Headlines News :
Home » » Pengacara Nazarudin Kirim Bukti ke KPK

Pengacara Nazarudin Kirim Bukti ke KPK

Written By Metro Post News on Kamis, 02 Februari 2012 | 21.40

JAKARTA, MP - Selain meminta Angelina Sondakh dan I Wayan Koster dijadikan tersangka, tim kuasa hukum Muhammad Nazaruddin, dalam surat terbuka yang dikirimkannya kepada pimpinan KPK,  juga meminta agar Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam surat terbuka tertanggal 1 Februari itu, tim kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief membeberkan bukti-buktinya, baik dari keterangan para saksi hasil penyelidikan maupun dari proses persidangan menyebutkan bahwa telah terbukti Anas Urbaningrum sebagai Pemilik Perusahaan Permai Group dan istrinya pemegang saham dan Komisaris PT. Alam Berkah Melimpah.

Terbukti juga bahwa dana milik Perusahaan Permai Group senilai kurang lebih Rp 80 miliar yang terdiri dari Rp 30 miliar dan 5 juta dolar Amerika digunakan untuk kepentingan Anas Urbaningrum untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Uang tersebut dibawa ke Hotel Aston di Bandung dan dibagi-bagikan kepada DPC-DPC Partai Demokrat untuk supaya DPC-DPC itu memilih Anas Urbaningrum.

Mindo Rosalina Manullang dibawah sumpah menerangkan bahwa mengetahui Anas Urbaningrum berkantor di Tebet bersama dengan Nazaruddin, mengetahui istri Anas Urbaningrum (Athiyyah Laila) dan istri Nazaruddin (Neneng Sri Wahyuni) berkantor di Tebet (PT Graha Anugrah), dan mengetahui adanya pertengkaran antara Athiyyah dan Neneng tentang Yulianis, Wakil Direktur Keuangan Permai Group yang membuat Neneng tidak terlalu aktif dan membuat urusan keuangan diambil alih oleh Yulianis, termasuk penggajian karyawan dari rekening pribadi Yulianis.

Dalam surat tersebut,  Elza juga mengingatkan pimpinan KPK bahwa Rosa, dalam kesaksiannya, mengetahui melihat mobil Alphard hitam milik Anas ke kantor Tower Permai di Warung Buncit. Rosa juga mengakui gambar struktur organisasi Permai Group dimana Anas Urbaningrum sebagai Owner (jabatan tertinggi) dari Permai Group. Yang lain, masih kata Elza, dia mengetahui bahwa Anas Urbaningrum bersama  Nazaruddin sebagai pemegang saham PT. Anugrah Nusantara, sedangkan Permai Group pengembangan dari PT. Anugrah Nusantara.

"Barang bukti, struktur organsiasi Permai Group (Anas Urbaningrum sebagai Owner bersama Yulianis dan Hasyim), daftar gaji s/d April 2011, BPKB Mobil Alphard Hitam B 15 AU dari PT. Anugerah Nusantara menjadi nama Anas Urbaningrum dan jual beli saham PT. Anugerah Nusantara dari Nazaruddin kepada Anas Urbaningrum," tulis Elza dalam surat yang ditembuskan kepada Presiden SBY, Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR RI itu.

Sementara dari keterangan Yulianis di bawah sumpah, lanjut dia, mengakui bahwa Anas Urbaningrum membeli saham PT. Anugerah Nusantara dari Nazaruddin berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tahun 2007, membenarkan membayar gaji Anas Urbaningrum dan Nazaruddin setiap bulan senilai Rp 20 juta sejak tahun 2009 dan mengetahui istri Anas Urbaningrum pemilik saham dan Komisaris PT. Alam Berkah Melimpah berkantor di Tebet. Selain itu, Yulianis juga membuat daftar dan membayar gaji setiap karyawan dan pemilik Permai Group dari rekening pribadi Yulianis, dimana Anas Urbaningrum dan Nazaruddin diantaranya yang menerima gaji tersebut. Selain itu, Yulianis mengetahui setiap Jum’at Anas Urbaningrum ke kantor Tebet dan hanya berbicara dengan Nazaruddin saja.

"(Yulianis) mengambil uang milik Permai Group sebesar Rp 30.000.000.000,- ((tiga puluh miliar rupiah) dan US $ 2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika) ditambah uang sumbangan US $ 3,000,000.00 (tiga juta dolar Amerika) untuk biaya Kongres Partai Demokrat di Bandung. Dan dana tersebut dari fee proyek-proyek Permai Group. Uang tersebut dibagi-bagi di Hotel Aston oleh Yulianis kepada Eva dan Nuril yang mana kemudian dibagi-bagikan kepada DPC-DPC dan bukti-bukti Tanda Terima dan yang jumlahnya US $  6.975.000,00 (enam juta sembilan ratus tujuh puluh lima ribu dolar Amerika) yang diperlihatkan dan diakui kebenarannya oleh Yulianis," beber Elza.

"Barang bukti, Akta PT. Anugerah Nusantara, Akta PT. Alam Berkah Berlimpah (Komisari dan pemegang saham adalah istri Anas Urbaningrum), Daftar Gaji Permai Group tahun 2009. 2010., 2011, tanda terima dana senilai US $6,975,000.00 (enam juta sembilan ratus tujuh puluh lima ribu dolar Amerika) dari Yulianis kepada Eva dan Nuril untuk DPC-DPC Partai Demokrat sebagai money politik," tulis Elza lagi dalam surat tersebut.

Sementara saksi Moh. El Idris menyebut bahwa Sewaktu ke Tebet bersama Dudung Purwadi pernah melihat Anas Urbaningrum ke lantai atas di Gedung Anugerah. Pernah sekali ke Permai Tower bersama dudung Purwadi di Lantai 6 bertemu Nazaruddin untuk membicarakan tentang pembangunan gedung DPP Partai Demokrat di Pasar Minggu. Adapun Oktarina Furi menerangkan dengan terpaksa mengakui, mengenal istri Anas Urbaningrum dan Anas Urbaningrum setelah melihat foto acara di kantor Anugerah Tebet. Ia mengetahui mengeluarkan dana brankas Permai senilai Rp. 30 miliar dan 5 juta dolar AS dibawa bersama Yulianis ke Bandung, Hotel Aston di Lantai 9 dan mengakui uang tersebut diambil oleh Eva dan Nuril, sehingga habis di Bandung.

"Seandainya dikatakan Perusahaan Permai Group milik M. Nazaruddin, SE tentunya ada suatu Perjanjian Peminjaman Uang antara Anas Urbaningrum kepada M. Nazaruddin, SE. Faktanya tidak demikian, uang itu untuk kepentingan Anas Urbaningrum dan didukung oleh saksi-Saksi serta bukti-bukti tertulis lainnya telah menunjukkan bahwa Anas Urbaningrum adalah Pemilik Perusahaan Permai Group dengan kedudukan yang tertinggi," sebut Elza.

"Terbukti bahwa uang fee dari PT. DGI senilai Rp. 4.300.000.000,- (empat miliar tiga ratus juta rupiah) adalah diberikan kepada Perusahaan Permai Group bukan kepada pribadi M. Nazaruddin, SE dan faktanya diakui oleh para Saksi yang menerima cek fee tersebut adalah Direktur Keuangan Permai Group yaitu Yulianis dan dibantu oleh Oktarina Furi," demikain Elza.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah