Headlines News :
Home » , » POLUSI LIMBAH TAMBANG NIKEL RESAHKAN MASYARAKAT

POLUSI LIMBAH TAMBANG NIKEL RESAHKAN MASYARAKAT

Written By Metro Post News on Rabu, 25 Januari 2012 | 18.30

Pomalaa MP.-Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Lingkungan khususnya Daerah Pomalaa menyerukan bahwa adanya Perusahaan Tambang terbesar di Daerah  Pomalaa dan adanya K-P ( Kuasa Pertambangan )  di Pomalaa bukanlah solusi yang baik buat Daerah tersebut. 
Yang mana Perusahaan Tambang  dan K-P tersebut seharusnya memiliki konstribusi terbesar buat pembangunan Infra Struktur di Daerah Pomalaa ini,namun ironisnya hal ini belum  sama sekali dirasakan masyarakat Pomalaa. Hal inilah yang menjadi polemik. Dimana perusahaan Tambang, K-P tersebut/
Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi  Daerah lain di Kabupaten.Kolaka yang dapat menghirup udara segar,sebaliknya masyarakat Pomalaa hanya dapat menghirup debu-debu yang berterbangan.
Keluhan ini juga datang dari masyarakat diluar daerah Pomalaa.” kami resahkan akibat debu ketika mengendarai sepeda motor,yang lebih parah lagi ketika hujan turun dimana jalan – jalan dipenuhi becek yang begitu licin dan sangat berbahaya “,ujar salah seorang pengendara sebut saja sapii  yang Metropost jumpai.

Pandangan inilah yang membuat masyarakat Pomalaa merasa adanya diskriminasi yang besar terhadap daerah mereka.Patut di sayangkan ,ketika Pemerintah Daerah Kab.Kolaka sedang tidur terlelap dan selalu bahagia dengan kursi kemewahan yang mereka miliki.Justru masyarakat Pomalaa harus tidur dengan pemikiran masa depan kampung halaman mereka yang memiliki sejuta potensi kekayaan alam yang begitu besar,namun tidak mereka rasakan.
Ini salah satu pekerjaan rumah  yang sangat serius bagi PEMDA Kab.Kolaka.Apalagi mengingat adanya bahan beracun yang ada pada sleb limbah dari produksi Nikel yang ada di jalan dan pekarangan rumah masyarakat yang diperkuat oleh hasil penelitian salah seorang Mahasiswa program pasca sarjana Institut Pertanian bogor ( I P B ) Samsul Alam Zubair, Tentang analisa status pencemaran logam berat.
Dari wilayah darat pesisirdengan situasi kasus pembuangan limbah lain dan trailing padat/slog pertambangan nikel Pomalaa pada tahun 2009.Dari penelitian itu kemudian di simpulkan bila para meter logam berat yang memberikan konstribusi paling besar terhadap beban pencemaran adalah besi sebesar 3,62 ton/bulan,Nikel 1,66 ton /bulandengan konstribusi tersebut yaitu berasal dari stasiun tiga sebanyak 1,04 ton/bulan.
Tuntutan yang tergabung dari aliansi mahasiswa,Pemuda dan masyarakat Pemerhati Lingkungan  khususnya Daerah pomalaa agar sedianya dikerjakan oleh PEMDA yang terkait diantaranya : Pengaspalan jalan di pomalaa, memberikan solusi terhadap perusahaan tambang atau K-P agar di buatkan jalan khusus produksi sehingga pengaspalan jalan di pomalaa tidak berjangka pendek, memberikan peringatan keras perusahaan tambang agar menempatkan limbah produksi nikelnya (sleb) di tempat pembuangan yang jauh dari kawasan masyarakat mengingat sleb mengandung kadar zat kimia yang membahayakan kesehatan masyarakat dan penertiban mobil Dump truk yang parkir di pinggir jalan.
Aparat terkait diminta untuk turun menuikapi hak ini ( ASDIN REMI )
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah