Headlines News :
Home » , » Ical Pertahankan Syamsul Arifin

Ical Pertahankan Syamsul Arifin

Written By mas_eko_keren on Rabu, 21 Desember 2011 | 11.43


MEDAN – Posisi Syamsul Arifin sebagai pucuk pimpinan di Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) belum tergoyahkan,walaupun hukumannya terkait kasus korupsi diperberat pengadilan tinggi menjadi empat tahun.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan, partainya tetap mengakui Syamsul sebagai ketua DPD nonaktif dan mempertahankan posisi pelaksana tugas (plt) Andi Achmad Dara. “Sekarang masih ada pelaksanatugas( plt).Masihakandipertahankan,” katanya pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke 47 yang diadakan DPD Partai Golkar Sumut di Hotel Polonia Medan,Senin (19/12).

Ical-sapaan akrab Aburizal Bakri- juga menegaskan,mereka belum ada mengarahkan pembicaraan sampai kapan Syamsul akan dipertahankan. Karena Partai Golkar hanya akan fokus untuk merebut suara pemenangan pemilu, khususnya di Sumut. Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Fernanda Putra Adela mengatakan, Partai Golkar tidak akan berani begitu saja membuang Syamsul Arifin meskipun terbukti bersalah atas kasus korupsi.

Tidak bisa dipungkiri peran Syamsul dalam pemenangan Pemilu 2014, bahkan untuk kepentingan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2013 masih cukup kuat. “Karena itu posisinya tetap digantung sebagai ketua nonaktif agar tetap berada di Golkar,” ujarnya. Kuatnya pengaruh Syamsul bisa dilihat dengan kepemimpinan di Sumut saat ini yang belum sepenuhnya bisa diambil alih oleh Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Artinya, Syamsul masih mengakar di kalangan birokrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Sumut sehingga untuk melakukan mutasi pun tidak sembarangan bisa dilakukan Gatot. Belum lagi figur Syamsul yang masih terbilang familiar di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Bahkan, dikabarkan selama di tahanan Syamsul masih banyak menerima tamu yang datang silih berganti memberikan kabar tentang perkembangan di Sumut. “Tentu ini potensi yang tidak bisa dibuang begitu saja oleh Golkar,”ujar Fernanda.

Sementara itu, terkait Pilgubsu 2013 dan Pemilu 2014, Ical meminta seluruh kader di Sumut harus bisa merebut kembali kejayaan partai berlambang pohon beringin ini. Diharapkan tidak ada lagi kubukubu di tubuh Golkar dan semua kader harus bersatu menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. “Apa yang dikehendaki rakyat, itulahyang disuarakan.Kalau semuanya bersatu dengan prinsip seperti itu, maka akan lebih mudah meraih suara lagi,”ujarnya.

Apalagi, sesuai dengan hasil rapatpimpinannasional(rapimnas) Golkar beberapa waktu lalu, seluruh kader diminta untuk mengembangkan program karya-mengaryakan dalam hal kepentingan masyarakat. “Semua yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat harus diutamakan, terlebih lagi jika ingin maju pada pemilihan gubernur mendatang, ”ucapnya.

Meskipun saat ini Partai Golkar belum menentukan satu nama yang akan menjadi perwakilan,namun sesuai Petunjuk Pelaksana (Juklak) No 06 Partai Golkar, pemilihan dilakukan berdasarkan survei di tingkat masyarakat. Jadi, apabila ada kader yang ingin dipilih, harus sering-sering berhubungan langsung dengan masyarakat. “Kalau dari survei ternyata masyarakat tidak mengenal, tentu tidak akan dipilih menjadi perwakilan dari Golkar,” ujarnya.

Ketika disinggung dengan pilihan kader internal atau eksternal yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2013 mendatang, Ical mengaku belum bisa memutuskannya.Sebab,hal itu belum dibicarakan di tingkat partai. “Belum lagi, nanti itu,” katanya. Persoalan Pilgubsu 2013 ditegaskan dia,saat kegiatan pembagian sembako di HUT Partai Golkar di Lapangan Merdeka, kemarin.

Kader diminta tidak hanya membuktikan kesiapan dengan kata-kata, tapi dengan kerja keras. “Jangan sampai muncul ego pribadi yang justru akan melemahkan partai. Perbedaan harus dituntaskan begitu pilkada usai.Jangan sampai melemahkan partai menuju Pemilu 2014,”imbuh dia.

Menurut Ical, siapa pun yang menang dalam Pilgubsu harus didukung, meskipun bukan yang diusung Golkar. Sebaliknya jika Golkar yang menang, maka harus dapat merangkul semua calon yang kalah. Tidak boleh ada perpecahan sedikit pun. Sementara itu, Plt Ketua DPD Golkar Sumut Andi Achmad Dara mengatakan, mereka akan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat paling rendah untuk meraih keberhasilan Golkar pada era lalu.

Perekrutan juga terus dilakukan sambil melakukan revitalisasi organisasi secara menyeluruh. “Kami siap melaksanakan seluruh amanat rapimnas yang sudah dilakukan di tingkat pusat dan siap dilaksanakan di tingkat daerah. Sebanyak 600.000 kader akan direkrut pada tahun ini,”ucapnya. Dengan banyaknya kader, lanjut dia, pihaknya optimis bisa meraih kemenangan.Saat ini saja Golkar sudah menguasai 54% suara baik di tingkat kabupaten/kota.

Anggaran Wajib Belajar dari Subsidi BBM

Aburizal Bakrie akan terus memperjuangkan gratis wajib belajar 12 tahun melalui Fraksi Partai Golkar di DPR. Sebab, hal itu sangat mungkin terwujud jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik dialihkan untuk yang lebih tepat sasaran. “Sedikit-sedikit kita lakukan agar bisa tercapai wajib belajar 12 tahun gratis,” katanya kepada wartawan di Lapangan Merdeka,Medan,kemarin.

Menurut dia, sangat sederhana untuk merealisasikannya karena hanya dibutuhkan dana sekitar Rp24 triliun untuk menggratiskan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK. Pemerintah bisa mengalokasikan dana subsidi BBM dan listrik yang selama ini tidak tepat sasaran.

Dalam perhitungannya, subsidi BBM dan listrik setiap tahunnya dikeluarkan sekitar Rp257 triliun.Sedangkan yang menikmati subsidi tersebut 70% di antaranya masyarakat menengah ke atas.Tentu subsidi seperti itu sangat tidak tepat sasaran dan tidak dinikmati masyarakat miskin. Jika subsidi sebesar Rp257 triliun tersebut diambil 70% untuk membiayai wajib belajar sembilan tahun,maka akan diperoleh anggaran sekitar Rp179 triliun.

Tentu anggaran tersebut sudah lebih dari cukup untuk membiayai pendidikan gratis hingga tingkat SMA/SMK. Banyak lagi yang dibutuhkan untuk subsidi tepat sasaran. Semua itu dibutuhkan intervensi pemerintah agar subsidi bisa menyejahterakan masyarakat miskin
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah