Headlines News :
Home » , , » Pelaku 'Bully' Di SMA Seruni Don Bosco Harus Dibuat Kapok

Pelaku 'Bully' Di SMA Seruni Don Bosco Harus Dibuat Kapok

Written By Metro Post News on Selasa, 31 Juli 2012 | 21.57

 JAKARTA -  Penganiayaan kakak kelas kepada adik kelas yang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, harus dibikin kapok. Caranya dengan memberikan hukuman keras.
Polres Jakarta Selatan menetapkan 9 siswa kelas 3 SMA Don Bosco sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan. Mereka diduga melakukan tindak kekerasan terhadap 5 siswa baru dengan cara dipukuli satu per satu. Bahkan, satu di antaranya disundut rokok.


"Harus diproses secara hukum para pelakunya. Penegakan hukum dalam kasus ini diharapkan dapat memberi efek jera kepada siapa saja yang melakukan aksi kekerasan, termasuk bila ada upaya pembiaran," cetus anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/7/2012).

Ia pun mengapresiasi langkah siswa dan orang tua siswa yang melaporkan aksi kekerasan baik fisik maupun psikis ke aparat penegak hukum. Langkah ini harus ditiru oleh siapa saja yang mengalami tindak kekerasan.

"Kepada aparat penegak hukum, kami meminta agar mengusut secara tuntas dan transparan atas dugaan kekerasan, termasuk dugaan pembiaran atas aksi kekerasan yang dialami siswa tersebut," sebut Reni.

Politisi PPP ini sangat menyayangkan aksi kekerasan terhadap siswa itu justru terjadi di Ibukota Jakarta. Peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta semestinya harus lebih ditingkatkan dalam melakukan kontrol dan pembinaan.

"Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus memberikan punishment kepada pihak sekolah yang masih ditemukan aksi kekerasan, tak terkecuali SMA Seruni Don Bosco," saran Reni.

Menurut dia, MOS seharusnya dilakukan tanpa melalui pendekatan kekerasan atau tekanan fisik (bullying) maupun psikis oleh pihak sekolah maupun senior kepada siswa baru. MOS justru harus menjadi ajang peletakan pondasi dasar bagi siswa untuk menapaki jenjang pendidikan berikutnya.

"Penguatan karakter serta mendorong sikap mandiri dan bertanggung jawab siswa tidak bisa dengan pendekatan kekerasan," demikian Reni.(cnt)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah