Headlines News :
Home » » Syarat Surat Pengantar RT/RW Dinilai Ribet oleh Warga Jakarta

Syarat Surat Pengantar RT/RW Dinilai Ribet oleh Warga Jakarta

Written By Metro Post News on Selasa, 24 Juli 2012 | 20.47

Jakarta.- | WARGA Jakarta mengeluhkan prosedur untuk masuk daftar pemilih tambahan khusus dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, putaran kedua. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah menyertakan surat pengantar atau surat keterangan RT/RW.

Warga Pisangan Andri Astuti, penyertaan surat malah makin merepotkan, meski ia ingin menggunakan hak politiknya. "Aneh saja. Saya yang belum pernah pindah sejak bayi untuk dapat memilih harus membawa surat pengantar RT atau RW," katanya saat dihubungi, Selasa (24/7).

Warga Jalan Pisangan I, RT: 09/03 No. 27 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, itu pada pemilihan putaran pertama tidak terdaftar dalam DPS (daftar pemilih sementara) maupun DPT (daftar pemilih tetap). Dari tujuh anggota keluarganya, hanya dia yang tak terdaftar.

Surat undangan datang ke TPS juga tidak beraturan, di antara anggota keluarganya. Suaminya menerima, Selasa (10/7) sore, adik dan iparnya dua hari sebelumnya. Tanpa surat undangan, dia tetap mendatangi TPS tempat enam anggota keluarganya terdaftar. Sesuai dugaan, panitia menolak karena namanya tidak tercantum di DPS maupun DPT, meski memiliki KTP DKI Jakarta dan KK.

"Saya ingin memilih. Tapi di sisi lain kok jadi repot begini," kata wanita 35 tahun itu. Pedagang pakaian itu belum memutuskan apakah akan menggunakan hak politiknya dalam pilkada DKI putaran kedua itu. "Kalau ada waktu saya urus (surat pengantar)," katanya. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta membuka pendaftaran pemilih tambahan khusus pada 25 sampai 29 Juli 2012.

Pemilih tambahan khusus adalah penduduk DKI Jakarta yang sudah berusia 17 tahun pada 11 Juli atau sudah pernah kawin. "Tapi namanya belum terdaftar dalam DPT," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Dahliah Umar.

Untuk mengurus, warga datang mendaftar di PPS kelurahan tempat tinggalnya dan membawa foto kopi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan surat pengantar atau surat keterangan dari Ketua RT/RW tempat tinggal.

Menurut Dahliah, perlunya surat pengantar atau keterangan dari Ketua RT/RW untuk mencegah pemilih yang hanya sekadar memiliki KTP DKI Jakarta tetapi tidak berdomisili di DKI Jakarta.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah