Headlines News :
Home » » Ini Plus Minus UU Pemilu yang Baru

Ini Plus Minus UU Pemilu yang Baru

Written By Jainal Fatmi on Jumat, 20 April 2012 | 19.54

UU PEMILU



JAKARTA, MP - . Dalam Perubahan UU Pemilu, seharusnya tidak hanya terfokus pada penghitungan kursi, alokasi suara , ambang batas atauparliamentary threshold (PT). Sebab pada dasarnya, masih ada hal-hal krusial yang masih perlu diperbaiki dari UU No 10/2008, seperti tentang pengelolaan dan laporan dana kampanye ke KPU yang masih rawan untuk dipermainkan dan diakali oleh para peserta pemilu. 

"Sehingga dengan kondisi seperti ini kita masih pesimis bahawa pemilu tahun 2014 akan berjalan baik dan juga menghasilkan wakil rakyat di DPR, DPRD ataupun DPD dengan kualitas yang baik," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Malaysia .

Tapi, meskipun secara umum UU Pemilu yang baru masih jauh dari harapan, Sagir menghargai DPR karena telah berhasil menelurkan angka 3,5 persen untuk ambang batas parlemen atauparliamentary threshold
 (PT). Angka ini memang sangat merugikan partai-partai kecil.

"Namun ini mesti kita lihat dari sisi positifnya. Dengan PT 3,5 % maka ini dapat dijadikan seleksi alam bagi partai-partai peserta Pemilu, sehingga jumlah partai peserta Pemilu dapat berkurang," tegas Sagir.

Dengan berkurangnya partai peserta Pemilu, lanjut Sagir, maka anggaran yang diperlukan untuk Pemilu akan berkurang, karena jumlah partai yang menerima subsidi telah berkurang. Disamping itu, dengan semakin berkurangnya jumlah partai, maka hal ini akan memperkuat sistem presidensil, dan meminimalisir tarik ulur antar partai.
 

"Dengan begitu pemerintah diharapkan lebih fokus dalam menjalankan roda pemerintahnya dan melakukan pembangunan. Bagi saya, idealnya jumlah partai yang ikut pemilu cukup berjumlah tujuh saja," demikian Sagir
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah