Headlines News :
Home » , , , » Bumi Makin Rawan Polusi, Ibu Negara Pelopori Perempuan, Tanam 54 Juta Pohon

Bumi Makin Rawan Polusi, Ibu Negara Pelopori Perempuan, Tanam 54 Juta Pohon

Written By mas_eko_keren on Sabtu, 03 Desember 2011 | 11.32


Karawang - Sesuai perkembangan zaman, kondisi bumi semakin rawan polusi. Ruang hijau semakin langka, terutama di perkotaan. Padahal, ruang hijau sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, termasuk manusia. Dibutuhkan usaha keras untuk menghijaukan bumi kembali, salahsatunya dengan menanam pohon.
Penanaman pohon dilakukan oleh seluruh masyarakat, tak terkecuali perempuan. Salahsatunya melalui Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) yang dipelopori oleh Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono.
Jumat (2/12), Ibu Negara menghadiri acara puncak 2011 GPTP di Situ Cipule, Desa Mulyasari, Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Acara puncak tersebut ditandai dengan penanaman pohon dan penebaran benih ikan Nila. Sampai dengan November tahun ini, GPTP berhasil menanam 54 juta batang pohon di seluruh Indonesia sejak program ini diluncurkan empat tahun lalu.
Dalam sambutannya, Ibu Negara menjelaskan bahwa yang dikampanyekan oleh GPTP sangat relevan dengan kondisi perkotaan yang rawan polusi. “Kita semua membutuhkan ruang terbuka hijau, tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga untuk daerah resapan air, menyerap CO2 dan mengeluarkan O2, daur oksigen,” kata Ibu Negara.
Ibu Ani adalah penggagas GPTP yang saat ini sudah berjalan selama empat tahun dan merupakan bagian dari program pemerintah Tanam 1 Miliar Pohon. Dalam acara itu, Ibu Ani sendiri, yang didampingi Ibu Herawati Boediono menanam pohon Kenari, sedangkan Ibu Herawati menanam pohon Melinjo. Selain menanam pohon, Ibu Ani juga secara simbolis menebar 500 ribu bibit ikan Nila di Situ Cipule.
Lebih lanjut, Ibu Ani meminta kepada para gubernur dan bupati untuk dapat mengatur pembangunan di sekitar sungai, situ maupun danau dengan baik. “Jangan biarkan terjadi pembangunan yang tidak terkendali,” katanya.
Kepada Bupati Karawang, Ibu Ani mengingatkan untuk memerhatikan kondisi MCK (mandi cuci kakus) dari masyarakat di sekitar Situ Cipule. Ibu Ani menekankan pentingnya untuk terus diupayakan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi membuat toilet-toilet di pinggir sungai.
“Menurut saya caranya adalah, kita berikan sosialisasi kepada mereka untuk membuat WC-WC di rumah mereka masing-masing. Kalau tidak mungkin, barangkali ada WC bersama dan dijaga kebersihannya bersama,” Ibu Ani mengusulkan.
Usai sambutan Ibu Negara, para undangan dihibur oleh dua lagu dari Iwan Fals yang bertema lingkungan hidup. Acara diakhiri dengan peninjauan pameran ketahanan pangan dan diversifikasi pangan. Hadir pada acara puncak GPTP 2011 tersebut, antara lain Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengutarakan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa mendaur ulang oksigen. “Jadi, apa yang dilakukan perempuan yang dipelopori oleh Ibu Negara ini merupakan langkah mitigasi gas global. Karena hingga saat ini belum ada yang bisa menciptakan teknologi daur ulang oksigen dan yang bisa hanya pohon, ” ungkapnya.jr
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah