ketinggian antara 30 cm hingga 50 cm. Menurut Ratno, Sopir truk peti kemas yang melintas menyebutkan, genangan air terjadi sejak kemarin.

"Sudah sejak kemarin banjir rob ini. Tapi memang hari ini paling parah. Biasanya banjir dari pagi dan siang udah surut. Tapi hari ini selain semakin tinggi juga lama surutnya," ucapnya kepada Sindonews di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (22/11/2011).

Para sopir yang melintas di Jalan RE Martadinata mengaku mengalami banyak kerugian. Selain waktu tempuh yang bertambah, mereka juga harus merogoh kocek lebih untuk menambah bahan bakar karena ada pengalihan jalan.

"Karena sopir truk harus memutar dari Jalan Sunter melintasi Jalan Yos Sudarso untuk sampai ke Terminal Peti Kemas Tanjung Priok. Jika seperti ini uang jalan sopir jadi berkurang untuk membeli solar," ungkapnya kesal.

Menanggapi banjir rob musiman ini, Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Mukri Priatna mengatakan, hal ini disebabkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta.

Berdasarkan data Walhi, RTH yang ada di Kota Jakarta tersisa sekitar 9 persen. Kian susutnya ruang terbuka hijau itu tidak hanya berakibat rob atau banjir semata, namun juga menurunnya permukaan tanah.

"Parahnya lagi RTH yang sudah ada sejak tahun 2000 silam makin berkurang terus setiap tahunnya. Lihat daerah Kelapa Gading Jakarta Utara, dahulu diperuntukkan untuk area peresapan air, namun kini menjadi tempat sentra bisnis," ungkapnya.

Sementara di Rencana Tata Ruang dan Wilayah DKI Jakarta 2000-2010, Pemprov DKI Jakarta mengklaim ruang hijau masih sekitar 13 persen. Walau memiliki perbedaan data RTH, Mukri menegaskan, idealnya ruang terbuka hijau sebuah kota besar seperti Jakarta itu 30 persen dari luas kota.

Menjelang pergantian pemimpin Ibu Kota negara ini, maka menggenjot luas ruang hijau di Jakarta merupakan tugas utama Gubernur DKI Jakarta mendatang.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah