Headlines News :
Home » » Nelayan Tasikmalaya Tolak Impor Ikan

Nelayan Tasikmalaya Tolak Impor Ikan

Written By mas_eko_keren on Kamis, 12 Januari 2012 | 21.22


TASIKMALAYA, - Nelayan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menolak rencana impor ikan yang digagas pemerintah. Kebijakan itu dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekspor ikan Tasikmalaya ke berbagai negara. Pemerintah diminta fokus meningkatkan potensi tangkapan ikan yang belum tergarap.

”Dengan potensi ikan yang melimpah, Indonesia seharusnya ekspor bukan impor,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tasikmalaya Dedi Mulyadi di Tasikmalaya, Kamis (12/1).

HNSI Tasikmalaya mencatat, ikan kerapu, kakap, layur, tenggiri, dan lobster adalah komoditas ekspor ikan Tasikmalaya ke Jepang dan Korea. Saat musim panen, tangkapan layur mencapai 50 ton per bulan, kerapu (75 kuintal per bulan), kakap (50 kuintal per bulan), tenggiri (50 kuintal per bulan), dan lobster (37,5 kuintal per bulan). Estimasi ekspor untuk layur, kerapu, kakap, dan tenggiri sekitar 50 persen dari total tangkapan per bulan, sedangkan estimasi ekspor lobster mencapai 8 0 persen dari total tangkapan per bulan.

Menurut Dedi, aktivitas ekspor ini sangat menguntungkan nelayan karena harga jualnya jauh lebih tinggi ketimbang pasar dalam negeri. Harga jual komoditas ekspor berkisar Rp 50.000 per kg Rp 450.000 per kg atau lebih mahal dua kali lipat ketimbang ikan untuk pasar lokal.

Apabila impor jadi dilakukan, aktivitas ekspor nelayan terganggu karena akan memengaruhi ketersediaan dan harga komoditas. Nelayan pasti akan berlomba-lomba menekan harga jual, katanya.

Karena itu, Dedi berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan itu. Ia berharap, pemerintah mengutamakan peningkatan hasil tangkapan dengan cara menyediakan perahu beserta alat tangkap hingga pembangunan dermaga yang layak pakai di daerah dengan potensi ikan tinggi.

”Pemerintah sama saja membunuh nelayan bila ngotot memberlakukan impor,” katanya.

Tokoh nelayan Tasikmalaya, Eet Riswana, mengatakan, potensi ikan dan lobster di pantai Tasikmalaya mencapai 876,40 ton per tahun, tetapi baru dimanfaatkan 13,5 persen dari total potensi.

Salah satu penyebab adalah minimnya jumlah nelayan berperahu. Saat ini dari 3.581 nelayan Tasikmalaya, sekitar 1.500 orang di antaranya tidak memiliki perahu. Selain itu, nelayan Tasikmalaya juga minim dukungan dermaga yang layak. Saat ini baru ada dua dermaga di pantai Tasikmalaya sepanjang 52,5 kilometer.



Kepala Bidang Kelautan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya Rita Setyawati mengakui, hasil tangkapan di perairan Kabupaten Tasikmalaya belum maksimal. Ia mengatakan, sumbangan bagi pendapatan asli daerah dari sektor perikanan Rp 70,9 juta pada tahun 2010, meningkat menjadi 100,82 juta setahun kemudian.



”Meski meningkat, belum semua potensi kelautan Tasikmalaya bisa dimanfaatkan. Perlu pembangunan dermaga yang representatif dan pemerataan pemenuhan alat tangkap bagi nelayan,” kata Rita. (kompas.com)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah