Headlines News :
Home » , » Pemprov Sulsel Dinilai Gagal Sediakan Pupuk

Pemprov Sulsel Dinilai Gagal Sediakan Pupuk

Written By Metro Post News on Minggu, 29 Januari 2012 | 14.36

MAKASSAR - Legislator Fraksi Hanura di DPRD Sulsel, Muchtar Tompo menuding Pemprov Sulsel telah gagal mengelola manajemen sistem pertanian. Pemprov tidak mampu mengatasi kelangkaan pupuk yang terjadi di Sulsel sejak akhir Desember 2011 lalu.
Menurutnya, seabrek penghargaan nasional yang diraih pemprov Sulsel
sama sekali tidak berefek kepada petani. Ia melihat propaganda dua
juta ton beras dan 1,5 juta ton jagung di Sulsel hanya sebatas program
seremoni bombastis belaka.
Begitu juga dengan predikat sebagai provinsi peraih swasembada beras
dan hasil laut serta tagline sebagai provinsi penyanggah pangan
nasional ternyata hanya menarik di permukaan namun pada kenyataannya
rapuh di dalam.
“Di luar terkesan bagus namun masyarakat petani di Sulsel yang
jumlahnya mencapai 70 persen ini ternyata menderita. Pupuk langka dan
kalaupun ada harganya melonjak tajam, sudah banyak petani yang
terlilit hutang gara-gara pupuk mahal,” kata Muchtar dalam SMS-nya
kepada Tribun, Sabtu (28/1/2012) malam.
Dari hasil kunjungannya ke beberapa daerah seperti di Gowa, Jeneponto,
Maros, dan Jeneponto, rata-rata petani masih mengeluhkan kelangkaann
pupuk di daerahnya. Kalaupun ada, harga yang dipatok berkisar Rp 150
ribu per zaknya atau jauh di atas  harga normal.
“Pupuk langka adalah kegagalan pemerintah dan kerugian besar bagi
petani. Sebagai wakil rakyat saya sangat menyayangkan hal tersebut.
Pemerintah gagal dalam mengawal kebijakan pro petani kaitannya dalam
mengangkat kesejahteraan hidup petani,” tambah Muchtar.
Kelangkaan pupuk di beberapa daerah di Sulsel telah disadari oleh
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Saat itu, mantan Bupati Gowa dua
periode ini berdalih kelangkaan pupuk di Sulsel karena faktor
distribusi yang terhambat di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Karenanya, pada Selasa (17/1/2012) lalu dengan ditemani Ketua DPRD Sulsel
Muh Roem dan sejumlah pejabat eselon dua Sulsel terkait mendatangi
Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Saat itu, Roem tampak lebih
“agresif” bahkan sempat mencak-mencak kepada pihak otoritas pelabuhan.
Syahrul meminta PT Pelindo IV Makassar diminta dapat memahami
kebutuhan petani dengan memprioritaskan pembongkaran pupuk di banding
barang lainnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah