Headlines News :
Home » , » Desa Ussu Terendam Banjir

Desa Ussu Terendam Banjir

Written By Metro Post News on Senin, 09 Januari 2012 | 23.08

MALILI — Akibat hujan deras yang turun (28/12) lalu, menyebabkan Sungai Ussu Kecamatan Malili meluap. Imbasnya ratusan rumah warga di desa tersebut terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materil diperkirakan puluhan jutaan rupiah.

Hingga berita ini naik cetak, hujan masih turun dan tidak tertutup kemungkinan luapan air sungai ussu makin bertambah besar dan bisa saja menenggelamkan rumah penduduk.

“Tidak ada korban yang ditimbulkan dari banjir ini, namun kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” kata sejumlah warga.

Dari penuturan warga, banjir tersebut merupakan banjir tahunan. Namun sudah beberapa bulan terakhir sejak dibukanya tambang nikel PT PUL di Desa Ussu, banjir yang datang semakin besar. “Memang dari dulu daerah ini sering banjir apalagi kalau masuk musim penghujan, namun kami tidak pernah khawatir akan ancaman banjir tersebut, karena memang airnya tidak terlalu tinggi. Namun saat ini sejak adanya PT. PUL kami cukup takut karena banjir cukup tinggi,” ungkap salah seorang warga Ussu yang enggan disebut namanya.

Sejak keberadaan PT. PUL yang merupakan perusahaan Laterit Nikel yang sudah beroperasi beberapa tahun belakangan ini, gunung-gunung yang berada di sekitar Desa Ussu terus digerut. Hal ini diduga banyak pihak menjadi salah satu penyebab sering meluapnya air Sungai Ussu khususnya jika hujan turun. Untuk itu, berbagai kalangan terus mendesak kepada pemerintah Kab Lutim untuk meninjau ulang amdal yang dimiliki PT. PUL.

Harusnya dengan kepemilikan Amdal tersebut, lingkungan yang ada disekitar kawasan PT. PUL dapat dijaga dengan baik. Namun nyatanya justru masih meresahkan masyarakat sekitar. “Ini dibuktikan dengan tercemarnya lingkungan yang diakibatkan pengoperasian PT.PUL,” kata Fauwzy, seorang tokoh pemuda Malili.

Untuk itu, Fauwzy berharap kepada pemerintah agar supaya meninjau ulang Amdal tersebut, dan kalau perlu katanya PT.PUL ditutup saja. “Bukan tidak mungkin, beberapa tahun kedepan Desa Ussu akan tenggelam karena ulah dari PT.PUL. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah mengambil keputusan tegas menghentikan operasi PT.PUL,” tambahnya.(nasrum naba)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah