Headlines News :
Home » , » MANTAN KADES HAERUDDIN RASYID LAYAK JADI TERSANGKA

MANTAN KADES HAERUDDIN RASYID LAYAK JADI TERSANGKA

Written By mas_eko_keren on Selasa, 06 Desember 2011 | 18.12

Pangkep,
Segenap Elemen masyarakat Desa Alesipitto Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep mengharapkan Kepolisian Resor Pangkep atau kejaksaan segera memeriksa mantan Kepala Desa Alesipitto Haeruddin Rasyid, karena terindikasi melakukan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2009 silam,atas laporan ini.
Berdasarkan hasil investigasi tim pencari fakta oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Pencari Fakta Republik Indonesia (LSM KIPFA – RI) Kabupaten Pangkep, ditemukan adanya penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2009 sebesar 170 juta rupiah lebih,yang dilakukan mantan Kepala Desa Alesipitto Haeruddin Rasyid.
Sesuai rencana awal, Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2009 yang dikucurkan Desa Alesipittto sebesar Rp. 170.063.565.- direncanakan untuk kegiatan fisik sebesar Rp. 119.044.495.- sedang untuk biaya operasional sebesar Rp. 51.019.069.- Ternyata kegiatan fisik yang dikerjakan meliputi pembuatan pagar senilai Rp. 24.000.000.- pembangunan pos ronda Rp. 7.000.000.- serta pembuatan MCK sebesar Rp. 11.000.000.- ditambah biaya pembelian 2 (dua) buah meja sebesar Rp. 7.500.000.- sehingga total biaya kegiatan fisik sebesar Rp. 49.500.000.-
Sedang untuk biaya operasional untuk 11 perangkat desa, honorer dan tenaga sukarela hanya mencapai Rp. 18.000.000.- dengan rincian insentif 5 orang tenaga honorer masing-masing Rp. 300.000.-/orang per bulan atau sekitar Rp. 3.600.000.-dikali 5 orang.- Sementara tenaga sukarela tidak menentu insentifnya. Tiga orang Kepala Dusun memperoleh insentif TPAD (tunjangan perangkat desa) masing-masing A. M. Ridwan Rp. 620.000.-/tahun, Dg. Ngati Rp. 620.000./tahun dan Wa’ Kade Rp. 620.000.-/tahun. Ditambah biaya lainnya yang keseluruhannya mencapai Rp. 18.000.000.- berarti keseluruhan biaya operasional yang dikeluarkan mantan Kepala Desa Alesipitto, Haeruddin adalah sebesar Rp. 36.000.000.-
Bila dikalkulasi untuk kegiatan fisik dari target Rp. 119.044.495.- yang dipergunakan hanya sebesar Rp. 49.500.000.- berarti terdapat selisih Rp. 60.000.000.- sedang biaya operasional dari dana yang tersedia sebesar Rp. 51.019.069.- yang dikeluarkan hanya sebesar Rp. 36.000.000.- yang berarti terdapat selisih sebesar Rp. 15.000.000.- lebih. Mantan Kepala Desa Alesipitto, Haeruddin sangat diduga melakukan tindakan korupsi sekitar 90 juta an rupiah.
Menurut sumber, setiap kegiatan pembangunan yang hendak dikerjakan oleh oknum mantan Kepala Desa Alesipitto, Haeruddin Rasyid, memang selalu dimusyawarahkan lewat musrembang. Namun, hasil musyrembang dilaksanakan tidak sesuai peruntukkannya.
Mantan Kepala Desa Alesipitto, Haeruddin Rasyid sendiri terkesan amat tertutup kepada warga sewaktu menjabat. Semua informasi rencana kegiatan pembangunan sangat tidak transparan alias disembunyikan. Kondisi semacam ini sungguh sangat disesalkan hingga menimbulkan kasus. (Tim Sul-sel).
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah