Headlines News :
Home » , » Petani Kentang Dihimbau Agar Memperhatikan Kelestarian Lingkungan

Petani Kentang Dihimbau Agar Memperhatikan Kelestarian Lingkungan

Written By Marmutilia on Jumat, 06 Juli 2012 | 17.17


Kab.Wonosobo, MP - Target konservasi lahan di kawasan dataran tinggi Wonosobo sepertinya masih jauh dari harapan. Pasalnya, jumlah lahan tanaman kentang saat ini makin bertambah merambah ke wilayah Kecamatan Kalikajar, tepatnya di lereng Gunung Sumbing.
Pengelolaan pertanian kentang itu dinilai tidak menerapkan pola yang sesuai dengan prinsip konservasi. Jika hal itu dibiarkan maka lahan di sekitar Gunung Sumbing terancam rusak. Padahal, program konservasi lahan yang dilakukan Pemkab Wonosobo menginginkan agar petani mau memperbaiki pola pertanian tanaman kentang, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan lahan.
Perluasan lahan tanaman kentang itu berada di Dusun Gunung Malang, Desa Purwojiwo dan Desa Bowongso, Kecamatan Kalikajar. Menurut Kades Bowongso, Mukholiq, lahan tanaman kentang di desanya sekitar 5 hektare yang mulai berproduksi sejak dua tahun lalu. Konsep pertanian yang diterapkan adalah bagi hasil antara pemodal dengan pemilik lahan.
Hasil tanaman kentang di wilayah tersebut cukup baik, tetapi masih kalah dengan wilayah Kecamatan Kejajar. Tanaman kentang itu ditanam di kawasan dataran tinggi di lereng Sumbing dengan harapan hasilnya akan lebih baik.
''Yang tanam baru sepuluh orang, tetapi jika hasilnya membaik dimungkinkan jumlahnya akan bertambah,'' terangnya, Kamis (5/7).
Kades Purwojiwo, Muhammad Sukur mengatakan, lahan tanaman kentang yang berada di Desa Purwojiwo berada di Dusun Gunung Malang dengan luas sekitar 20 hektare. Tanaman kentang mulai masuk ke desa tersebut sejak empat tahun lalu.
Saat ini petani yang tanam kentang sekitar 100 petani. Terkait dengan anggapan bahwa menanam kentang merupakan perusakan lingkungan, dia  mengatakan, pertanian kentang di Desa Purwojiwo tidak termasuk merusak lingkungan.
Pasalnya, pertanian dilakukan dengan sistem berseling yang sudah sesuai dengan prinsip konservasi.
Setelah tanaman kentang panen maka selanjutnya lahan tersebut akan ditanami palawija untuk mengistirahatkan lahan. Selain itu, tanaman kentang ditanam di lahan datar atau nyabuk gunung sehingga aman.
Menanggapi hal tersebut, PPL Dishutbun Kecamatan Kalikajar, Pardiyanto mengatakan, tanaman kentang memerlukan lahan yang gembur agar bisa berbuah. Jika struktur tanah di lereng gunung gembur maka resiko tanah terkikis atau longsor akan bertambah. ''Yang merusak itu bukan tanaman kentang tetapi cara pengelolaan lahannya. Sepanjang pengelolaan lahan sesuai dengan konservasi maka itu tidak menjadi masalah. Petani dihimbau agar memperhatikan kelestarian lingkungan dan tidak hanya mementingkan keuntungan sesaat, melainkan harus melihat jangka panjangnya,'' terangnya.
Karena itu, pihaknya akan melakukan upaya sosialisasi tentang perbaikan lingkungan sehingga petani mengetahui persoalan yang sesungguhnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah