Headlines News :
Home » , » 800 Hektare Padi dan Jagung Ludes Diserang Belalang

800 Hektare Padi dan Jagung Ludes Diserang Belalang

Written By Metro Post News on Senin, 30 Januari 2012 | 18.20

KUPANG--MP: Luas tanaman padi dan jagung yang terserang hama belalang kumbara (locusta migratoria)di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai Senin (30/1) telah mencapai 800 hektare.

Serangan terhadap tanaman pertanian itu telah memasuki hari ke 20, namun upaya pemberantasan belum membuahkan hasil maksimal. Seluas 800 hektere tanaman yang terserang hama tersebut tersebar di lima desa yakni Ponu, Maripatang, Naikiman, dan Motadik, di Kecamatan Biboki Anleu, dan Desa Kaubele, Kecamtan Monleu.

Petani setempat mengaku pasrah karena kewalahan membasmi hama. Kerugian akibat serangan belalang tersebut diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Warga berusaha menghalau belalang dengan menyemprotkan pestisida. Namun, begitu persediaan obat habis, hama muncul lagi. Apalagi, belalang Kumbara memiliki daya regenerasi cepat karena satu ekor belalang dapat menghasilkan ribuan telur. "Kami berharap ada upaya pemberantasan yang lebih serius dari pemerintah karena populasi belalang terus bertambah," tutur Marianus Tabelak, warga Desa Ponu, saat dihubungi wartawan.

Di Ponu misalnya terdapat 300 keluarga petani yang terancam gagal panen karena jagung dan padi yang mereka tanaman diserang belalang. "Di kebun tidak ada tanaman lagi yang bisa diselamatkan," jelasnya. Warga, tambah Marianus, masih bisa menanam lagi di lahan pertanian yang diserang belalang, tetapi usaha itu bakal sia-sia jika seluruh belalang tidak dibasmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Yohanes Tay membenarkan meluasnya serangan hama tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah mengirim 115 liter pestisida, alat semprot, dan petugas untuk menangani hama. "Bantuan susulan segera dikirim karena serangan meluas," katanya.

Menurut Dia hama belalang bermigrasi dari desa-desa di Distrik Oekusi, Timor Leste. Belalang kumbara sudah membentuk koloni-koloni dan jumlahnya mencapai jutaan ekor. "Titik titik hama belalang sudah diidentifikasi. Upaya pengendalian intensif sementara dilakukan oleh petugas dari provinsi dan kabupaten," ujarnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah