Headlines News :
Home » , » 7 Anggota Dewan Riau Tersangka Baru Kasus PON

7 Anggota Dewan Riau Tersangka Baru Kasus PON

Written By Marmutilia on Minggu, 15 Juli 2012 | 20.57

JAKARTA, MP - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk) menetapkan tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau sebagai tersangka baru kasus Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau. “Surat perintah penyidikan sudah dikeluarkan,” ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, saat jumpa pers di sela lokakarya wartawan di Lokasi Wisata Tanjung Lesung, Banten, dua hari lalu. 

Ketujuh tersangka baru itu adalah Adrian Ali, Abu Bakar Siddik, Tengku Muhaza, Zulfan Heri, Syarief Hidayat, Moh. Roem Zein, dan Turoechsan Assyari. Mereka diduga menerima suap terkait dengan perubahan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang pengikatan dana anggaran kegiatan tahun jamak untuk pembangunan venue PON XVIII Riau. Bambang mengatakan penetapan tersangka baru ini melengkapi para pelaku yang sudah menjalani sidang dan dalam tahap penyidikan.

Kasus ini bermula saat KPK mencokok tujuh anggota Dewan Riau pada 3 April lalu. Saat penangkapan KPK menyita duit Rp 900 juta, yang diduga sebagai uang suap proyek PON. Awalnya KPK menetapkan empat tersangka, yakni M. Faizal Azwan, anggota Dewan Riau dari Partai Golkar; M. Dunir dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa; Eka Darma Putra, Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga; serta Rahmat Syaputra, anggota staf PT Pembangunan Perumahan selaku kontraktor pembangunan lapangan tembak PON Riau.

Penyidikan berkembang. Pada 8 Mei KPK menetapkan dua tersangka lagi, yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas serta Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin. Dengan penetapan tujuh tersangka baru anggota DPRD Riau itu, total tersangka menjadi 13 orang.

Zulkarnaen, juga Wakil Ketua KPK, mengatakan masih banyak pihak yang diduga terlibat. Hanya, lembaganya membutuhkan alat bukti untuk menetapkan sebagai tersangka. “Kami bekerja sesuai dengan alat bukti.”

Dari Pekanbaru, Riau, Ketua Harian Panitia Besar PON Syamsurizal mengatakan sebagian panitia mengaku khawatir penetapan tujuh tersangka baru itu bakal berimbas pada mereka. “Secara psikologis sangat mencemaskan kami,” ujar Syamsurizal, kemarin. Bahkan, dia melanjutkan, salah seorang bendahara panitia mengundurkan diri.

Meski begitu, bekas Bupati Bengkalis itu menenangkan stafnya agar tidak cemas. Dia memberikan pendapat kepada stafnya bahwa kasus itu tidak berhubungan dengan anggaran dan pelaksanaan PON. “Penahanan anggota DPRD itu terkait dengan pihak ketiga yang ingin memuluskan pengajuan dana tambahan PON, dan bukan panitia PON,” ujar dia.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah