Headlines News :
Home » , » Dua Jasad Gurandil,Ditemukan

Dua Jasad Gurandil,Ditemukan

Written By mas_eko_keren on Senin, 05 Desember 2011 | 11.40

Nanggung - Dua jasad penambang emas ilegal (Gurandil) yang hanyut di Sungai Cikaniki, Jumat (2/12) lalu berhasil ditemukan Tim Emergency Respon Goup (ERG) dari PT Antam Pongkor bersama Bogor SAR Community, dan petugas Polsek Nanggung, Minggu (4/12).
Korban bernama Apud Sujana dan Suwandi, warga Kampung Legok Inpres dan Legok Jampang, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor ditemukan, setelah tiga hari hanyut terseret arus Cikaniki. Sebelumnya, mereka menyeberangi Sungai Cikaniki, seusai menambang emas liar di Kampung Pabangbon, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung.
Derasnya arusnya sungai membuat dua penambang liar itu terseret dan dinyatakan hilang selama beberapa hari. Petugas Polsek Nanggung, Tim ERG, dibantu warga setempat akhirnya berhasil menemukan dua jasad korban itu.
“Setelah lima hari penyarian, akhirnya kami berhasil menemukan dua jasad korban. Sepuluh anggota Polsek dibantu tim ERG dari PT Antam Pongkor, dan Bogor SAR Community kami kerahkan untuk membantu proses penyarian jasad korban,” kata Kapolsek Nanggung, AKP Musimin.
Abdul Mukti, Kasie Trantib Kecamatan Nanggung menambahkan, derasnya arus sungai membuat tim kesulitan melakukan evakuasi. Meski demikian, hal itu tak membuat tim patah semangat. “Penyarian sempat tertunda akibat cuaca pada saat itu sedang diguyur hujan, sehingga arus sungai cukup deras,” jelasnya.
Seperti diberitakan harian ini, tujuh penambang emas liar (gurandil) yang biasa menyari nafkah di Pongkor, Kabupaten Bogor terseret air bah di Sungai Cikaniki, Kabupaten Bogor, Jumat (2/12). Beruntung, lima penambang liar bisa diselamatkan, sedangkan dua korban lainnya ketika itu belum ditemukan, yakni kakak beradik, Suwandi dan Apud. Lima gurandil yang selamat, yakni Yandi, Wanda, Warna, Anid, dan Anim.
Menurut Wanda, warga Kampung Legok Jampang RT 04/RW 08 Desa/Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, peristiwa terjadi saat dia dan enam saudaranya sesama gurandil selesai menambang emas di area PT Aneka Tambang Pongkor.
“Kami hendak pulang ke rumah seusai menambang, tapi saat menyeberangi Sungai Cikaniki, tiba-tiba air bah datang dan menghanyutkan kami,” kata Wanda.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah