Headlines News :
Home » , » Hadapi Paceklik, Harga Beras Akan Terus Tinggi

Hadapi Paceklik, Harga Beras Akan Terus Tinggi

Written By mas_eko_keren on Senin, 05 Desember 2011 | 19.01

YOGYA – Pada musim paceklik seperti ini, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY mengakui adanya penurunan produktivitas beras karena mundurnya masa tanam menjadi November. Kepala Bulog Divre DIY, Darsono Imam Yuwono mengatakan, kalau biasanya bulan Oktober petani sudah bisa menikmati panen, kali ini petani harus bersabar menunggu panen hingga Maret.


Karenanya, harga beras di tingkat petani, penggilingan, pedagang besar hingga pedagang kecil masih terbilang tinggi lantaran persediaan memang terbatas untuk pasokan beras lokal. "Barangnya sudah susah dan harganya sudah tinggi di petani jadi mana mau petani menjual ke kami yang tidak mampu membeli dengan harga tinggi," katanya pada Sabtu (03/12/2011).


Ia berpendapat, selain karena musim, penurunan produktivitas padi juga terjadi karena adanya penurunan luas areal panen tahun 2011 ini. Dari data BPS lahan pertanian pada tahun 2011 ini turun sebesar 2.003 hektar atau 91,87 persen. BPS melaporkan, luas panen padi tahun 2010 lalu mencapai 106.907 hektar, dan hanya diperkirakan tahun ini hanya mencapai 104.904 hektar.


Dari penurunan areal pertanian ini, diprediksi produktivitas tanaman padi pun ikut menurun sebesar 1,85 kwintal per hektar atau 3,06 persen dari 60,50 kwintal/hektar tahun 2010 menjadi 58,65 kwintal per hektar tahun 2011 ini. Turunnya lahan panen dan produktivitas padi tahun 2011 ini lebih disebabkan karena musim kemarau yang cukup panjang tahun 2011. "Saat ini DIY mengalami musim paceklik, panen masih ada tapi kecil," imbuhnya. (*)tr
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah