Headlines News :
Home » , » Gelombang Laut Jawa Turun, Aktivitas Pelayaran Kembali Normal

Gelombang Laut Jawa Turun, Aktivitas Pelayaran Kembali Normal

Written By Metro Post News on Rabu, 01 Februari 2012 | 15.49

SEMARANG--MP,- Gelombang laut Jawa kembali menurun, dari sebelumnya mencapai lima meter kini hanya berkisar 1-2 meter. Pelayaran baik angkutan penumpang dan barang maupun nelayan pun mulai berjalan lagi, meskipun tetap harus waspada.

Pemantauan Media Indonesia di pantura, Rabu (1/2), gelombang laut Jawa yang beberapa pekan lalu bergolak dengan ketinggian gelombang mencapai di atas lima meter kini berangsur kembali normal dan ketinggian air hanya berkisar 1-2 meter sehingga tidak terlalu membahayakan pelayaran.

Ribuan perahu nelayan yang ada sebelumhya disandarkan di dermaga pelabuhan perikanan dan muara sungai seperti di Wonokerto dan Nusantara (Pekalongan), Klidang Lor dan gringsing (Batang), Bandengan dan Gempol Sewu (Kendal), Tambak Lorok (Semarang), serta Wedung dan Moro (Demak) kini mulai keluar untuk melaut.

Meskipun ketinggian gelombang laut masih sulit di prediksikan, para nelayan di pantura Jawa Tengah ini mulai melaut dan pada umumnya untuk kepal-kapal kecil dengan mesin berkisar 200-400 PK masih tetap bertahan di pinggiran maksimum radius 3-5 mil dari bibir pantai, sedangkan kapal besar seperti Gerandong (30 GT) ataupun Poursesine (60-100 GT) mulai mengarungi laut jawa.

Sementara itu, sejak dua hari lalu, Senin (30/1) pelayaran penyeberangan penumpang dan barang juga mulai beroperasi kembali. Beberapa kapal jenis Roro dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang seperti KM Louser dan Dharma Kencana I, II dan III mulai berlayar membawa penumpang menuju Sampit, Kumai, maupun Pontianak, Kalimantan.

"Gelombang tinggi di laut jawa telah mereda dan berangsur normal, sehingga Adpel Pelabuhan Tanjung Emas telah kembali mencabut larangan berlayar," kata Kepala Bidang Penjagaan dan Penyelamatan Adpel Tanjung Emas di Semarang Syahrul Nugroho.

Tidak hanya kapal penumpang, sedikitnya lima kapal motor layar (KML) barang yang juga melayani rute Semarang-Kalimantan tersebut mulai meninggalkan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, setelah hampir sebulan hanya bersandar di dermaga pelabuhan I.

Hal serupa juga terjadi pada pelayaran penyeberangan Jepara-Karimunjawa. KMP Muria yang melayani penyeberangan dapat kembali beroperasi setelah dua pekan terhenti dan mengakibatkan penipisan persediaan sembako di kepulauan Karimunjawa tersebut.

"Kondisi gelombang selat jepara kembali normal, kami telah mengizinkan kembalinya pelayaran penyeberangan KMP Muria," kata Syahbandar Pelabuhan Jepara Dwiyanto.

Tidak hanya itu, demikian Dwiyanto, aktivitas kapal tongkang batu bara di PLTU Tanjung Jati B Jepara juga sudah mulai beroperasi, sehingga pasokan batu bara dari kalimantan ke pembangkit listrik tersebut kembali penuh.(MI)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah