Headlines News :
Home » » Kasus DBD di Jakbar Menurun

Kasus DBD di Jakbar Menurun

Written By mas_eko_keren on Selasa, 13 Desember 2011 | 22.58

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat selama Januari hingga pertengahan Desember tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu..” Kondisi ini tidak lain berkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terutama dalam melakukan gerakan PSN setiap Jum’at . “ kata Parwathi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Selasa (13/12)..
Menurut Parwathi pemantauan para pejabat termasuk Walikota dan Wakil Walikota Jakarta Barat ke wilayah dengan gerakan PSN yang dilakukan masyarakat sangat mendukung menurunnya kasus DBD.
Parwathi mengatakan berdasarkan laporan dari rumah sakit dan Puskesmas di Jakarta Barat jumlah ..warga yang diduga terkena kasus DBD di wilayah Jakarta Barat selama Januari hingga pertengahan Desember 2011 tercatat sebanyak 1.601 kasus. Namun setelah dilakukan PE ( Penyelidikan Epidemologi) ke lapangan tercatat sebanyak 1.166 kasus yang positip DBD, sedangkan 435 kasus lainnya bukan DBD misalnya penyakit typus yang juga mengalami demam dan panas yang tinggi dan penyakit lainnya yang diduga sebelumnya sebagai penyakit DBD..
Dari sebanyak 1.166 kasus DBD tersebut setelah diteliti lagi, sebanyak 673 kasus diantaranya berasal dari luar karena faktor mobilitas , sedangkan yang benar-benar sumber penularannya berasal dari wilayah Jakarta Barat tercatat sebanyak 493 kasus atau sekitar 43 persennya.
Parwathi mengatakan penurunan jumlah kasus DBD di Jakarta Barat tahun 2011 terlihat drastis pada awal 2011 masih tercatat ada daerah merah .Pada Januari 2011 tercatat 286 kasus yang diduga DBD, pada Februari menurun menjadi 173 kasus, pada Maret 199 kasus, pada April turun lagi menjadi 123 kasus, Mei 120 kasus, Juni 124 kasus, Juli naik lagi 132 Agustuius 139, September turun lagi menjadi 109 kasus, selanjutnya Oktober turun lagi menjadi 95 kasus, Noveber 88 kasus dan selama 1 Desember – 12 Desember tercatat 16 jkasus.. “ Selama beberapa bulan terakhir tak ada lagi di wilayah Jakarta Barat yang termasuk daerah merah DBD. Diharapkan sampai akhir Desember jumlah itu terus menurun.,” ujarnya.
Pada tahun 2010 selama Januari tercatat 238 kasus, Februari naik menjadi 359 kasus, Maret naik lagi 569 kasus, April naik lagi mebnjadi 614 kasus seklanjutnya menurun lagi dan terakkhir pada November 2010 sebanyak 376 kasus lebih tinggi dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2011 yang hanya 88 kasus. Pada Desember 2010 tercatat sebanyak 334 kasus sedangkan ;pada Desember tahun ini sampai dengan tanggal 12 tercatat hanya 16 kasus.
Menurut Parwathi dari sebanyak 1601 kasus yang diduga DBD di Jakarta Barat pada tahun 2011 menurun dibandingkan dengan kasus yang diduga DBD pada tahun 2010 sebanyak 4.858 kasus . “Mudah-mudahan ini pertanda baik dan seterusnya bisa dipertahankan ,” ujarnya..
Selain itu, kata Parwathi selama tahun 2010 tercatat lima orang meninggal dunia karena kasus DBD sedangkan tahun 2011 selama Januari hingga pertengahan Desember tidak ada korban meninggal dunia.
Parwathi berharap sampai dengan Januari 2012 kasus DBD di Jakarta Barat terus menurun karena curah hujan yang cenderung meningkat sehingga tidak ada kesempatan jentik-jentik nyamuk berkembang .
Berdasarkan data yang dihimpun, kata Parwathi
Parwathi mengatakan menurunnya kasus DBD tahun ini bukan hanya di Jakarta Barat melainkan juga dialami di empat wilayah kota dan satu kabupaten Kepulauan Seribu di DKI Jakarta .
Parwathi mengtakn meski DBD tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu, namun pihaknya tetap meminta kepada masyaerakat untuk tetap mewaspasdai kasus DBD. “ Sesuai dengan anjuran Walikota Jakarta Barat, H. Burhanuddin diharapkan masyarakat tetap meningkatkan gerakan PSN setiap Jum’at agar wilayah Jakarta Barat aman dari DBD,” ujarnya
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah