Headlines News :
Home » , , » Benarkah Geng Motor itu Oknum dari Pasukan TNI?

Benarkah Geng Motor itu Oknum dari Pasukan TNI?

Written By Jainal Fatmi on Senin, 16 April 2012 | 19.37

illustrasi
JAKARTA, MP -  Sepekan kemarin, keamanan, kenyamanan dan ketenangan warga Jakarta terancam dengan aksi brutal membabi-buta yang dilakukan oleh gerombolan orang yang mengendarai motor.

Belakangan, muncul pemberitaan di berbagai media, bahwa gerombolan orang ini adalah geng motor. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengingatkan bahwa tidak ada tradisi geng motor di wilayah DKI Jakarta.

Lalu siapakah mereka itu?

Ketua Umum Relawan Perjuangan untuk Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, mengatakan bahwa gerombolan ini sangat terorganisir dan terlatih. Sebab, dalam berbagai aksinya mereka berkonvoi tengah malam dengan menggunakan ratusan kendaraan roda dua, serta mobil. Mereka pun menggunakan tanda pita kuning di lengan, mencoreng wajahnya dengan garis warna putih, dan selain membawa senjata tajam, juga membawa senjata api.

"Gerombolan pria berbadan tegap dan berambut cepak ini dengan sangat leluasa melakukan serangkaian aksi brutalnya di berbagai tempat di Jakarta, sejak tanggal 7 April, 8 April, dan 13 April 2012," kata Masinton .
 
Masinton menilai aksi ini dilakukan oleh orang-orang dengan ciri-ciri berbadan tegap dan berambut cepak. Dan aksi brutal ini dipicu oleh kematian Kelasi (KLS) Arifin, anggota Pangkalan Armada Maritim RI wilayah Barat (Pangarmabar) TNI AL, yang tewas dikeroyok di daerah Kemayoran, pada Sabtu  31 Maret 2012 pukul 02.30 WIB.

Masinton pun menyesalkan Kapolda Metro Jaya, Pangarmabar, dan Pangdam Jaya yang membiarklan serangkaian aksi brutal yang diduga oknum pasukan TNI ini. Padahal kelompok orang ini telah membunuh dua warga sipil, serta puluhan orang lainnya luka-luka karena dibacok dan dianiaya.

"Hingga saat ini sudah seminggu polisi belum berani menangkap pelaku gerombolan pasukan TNI yang telah melakukan pembunuhan dan penganiayaan terhadap warga sipil. Padahal alat bukti seperti rekaman CCTV, keterangan korban maupun warga yang menyaksikan sebagai petunjuk awal sudah sangat jelas dan lengkap," tegas Masinton.

Bila peristiwa kebrutalan gerombolan TNI ini tidak diungkap dan pelakunya tidak segera diseret ke depan hukum, masih kata Masinton, maka kondisi keamanan rakyat Indonesia di bawah pemerintahan SBY-Boediono sesungguhnya sudah berada di titik yang mengkhawatirkan. Rezim SBY-Boediono seperti rezim militeris Orde Baru, dan segala kejahatan TNI terhadap rakyat sipil tidak tersentuh oleh hukum.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah