Headlines News :
Home » » Warga Kedoya Keluhkan Sampah Di TPU Alkamal

Warga Kedoya Keluhkan Sampah Di TPU Alkamal

Written By Metro Post News on Rabu, 25 Januari 2012 | 23.08

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai kurang tanggap pada keluhan warganya, terkait tum­pukan sampah di area TPU Alka­mal, Jakarta Barat.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Catha­rina Suryowati menyatakan, pihak­nya belum melihat kondisi TPU tersebut. Tapi dalam waktu dekat, dia mengaku akan mela­kukan peninjauan. “Saya akan cek dulu,” katanya, kepada Rak­yat Merdeka.
Chatarina mengakui, saat ini DKI Jakarta mengalami krisis la­han pemakaman. Bahkan, kon­disi ini sebetulnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Dia menuturkan, beberapa TPU yang sudah padat di antaranya TPU Joglo dan TPU Tanah Kusir, TPU Karet Bivak, TPU Petamburan, TPU Karet Pasar Baru dan TPU Kawi-kawi di Jakarta Pusat.
Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya terus mengupayakan pe­nambahan area TPU di Jakarta. Bah­kan, pihaknya, lanjut Catha­rina lagi, juga membuka kesem­pa­tan seluas-luasnya kepada pi­hak swasta yang ingin mem­bangun TPU modern untuk me­nampung kebutuhan warga Jakarta tersebut.
Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan lahan seluas 202 hektar untuk mem­perluas beberapa TPU yang ada di ibukota. Sa­yang­nya, lahan itu belum dapat digu­nakan dengan segera, lan­taran belum dilakukan penge­rukan.
Diungkapkannya, pengerukan akan dilakukan di beberapa lo­kasi, yaitu di TPU Pondok Rang­gon, TPU Kampung Sawah, TPU Tanjung Barat, TPU Ro­rotan, TPU Kampung Ban­dan, TPU Te­gal Alur, TPU Semper dan TPU di Kepulauan Seribu. Dengan rencana penambahan lahan ini, diperkirakan masih dapat mem­berikan pelayanan hingga 2021.
Untuk mengatasi krisis lahan ma­kam di Jakarta, sambung Cha­tarina, pihaknya  melibatkan pihak swasta untuk membangun TPU modern seperti yang terda­pat di San Diego Hills Memorial Park di Kawarang, Jawa Barat. Se­lain itu, juga digalakkan penerapan sistem tumpang tindih. Ditegaskannya,  sistem tumpang tindih hanya bisa dilakukan bagi satu keluarga dan harus mem­peroleh izin keluarga almarhum yang terlebih dahulu menempati makam itu.
“Kami sudah mulai menyo­sia­lisasikan sistem tumpang tindih. Bahkan sudah ada beberapa TPU yang menerapkan sistem ini, seperti TPU Pondok Rangon. Me­lalui sistem ini, biaya pera­watan makam pun jauh lebih murah,” jelasnya.
Data Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menye­butkan, saat ini terdapat 95 TPU di Jakarta dengan luas mencapai 590 hektar. Rinciaannya, 37,9 hek­tar di Jakarta Pusat, 61,4 hek­tar di Jakarta Utara, 152,7 hektar di Jakarta Barat, 156,3 hek­tar di Jakarta Selatan, 175 hektar di Jakarta Timur dan 6,4 hektar di Kabupaten Adminis­trasi Kepu­lauan Seribu. Dari total luas TPU itu, yang tersisa saat ini hanya seluas 31,8 hektar, yang di­prediksi hanya mampu menye­dia­kan layanan hingga 2013.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah