Headlines News :
Home » , » Vonis Hukuman Percobaan Cermin Buruknya Penegakan Hukum di PN. Malili

Vonis Hukuman Percobaan Cermin Buruknya Penegakan Hukum di PN. Malili

Written By Metro Post News on Kamis, 05 Januari 2012 | 16.20


MALILI, MP - Terkait dengan hukuman percobaan terhadap "AS" selaku terpidana kasus tipiring atas sangkaan tindak Pidana Ringan yang diberikan kepadanya oleh pihak Penyidik Polres Luwu Timur, pihak Pengadilan Negeri Malili menjatuhkan vonis selama 4 bulan pidana percobaan dengan dakwaan pelanggaran Perda MIRAS NO.2 tahun 2007 ungkap AB mengeluhkan kepada Wartawan MP.

Yang mengherankan sejumlah pihak dengan sangkaan dakwaan pihak penuntut umum oleh pihak penyedik, karena PERDA dimaksud sangat tidak relefan dengan ketentuan peraturan yang lebih tinggi sebagaimana diatur dalam ketentuan KEPRES RI no.3 tahun 1997 dan KEPMENPERINDAG NO.349 TAHUN 1997 tentang peredaran dan pengawasan minuman beralkohol dan MIRAS.

Karena itu, Majelis Hakim yang menangani perkara ini patut dipertanyakan filosofi asas dan nurani penegakan hukumnya. Hal tersebut sangat perlu dan amat penting untuk dijelaskan kepada pihak publik, terutama oleh kami selaku Tim Investigasi dari Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma Palopo beserta dengan LSM LFPHK selaku timkoalisi pemerhati keadilan hukum sesuai pengaduan masyarakat pemilih minuman beralkohol Gol A alias BIR.

Nasrum Naba selaku Kord Tim Investigasi aspirasi pengaduan masyarakat dalam kasus ini, dengan tegas mengatakan bahwa vonis hukuman yang ditetapkan oleh Majelis Hakim dalam perkara pelanggaran PERDA Miras dimaksud, pada perinsipnya tidak pada substansi hukum yang sebenarnya.

Sebab selain minuman yang dijadikan barang bukti dimaksud bukan tergolong minuman keras, juga PERDA yang dijadikan sebagai landasan ketentuan untuk menjatuhkan vonis hukuman terhadap terdakwa, pada hakekatnya sarat tidak sesuai ketentuan konsideran peraturan KEPRES yang harusnya dikedepankan sebagai payung hukum lebih tinggi.

Atasnya menurut Nasrum, penegakan hukum seperti ini setidaknya memberi gambaran yang patut dinilai sebagai cermin buruk pencitraan penegakan hukum kala ini. Ditambahkan, dirinya selaku aktivis mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Andi Djemma, merasa semakin pesimis terhadap metode penegakan hukum yang sarat tidak mengedepankan nilai-nilai keadilan sesuai mekanisme dan ketentuan secara universal.

Dan demi untuk menghindari penegakan hukum yang sarat patut dinilai pragmatis, persolan ini telah dikonfirmasikan kepada Ketua PN Malili H. Muhammad Djamir,SH.,MH telah disampaikan sebelumnya bahwa kasus penyitaan minuman beralkohol yang sedang diproses pihak Polres Malili waktu itu, selain dilakukan penyitaan tanpa surat izin pihak PN Malili oleh Kasat Samapta AKP M.Fadil, juga barang bukti dimaksud merupakan yang kedua kalinya ditangkap itu dengan tegas dijawab Ketua PN Malili, bahwa pihaknya tidak tahu menahu tentang adanya penyitaan BIR sebanyak 50 Dos milik "AB".

Tapi faktanya kemudian, justeru mengherankan karena ternyata hal tersebut terbukti di vonis bersalah oleh pihak Pengadilan. Karena itulah marilah kita semua mengedepankan logika hukum secara objektif dan otentik sesuai dengan ketentuan norma hukum itu sendiri. Bukankah penegakan hukum yang mengenyampingkan ketentuan peraturan lainnya yang lebih tinggi adalah merupakan sebuah pelanggaran pula?(Nasrum Naba)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah