Headlines News :
Home » , , » TIDAK PROFESONAL KAPOLSEK DAN KANIT PA’JUKUKANG LAYAK DIPERIKSA

TIDAK PROFESONAL KAPOLSEK DAN KANIT PA’JUKUKANG LAYAK DIPERIKSA

Written By mas_eko_keren on Selasa, 06 Desember 2011 | 18.15

Polisi adalah pelayan masyarakat dan sebagai penegak hukum,apa jadinya jika Negara ini tanpa polisi namun apa jadinya juga negara ini jika polisi tidak professional dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi masyarakat.
Seperti pada kasus perkelahian yang terjadi dikampung kampalayya,desa pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan dimana telah terjadi kesalah fahaman yang berujung luka (pencakaran) pada kedua belah pihak antara Nurung (25),bersama saudaranya Sia ( 27) yang ditetapkan sebagai tersangka dengan Lina dan Layu yang menjadi korban dalam kasus ini oleh polisi polsek pa’jukukang,yang kini mendapat sorotan dibeberapa media.
Adapun kronologisnya ketika Nurung bersama saudaranya Sia mendatangi Lina kerumah Tini tak lama kemudian terjadi tunjuk- menunjuk yang dilanjutkan tarik – menarik rambut kemudian cakar-cakaran,akhirnya kedua belah pihak sama-sama luka akibat terjadinya caos,Lina yang juga merupakan keluarga dekat tersangka membuat laporan polisi,anehnya polisi yang menerima laporan yang langsung ke TKP atas laporan tersebut mengambil balok (kayu) yang diduga tidak dipakai tersangka lalu menjadikannya sebagai barang bukti untuk mempersalahkan tersangka Nurung dan Sia.
Tak hanya itu beberapa saksi utama yang menyaksikan kejadian itu langsung tidak ikut diperiksa seperti saksi Darma yang menjelaskan kepada polisi awal dan akhir kejadian yang dilihatnya mendapat perlakuan tidak wajar dari kanit polsek Aiptu Amiruddin.C “hai kalo kamu dibayar berapa sehingga kau menjadi saksinya Nurung dan Sia’’gertaknya,spontan saksi Darma yang mendengar lantang tersebut merasa kaget sembari takut dan meneteskan air mata ‘’saya datang kekantor polisi hanya untuk mengutarakan kejadiaan apa adanya dan tidak sebelah pihak,sebab walau bagaimanapun mereka semua yang bermasalah ini keluarga dekat saya semua’’ungkap darma demikian halnya Nasa yang jadi saksi korban kepada media.
Polisi sendiri menuduh Nurung dan Sia mempergunakan alat pemukul balok kayu yang jadi barang buktinya yang diduga adalah rekayasa polisi hal ini seperti pengakuan Tini dan Sanne suami istri bahwa tidak melihat adanya tersangka memakai kayu sewaktu terjadi caos,untuk itu polisi tidak memeriksa Tini dan sanne karena selain dia mengetahui semua kejadiannya sebenarnya pada hal Tini adalah pemilik rumah tempat (TKP).
Menurut kanit Aiptu Amirudin tersangka melakukan penganiayaan secara bersama-sama yakni 3 lawan 1 dan dijerat pasal 170,namun akhirnya dibebaskan setelah ada konpensasi uang 5 juta setelah kepala desa mendamaikannya kepada kapolsek AKP.Naharuddin bersama Kanit Aiptu Amiruddin,sementara para saksi sekali lagi tidak membenarkan adanya perkelahian antara 3 lawan 1 melainkan 2 lawan 2 dan tidak ada pemakaian balok kayu seperti tuduhan polisi,pada hal akibat perkelahian ini keempatnya dapat dikenakan pasal 351.
Tanggapan Polres Kabupaten Bantaeng sendiri melalui wakapolres Bantaeng AKBP.Burhan yang dikonfirmasi Metropost melalui handpon hingga berita ini diturunkan tidak banyak mendapat informasi mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut secara serius dan melakukan cros cek terlebih dahulu kepolsek Pa’jukukang dan meminta keterangannya.(Tim sul-sel)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah