Headlines News :
Home » , » Polres Pelabuhan Tg.Priok Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp 50 Miliar

Polres Pelabuhan Tg.Priok Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp 50 Miliar

Written By mas_eko_keren on Kamis, 12 Januari 2012 | 20.35

Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 26,8 kilogram yang diperkirakan senilai Rp 50 miliar. Barang haram tersebut dibawa dari Pelabuhan Kijang Bintan, Kepulauan Riau menggunakan KM Lambelu itu disita di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain menyita sabu yang diangkut menggunakan 2 koper tersebut, petugas juga mengamankan dua tersangka berinisial AK dan MS yang bertugas sebagai kurir serta uang tunai sebesar Rp 3.675.000. "Sabu-sabu tersebut berkualitas terbaik, diduga dari Malaysia," kata Komisaris Besar Baharuddin Djafar, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Asep Safrudin menjelaskan, petugas berhasil menangkap dua tersangka tersebut saat turun dari kapal di dermaga Pelabuhan Pelni, Tanjung Priok. Pada saat penumpang turun dari kapal, pihaknya mencurigai dua pelaku tersebut membawa dua koper.

"Saat kami panggil, mereka mempercepat jalannya, dan setelah dihampiri mereka lari. Terjadilah aksi kejar-kejaran di tengah keramaian kawasan terminal penumpang itu, tetapi akhirnya mereka tertangkap petugas," ujar Asep, saat ditemui TintaMerahNews.Com.

Dari pemeriksaan, kata Asep, kedua tersangka mengaku disuruh oleh orang yang berinisial JO yang akan diberikan kepada Pur sebagai paket tahun baru. Rencananya, JO dan Pur akan bertemu di sebuah hotel di kawasan Tanjung Priok.

Namun, mereka membatalkan pertemuan itu karena mengetahui kurir mereka tertangkap. "Kedua tersangka terjaring dalam Operasi Lilin yang digelar di pelabuhan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok. Kedua tersangka melanggar Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," ujarnya.

Ditambahkannya, JO diketahui ke Jakarta menggunakan pesawat dari Pulau Batam. "JO dan Pur masih kami kejar. Kami masih menyelidiki kemungkinan adanya peran jaringan internasional dalam kasus ini," ungkapnya.
|ALI IDRUStinta merah
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah