Headlines News :
Home » , , » Bogor Hadapi Masalah Lingkungan Hidup

Bogor Hadapi Masalah Lingkungan Hidup

Written By Jainal Fatmi on Sabtu, 07 April 2012 | 15.28

Bogor MP. Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) meminta agar Badan Lingkungan Hidup (BLH) dilibatkan dalam kasus kerusakan lingkungan di Kecamatan Gunung Sindur akibat ulah sejumlah penambang galian C tanpa ijin alias bodong.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas ESDM, Kusparmanto kepada wartawan baru-baru ini.

"Karena ini terkait dengan pelanggaran lingkungan maka BLH harus dilibatkan. Sebab ESDM selama ini sudah melakukan tindakan-tindakan sesuai prosedur yang berlaku, diantaranya yakni melakukan penutupan bahkan hingga melakukan penyitaan terhadap peralatan milik para penambang liar terse­but," ungkap Kusparmanto.

Dia rnenegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan ijin galian C di Kecamatan Gunung Sindur tersebut. Se­bab daerah tersebut berdasarkan Perda Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor bukan diperuntukan sebagai kawasan pertambangan.
"Kalau ada perusahaan tambang yang nekat beroperasi itu yang jelas bukan kami yang mengeluarkan ijinnya," tandas Kusparmanto.

Sementara dalam rapat kerja (raker) antara komisi A DPRD dengan jajaran Pokes Bogor, Kejaksaan Negeri Cibinong, Asisten I Bidang Pemerintahan, Dinas ESDM dan Muspika Kecamatan Gunung Sindur, di ruang rapat paripura DPRD Ka­bupaten Bogor, Senin (18/4) lalu disepakati enam pengusaha tambang liar di Kecamatan Gunung Sindur tersebut akan diproses secara hukum.

Sepuluh Titik Rawan Longsor

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor rnenilai, ada sepuluh titik yang masuk zona merah rawan longsor.
Daerah rawan itu yakni Kecamatan Cigudeg, Sukajaya, Pamijahan, Cigombong, Cisarua, Megamendung, Sukamakmur, Sukaraja dan Babakanmadang.

Kasi Logistik BPBD, Budi Aksomo mengaku, terus memantau semua daerah untuk mengantisipasi berbagai bencana. "Daerah rawan long­sor dapat bertambah karena cuaca buruk," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, telah menyebar personel di berbagai daerah agar pemantauan dilakukan dengan cepat. Bahkan, pembagian wilayah diberlakukan, antara lain untuk selatan di Kecamatan Caringin, barat di Keca­matan Leuwiliang, timur di Kecamatan Klapanunggal, dan tengah di Kecamatan Cibinong.

Menurut dia, bantuan untuk para korban bila terjadi bencana masih mencukupi. "Sebanyak 110 anggota TRC telah disiagakan dan siap turun setiap saat," ungkapnya. la pun mengimbau, warga yang tinggal di sekitar tebingan dan pinggir sungai agar lebih berhati-hati. (R/J)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah