Headlines News :
Home » , » ICW Desak KPK, Periksa Ratu Atut

ICW Desak KPK, Periksa Ratu Atut

Written By Jainal Fatmi on Kamis, 21 Juni 2012 | 20.58

JAKARTA, MP - Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti dugaan penyelewengan dana hibah dan bantuan sosial (bansos) APBD Banten yang sudah dilaporkan sejak tahun 2011 lalu.

Bersama sejumlah LSM yang terdiri dari Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) dan Banten Corruption Watch (BCW), ICW mendatangi KPK dengan membawa serta dokumen penyimpangan alokasi dana tersebut. Didalamnya, tertulis lonjakan alokasi dana hibah dan bansos pada tahun 2010 dan tahun 2011 yang berdekatan dengan pemilihan Gubernur Banten pada Oktober 2011.

"Tahun 2010 dana hibah sebesar Rp 239.270.064.940. Sedangkan untuk tahun 2011 mencapai Rp 340.463.000.000," ujar aktivis ICW, Tama S Langkun, usai bertemu perwakilan dari KPK, di gedung KPK Jakarta (Kamis (21/6).

Tama mengatakan, ICW pernah melakukan riset ke lapangan untuk mengkroscek lembaga penerima dana hibah tersebut pada tahun 2011. Hasilnya, setidaknya sepuluh lembaga penerima dana hibah fiktif. Total anggaran untuk lembaga tersebut mencapai Rp 4,5 miliar.

Dari hasil pemeriksaan BPK RI pada laporan keuangan APBD Banten tahun 2011 terdapat 92 lembaga yang belum mempertanggungjawabkan penggunaan dana hibah senilai total Rp 68,30 miliar.

"Kami minta KPK menindaklanjuti hasil temuan BPK dan memeriksa para penerima dana hibah dan bansos yang terindikasi fiktif," tegasnya.

Sebagai penanggungjawab pemberian bansos dan hibah, kata Tama, Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah harus segera diperiksa KPK
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah