Headlines News :
Home » , » Warga Kp.Cadas Tuntut Ganti Rugi Atas Tanahnya yang Dijadikan jalan kabupaten

Warga Kp.Cadas Tuntut Ganti Rugi Atas Tanahnya yang Dijadikan jalan kabupaten

Written By Metro Post News on Sabtu, 10 Desember 2011 | 13.56

BOGOR, MP – Masyarakat kampung cadas Leeur, Kab.bogor menuntut ganti rugi atas tanahnya yang kini sudah menjadi jalan kabupaten kepada PT.Antam Tbk.UBPE Pongkor. Pasalnya, menurut mereka tanah nya yang berukuran Panjang 6400 M, lebar 10 M milik 73 orang tersebut belum diberikan ganti ruginya.

Hal tersebut juga dikatakan oleh H.Sapin yang mewakili 73 warga Kp.Cadas tersebut kepada Metro Post beberapa waktu lalu. Menurutnya, ganti rugi tanah yang dijanjikan oleh PT.Antam juga dibayarkan hingga saat ini, belum termasuk ganti rugi atas tanaman yang ada, seperti pohon pete, pohon kelapa, pohon pisang dan lainnya.

Dikatakannya juga, kalau memang tanah tersebut dinyatakan sebagai jalan kabupaten, kenapa sampai sekarang warga tetap harus membayarkan pajaknya? Padahal sejak tahun 1991 lalu warga dijanjikan  akan mendapat ganti rugi yaitu berupa santunan tanah dan pohon karena waktu itu sedang ada program AMD (ABRI Masuk Desa) , tapi sampai saat ini kami tidak menerima uang sepeserpun, ujarnya.

Kepala Desa Bantarkaret, Kec.Nanggung, Pepen Supandi, saat dimintai keterangan seputar hal tersebut menuturkan,”Saya tidak tahu permasalahan ini karena waktu itu usia saya masih sangat muda sedangkan data-data dokumen pertanahanya tidak ada di desa,’ jelasnya kepada Metro Post.

Sementara itu,   Iwan Supaeto, Ka Humas PT. Antam, diruang kerjanya menjelaskan bahwa pada tahun 1967 masyarakat sendiri yang meminta kepada bupati untuk di buatkan, kebetulan saat itu pihak Pemda belum ada anggarannya, kemudian tahun 1974 PT.Antam mulai explorasi sampai tahun 1988 dan kebetulan mulai menemukan cadangan bahan tambang yang layak untuk di tambang, berdasarkan surat dari  Bupati Edi Yoso kepada PT ANTAM untuk di buatkan jalan atas permintaan masyarakat,  maka di buatlah MOU untuk pembuatan infrastruktur jalan berupa Grenade dan Jembatan jalan pada waktu itu sudah ada, hanya diperlebar 1 m kiri dan kanan nya.

Dijelaskannya juga bahwa  pembayaran  sekitar 800 pohon yang ditebang juga sudah   tertuang dalam MOU tersebut, kalau mau lebih jelasnya tanyakan ke pemda karena  dalam pengerjaan jalan tersebut di lakukan oleh AMD (Abri Masuk desa) dan PEMDA serta TIM 9, soalnya PT ANTAM sudah membayar untuk pembebasan tanah dan pohon – pohon tersebut sebesar 2,1 Miliyar kepada pemda melalui tim 9.(J/R)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah