Headlines News :
Home » » Proyek Asal Jadi, Kontraktor & Dinas PU Harus Tanggung Jawab

Proyek Asal Jadi, Kontraktor & Dinas PU Harus Tanggung Jawab

Written By Metro Post News on Minggu, 01 Januari 2012 | 13.19

JAKARTA, MP - Tak kunjung dirapikannya proyek gorong-gorong di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, membuat kondisi jalan bergelombang dan membahayakan pengendara kendaraan bermotor. Proyek itu terkesan asal jadi. Selain pemborongnya yang sudah jadi tersangka, DPU (Dinas Pekerjaan Umum) DKI Jakarta juga mesti bertanggungjawab.

Dari pantauan, sebagian bekas gorong-gorong me­mang telah diaspal. Namun, pengaspalan yang dilakukan be­lum sempurna, asal-asalan karena masih ter­lihat bergelombang dan itu ber­bahaya bagi pengendara.

Bahkan, di depan gedung BRI, bila hujan turun terlihat kotor aki­bat tanah yang masih tersisa dari pro­ses penggalian, serta lobang-lobang kecil yang ada yang juga belum ditambal.

Menurut anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani, pekerjaan gorong-gorong Sudir­man asal jadi. “Ini bisa dilihat di se­luruh proyek gorong-gorong yang telah dikerjakan,” katanya.

Jika pengerjaan itu tak kunjung rampung, ungkap William , kon­trak­tor gorong-gorong seharus­nya di­ke­nai sanksi. “Sanksi yang bi­sa dijatuhkan adalah denda satu mil per hari, atau sekitar Rp 5 ju­ta per hari dari batas waktu yang diten­tukan,” tegas William.

William juga mendesak apa­rat kepolisian mengusut tuntas ka­sus gorong-gorong yang su­dah menelan korban tersebut. Aparat Dinas Pekerjaan Umum (DPU), menurutnya, harus ber­tang­gung­ jawab sebagai pelak­sana proyek.

Seperti diberitakan, pimpinan proyek gorong-gorong sudah di­te­­tapkan sebagai tersangka oleh Pol­da Metro, karena satu warga men­jadi korban pekerjaan go­rong-gorong yang dinilai tidak pro­fesional. Meski tidak menim­bulkan korban nyawa, namun war­­ga yang terperosok menga­lami luka-luka.

Berkaitan hal ini, anggota DPRD DKI Jakarta lainnya, H Hu­sin A menyatakan setuju bah­wa tidak hanya pemborong yang jadi tersangka, namun aparat DPU juga harus tanggung jawab.

Menurutnya, bila kasus terse­but tidak tuntas, akan semakin ba­nyak menelan korban akibat pe­kerjaan yang sembrono. “Bila ini tidak tuntas, maka ke depan pro­yek seperti ini akan terus menelan korban,” tandasnya.

Untuk diketahui, pekerjaan pro­­yek ini sempat terhenti karena ada­nya even SEA Games Jakarta-Palembang, sehingga sebagian besar proyek masih menganga. Hanya di kawasan Senayan saja bekas proyek yang ditimbun.

Pengerjaan saluran air di Jalan Jenderal Sudirman ini masuk da­lam penyelesaian 84 titik gena­ngan pada tahun ini. Seluruh pro­­yek tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 400 miliar.
Setidaknya, ada empat titik yang menjadi prioritas untuk me­ngurangi genangan air di lokasi tersebut.
Yakni di Jalan Sudirman sisi Timur atau sepan­jang Seno­pati-Polda dan depan kampus Atmajaya, Jalan Sudirman sisi Barat atau depan Ratu Plaza, serta under­pass Semanggi.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah