Headlines News :
Home » , » Amuk Massa Bentuk Frustasi Sosial

Amuk Massa Bentuk Frustasi Sosial

Written By Metro Post News on Minggu, 29 Januari 2012 | 14.29


JAKARTA-MP Aksi amuk massa kian menjadi sesuatu yang biasa kita lihat di Indonesia, peristiwa Kotawaringin Barat, Lampung, Bima, dan aksi blokade jalan tol di Bekasi menjadi sebuah gambaran semakin besarnya kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin di negara ini.
"Saya melihat ada fenomena semakin meluasnya frustasi sosial yang diakibatkan kehidupan saat ini semakin berat, dimana kemiskinan dan pengangguran semakin banyak, akibat tidak ada kepastian di masa depan," kata Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Tohari saat ditemui di Museum Nasional, Jakarta Pusat, dalam launcing buku 'Anak Sejuta Bintang', Sabtu (28/1/2012) malam.
Saat ini, Indonesia dipandang negara lain sebagai negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang besar, 6,8 persen, begitu juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB)-nya. Hal tersebut membuat negara lain menyanjung Indonesia.
Tapi sanjungan tersebut justru menambah frustasi sosial di Indonesia semakin besar, akibat belum adanya pemerataan pendapatan. Apalagi dengan adanya survey media yang melansir adanya 40 orang terkaya di Indonesia yang mengindikasikan bahwa penapatan hanya dikuasai segelintir orang.
"Pertumbuhan ekonomi kita sebagian besar merupakan hasil menjual sumber daya alam (SDA). Dalam bisnis tersebut pemainnya hanya itu-itu saja," ujar politisi Partai Golkar ini.
Itulah yang menyebabkan frustasi sosial semakin besar di Indonesia, sehingga aksi anarki pun terjadi, seperti memblokir jalan tol, membakar fasilitas umum, dan sebagainya.
"Ini perlu mendapat kewaspadaan sangat serius dari pemerintah. Budaya amuk massa muncul karena frustasi sosial, sehingga pemerintah jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi harus disertai juga dengan pemerataan pendapatan," ungkapnya.(Tr)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah