Headlines News :
Home » , » Dishut Torut 'Perangi' Perambah Hutan Lindung

Dishut Torut 'Perangi' Perambah Hutan Lindung

Written By Jainal Fatmi on Selasa, 10 April 2012 | 16.06

RANTEPAO-Dinas Kehutanan dan perkebunan Kabupaten Toraja Utara,kembali menyita kayu jenis cempaka (Uru) sebanyak 2,5 kubik yang ditenggarai kayu hasil Ilegal Longging.Penyitaan kayu tersebut  berlangsung Senin kemarin dini hari,yang langsung mengamankan satu unit truk roda empat jenis Toyata,saat ini telah diamankan di kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Toraja Utara.

Menanggapi hal itu,Sekertaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Toraja Utara,Ir Yusuf Gelong,saat dikonfirmasikan oleh Majalah Mitra,sehari setelah dilakukan penyitaan kayu tersebut,membenarkan adanya  penahan kayu jenis cempaka (Uru).Namun sejauh ini menurut mantan staf Departemen Kementrian Kehutanan dan Perkebunan itu,masih dilakukan upaya menyelidikan guna membongkar dan mengetahui siapa pemilik kayu itu.

"Ya saya masih melakukan upaya penyelidikan,sebab ketika kayu itu di gelandang di kantor,hingga saat ini belum diketahui pemiliknya.Walaupun sang sopir sempat diintrogasi oleh petugas Kepolisian Kehutanan,mereka belum dapat memberikan keterangan secara rinci,hingga saat kayu tersebut belum diketahui pemiliknya,"kata Gelong.

Gelong kembali menambahkan,saat ini Dinas Kehutanan menyatakan 'Perang' dengan para perambah kawasan hutan lindung,jika hal ini tidak diperkatat dikwatirkan Toraja Utara sebagai Daerah hulu sungai dan sebagai kantong-kantong air akan berdapak buruk bagi beberapa Kabupaten yang aliran sungainya  airnya tergantung dari Toraja Utara." Ini menjadi tanggungjawab kita bersama,untuk itu kami berharap agar segenap elemen masyarakat dapat berkeja sama dengan pemerintah secara bersama untuk menjaga kelestarian kawasan hutan lindung demi kelangsungan masa depan Toraja Utara,"ucapnya.

Sekertaris Dinas Kehutanan itu,mengenai pengawasan kawasan hutan lindung hal itu mendapat perhatian intensif,untuk itu mereka bersama dengan beberapa staf dan jajarannya terus berupaya menimalisasi terjadi kerusakan kawasan hutan lindung."Di saat bumi mengalami pemananas global akibat lapisan ozon banyak yang bocor,saatnya kita selamatkan hutan kita,sehingga bumi dapat terjaga dari kehancuran,"jelasnya kembali.

Menyinggung beberapa kubik kayu yang telah disita,membuktikan penebangan dan perambahan kawasan hutan masih terjadi,hal ini juga menurut Gelong,keterbatasan tenaga Polisi Kehutanan hingga pengawasan kawasan hutan lindung tidak dapat dilakukan secara maksimal.Namun bukan berarti hal itu akan menyurutkan upayanya untuk terus memburu para perambah itu."Pastinya kita tetap lakukan pengawasan maksimal kendati personil terbatas,"kuncinya.(Gede).
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah