Headlines News :
Home » » Kadis P2B Diminta Tinjau Ulang Jabatan Kasie P2B Kecamatan Tebet

Kadis P2B Diminta Tinjau Ulang Jabatan Kasie P2B Kecamatan Tebet

Written By Jainal Fatmi on Selasa, 19 Juni 2012 | 21.10

JAKARTA, MP - Maraknya bangunan bermasalah di Kecamtan Tebet, Kota Administrasi Jakarta Selatan, membuat gerah Kepala Dinas P2B DKI Jakarta, Putu. Kepada Wartawan Metro Post, Putu berjanji akan menindaklanjuti semua laporan yang disampaikan kalangan masyarakat, mass media maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “kita akan tindaklanjuti.  Apabila laporan atau informasi yang disampaikan memiliki kebenaran, saya akan minta dilakukan tindakan, ungkapnya”.
                Putu mengatakan, bahwa penertiban bangunan bermasalah adalah hak ikat penataan ruang di DKI Jakarta, salah satunya dengan penertiban bangunan bermasalah, terangnya”.
                Sementara itu, Sekjen Lembaga Pamantau Pebangunan dan Masalah Perkotaan (LP2MB), meminta Kadis P2B DKI Jakarta untuk tetap konsisten menata ruang di DKI, sesuai dengan janjinya ketika pertama kali dilantik sebagai Kepala Dinas P2B DKI Jakarta, ungkapnya”.
                Untuk itu, maraknya bangunan bermasalah di wilayah Kecamatan Tebet, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kadis P2B DKI meminta meninjau kembali Jabatan Kepala Seksi P2B kecamatan Tebet. “maraknya bangunan bermasalah di Kecamatan Tebet bisa terjadi karena beberapa hal. Yang pertama, kepala seksinya doyan uang, sehingga menghalalkan segala cara, termasuk membekingi bangunan bermasalah. Yang kedua, tidak memiliki kemampuan dan integritas. Tetapi saya melihat, yang pertama yang paling dominan, yaitu karena uang. Untuk itu, Kadis P2B DKI Jakarta harus meninjau kembali jabatan Kasi P2B Kec. Tebet, jelasnya”.
                Seperti diketahui, hingga saat ini, di wilayah hukum Kecamatan Tebet, bangunan bermasalah marak berdiri. Anehnya, banyak bangunan bermasalah tersebut seperti mendapat pembiaran dari Kasie P2B Kecamatan Tebet. Kuat dugaan, pembiaran yang dilakukan pejabat P2B Kecamatan Tebet terhadap bangunan bermasalah tersebut karena pemilik bangunan sudah memberi “upeti” sehingga bangunannya bebas berdiri tanpa ada tindakan apapun dari pihak P2B Kecamatan Tebet.
                Hasil penulusuran Wartawan Metro Post di wilayah Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, puluhan bangunan yang melanggar ketentuan dibiarkan berdiri tanpa adanya tindakan berarti dari aparat seksi P2B Kecamatan Tebet..
Seperti contoh, satu unit bangunan di Tebet Barat VII No. 14 dengan pemimlik Ny. Sonya Afiainty Rosada dengan izin rumah tinggal 2 lapis, akan tetapi dibangun 3 lantai. Anehnya lagi, papan proyek rumah tersebut tidak dilengkapi nomor Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Diduga, IMB bangunan tersebut bodong.
                Selain itu, satu unit bangunan di Jalan Tebet Timur Dalam dengna izin rumah tinggal, tetapi dibangun menjadi kantor. Selain itu, bangunan tersebut juga melanggar koefisien dasar bangunan (KDB), melanggar jarak bebas kiri-kanan bangunan. Pelaksanaan pembangunan ini sudah pernah mendapat penyegelan, tetapi kenyataannya di lapangan, pekerjaan pembangunan jalan terus.
Satu unit di Jalan Tebet Timur Raya Blok B/37, kelurahan Tebet Timur, dengan pemilik Ir. Lukman Alex dengan No PIMB 00637/P-IMB/S/TBT/2012 tanggal 123-03-2012 izin rumah tinggal 2 lapis, tetapi dalam pelaksanaannya di bangun 4 lapis plus basement, melanggar koefisien dasar bangunan (KDB). Dan melanggar jarak bebas kiri-kanan bangunan. Dan bangunan non rumah tinggal (Alfamart) di jalan Sawo Kecil Rt/w 006/06, kelurahan Bukit Duri Kecamatan Tebet. Hingga hampir selesai, bangunan tersebut tidak memiliki IMB, melanggar KDB dan melanggar jarak bebas kiri-kanan bangunan.(robby)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah