Headlines News :
Home » , » Operasi PEKAT Polres Luwu Timur Sisir Tempat Hiburan Malam

Operasi PEKAT Polres Luwu Timur Sisir Tempat Hiburan Malam

Written By Metro Post News on Selasa, 20 Desember 2011 | 19.56

MALILI,  MP - Sehubungan dengan menjelang akhir tahun dan menjemput tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya, Polres Luwu Timur yang dinahkodai oleh Kapolres AKBP DRS.H.Andi Firman,MBA terjun langsung memimpin operasi Pekat Rabu Malam jam 23.15 wita (07/12), menggerebek 2 (Dua) tempat THM di Malili dan menyita sejumlah puluhan botol minuman beralkohol berkadar 0-5% (BIR- Red).
Menurut A.Firman yang ditemui di tempat TKP Operasi Pekat di salah satu THM "Knz", mengatakan bahwa penggerebekan yang dilakukannya itu karena tempat THM menurutnya adalah merupakan penyakit masyarakat.

Operasi penggerebekan yang dilakukan secara tiba-tiba itu, bukan hanya mengagetkan para sejumlah pengusaha THM yang mengaku tidak pernah ada pemberitahuan pelarangan sebelumnya oleh pihak Polres. Tetapi juga oleh sejumlah Perwira Polisi yang sempat ditemui di TKP itu, mengaku kaget dan kelabakan karena tidak ada pemberitahuan.

Anehnya karena sejumlah masyarakat pengelolan THM di Kab Luwu Timur merasa tidak diberikan nilai-nilai keadilan akan persamaan hak sebagai warga negara seperti warga negara lainnya di Indonesia yang juga mengelola usaha yang sama.

Ironisnya lagi, karena oleh Kapolda Sulselbar IRJENDPOL DRS H JHONY WAINAL USMAN, M.SI pada acara kunker ke Polres Luwu Timur awal bulan ini, sempat mempertanyakan bahwa apakah minuman beralkohol golongan rendah seperti BIR dapat digolongkan sebagai MIRAS? Oleh sejumlah anggota peserta ramah tamah anggota Polres Luwu Timur satu dengan lainnya berteriak menjawabnya,"Tidak Jenderal".

Sehungan dengan operasi Pekat yang dilakukan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Luwu Timur A. FIRMAN, menurut salah seorang Aktivis LSM pemerhati Hukum dan HAM, Nasrum Naba, menilai bahwa tindakan Kapolres tersebut jelas telah melawan ketentuan Peraturan Presiden no.3 tahun 1997, terlebih lagi instruksi Kapolda Sulselbar yang mengisaratkan bahwa BIR itu tidak tergolong MIRAS. Bahkan apa yang dilakukan Kapolres sangat jauh bertentangan dengan harapan Kapolda menyangkut tentang pengaplikasian momentum paradigma POLRI yang harusnya mengedepankan lebih mengedepankan hal-hal persuasib dan pendekatan serta perlindungan terhadap masyarakat yang pada intinya mengayomi bukan menyakiti masyarakat, himbaunya penuh harap demi terwujudnya Polisi yang di cintai Rakyat.(nasrum baba)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah