Headlines News :
Home » , » Foke Bentak Prijanto Soal Perkara Parkir

Foke Bentak Prijanto Soal Perkara Parkir

Written By Metro Post News on Minggu, 29 Januari 2012 | 14.24


JAKARTA -MP- Perkara parkir onstreet maupun offstreet sempat menjadi isu hangat di Balai Kota. Namun siapa sangka, isu tersebut ternyata juga menjadi sebab retaknya hubungan Gubernur DKI Fauzi Bowo dengan Wakil Gubernur DKI Prijanto.
Prijanto menuliskan hal tersebut dalam bukunya yang berjudul "Kenapa Saya Mundur" dari Wagub DKI Jakarta, yang dibagikan kepada para wartawan. Dijelaskannya, saat itu Fauzi Bowo atau yang biasa disapa Foke, menyetujui usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk menaikkan tarif parkir hingga 10 kali lipat tergantung zona.
Konsep tersebut dinilai mampu menaikkan pendapatan dan mengurai kemacetan dengan harapan warga Jakarta enggan membawa kendaraan pribadinya karena tarif parkir yang mahal. Hal tersebut diutarakan Foke sebelum rapat paripurna bersama DPRD DKI, dimana pada paripurna tersebut Prijanto mewakili Foke yang berhalangan hadir.
"Usai paripurna, saya ditanya wartawan apa setuju dengan konsep tersebut. Saya katakan tidak setuju khusus parkir onstreet bila dinaikkan sampai 10 kali lipat," ungkap Prijanto.
Alasan dirinya tidak setuju karena di luar negeri konsep tersebut bisa diterapkan karena juru parkir dan pengemudinya disiplin. Sedangkan di Jakarta, juru parkirnya tidak pernah memberi karcis bukti pembayaran dan akan terjadi kebocoran bila diterapkan. Kemudian transportasi umum di Jakarta juga belum bisa memenuhi kebutuhan warga Jakarta dan tidak semua ruas jalan dikelola UPT Perparkiran Dishub DKI.
Keesokan harinya, kata Prijanto, media menulis besar-besaran perbedaan pendapat Foke dan Prijanto. Perbedaan tersebut sampai terbawa dalam rapat pimpinan yang dipimpin Gubernur. Dalam diskusi alot yang berlangsung selama lebih dari satu jam, tiba-tiba situasi diskusi naik tensinya.
"Gubernur dengan suara keras (marah) bilang, Pak Wagub kalau tidak percaya tanya Doktor Sutanto Soehodo, tanya Doktor Nurachman!!! ujar Foke kala itu," tulis Prijanto.
Prijanto menuturkan dirinya benar-benar terkejut dengan jawaban Foke. Terlebih menekankan penyebutan gelar Doktor yagn tidak pernah atau tidak lazim digunakan dalam sebuah rapat pimpinan. "Gubernur menghina saya karena saya tidak punya gelar? Apa gunanya gelar akademis tinggi kalau mandul, buta, dan tuli terhadap kenyataan hidup," kata Prijanto.(TR)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah