Headlines News :
Home » , » Oknum PNS Deperindag Makasar jadi calo dan Beking Gudang kangkangi Peda 93

Oknum PNS Deperindag Makasar jadi calo dan Beking Gudang kangkangi Peda 93

Written By mas_eko_keren on Selasa, 06 Desember 2011 | 18.03

Inilah kasus baru yang boleh dikata tak diduga-duga muncul kepermukaan,setelah kinerjanya dinilai buruk,berkasus,dan melanggar dari aturan dengan keberaniannya tersebut sempat juga melecehkan jurnalis dari gelagatnya membuat kasusnya mengarah Wakil Walikota Makassar Supomo Guntur sebagai ketua Tim penindak masalah pergudangan dikota Makassar

"Silahkan konfirmasi kepimpinan tentang apa yang kalian temukan",kata oknum Disperindag ini yang belakangan diketahui bernama Yunus saat kedapatan membeckingi pengusaha yang memiliki tempat gedung penyimpanan barang dimana tidak ada aktifitas jual beli alias tertutup ditinggal penghuninya.

Tak hanya itu ternyata profesinya sebagai pegawai Disperindag dipergunakan untuk menjadi calo atau pengurus serta perantara surat izin usaha para pengusaha yang memiliki tempat usaha untuk penyimpanan barang, dimana dalam aturan perizinan sendiri bahwa dalam pengurusan surat izin tidak boleh diwakili oleh orang lain, namun diberi contoh sendiri oleh oknum Disperindag ini.
Hal ini sendiri terungkap ketika salah seorang pengusaha pemilik Toko Tanjung di persimpangan jl.Irian yang dikonfirmasi beberapa jurnalis tentang keberadaan tempat lokasi penyimpanan barang tokonya yang terpisah dijalan Kalimantan tanpa penghuni, sang pemilik menunjuk Yunus sebagai beckingnya dengan meneleponnya langsung dan mengatakan bahwa ada beberapa jurnalis datang ketempatnya untuk mempertanyakan tentang keberadaan lokasi penyimpanan barangnya dijalan Kalimantan

Oknum Disperindag ini sendiri menyadari bahwa dirinya sebagai becking pengusaha tersebut dengan langsung menghadapi konfirmasi pertanyaan para jurnalis ‘’ini bukan toko tapi penyimpanan barang dimana jelas tidak terjadi akses jual beli dan hanya tempat penyimpanan barang semata,dan mengapa bapak yang berbicara’’,’’apa hubungannya masalah ini dengan jurnalis,saya yang menguruskan surat izinnya’’ jawabnya.
Hal ini dibenarkan pemilik Toko Tanjung bahwa dia yang mengurus surat perizinan usahanya,untuk memperjelas bahwa oknum Yunus adalah beckingnya sekaligus calo pengurusan surat izin usahanya,untuk itu beberapa jurnalis disuruh menunggu dilokasi Toko Tanjung untuk menunggu kedatangannya oleh oknum Disperindag tersebut,benar saja oknum Yunus datang dan menemui para jurnalis dan mengatakan

‘’silahkan angkat pemberitaan kasi baca Wakil Walikota Supomo Guntur mengenai masalah ini’’,seperti contoh telah melemahkan orang kedua dikota Makassar ini dan telah siap berhadapan dengannya, seolah-olah bahwa Supomo Guntur telah mengizinkan dan membenarkan darinya melakukan semua hal-hal seperti menjadi calo,becking,meremehkan jurnalis,ibarat membuat kasus kearah Wawali Makassar bahkan siapa saja.

Sementara masih banyaknya gudang dalam kota yang beroperasi, seperti Toko MTW jl.Pengayoman dimana tokonya yang berlantai 3 dipenuhi tumpukan barang dan melakukan bongkar muat container sebelum jam yang ditentukan, mengakibatkan macetnya arus lalu lintas,hal ini terjadi karena masih berlakunya surat izin yang dikeluarkan oleh Dinas Perizinan selama 5 tahun,namun yang jadi pertanyaan mengapa izinnya masih bisa dikeluarkan pada tahun 2010 dan berakhir 2015 sehingga bertolak belakang dengan aturan Perda 93 tahun 2005 tentang pelarangan gudang dalam kota.

Hal ini juga dibenarkan Kapolsekta Wajo dimana menurutnya bahwa hal ini sudah berbenturan dengan aturan yang ada,khusus diwilayah wajo banyaknya bongkar muat seperti dijalan Kalimantan dan Sarappo mengakibatkan masyarakat mengeluh dan melakukan pelaporan kepolsek bahwa truk yang melakukan bongkar muat telah menutup pintu jalan masuk rumahnya untuk kendaraan pribadinya sehingga meresahkan masyarakat,untuk itu anggota polsek melakukan pemeriksaan terhadap para Pengusaha ternyata memiliki izin usaha sehingga tanpa beban melakukan bongkar muat,namun kendati ada izinnya jika ada truk melakukan bongkar muat hingga memacetkan arus lalu lintas saya perintahkan petugas lalu lintas untuk melakukan tilang ditempat jelasnya. (Tim Sul-Sel).
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah