Headlines News :
Home » , » Tak Operasi Pasar, Pemprov Jateng Dinilai Tak Peduli Rakyat

Tak Operasi Pasar, Pemprov Jateng Dinilai Tak Peduli Rakyat

Written By Metro Post News on Selasa, 24 Juli 2012 | 20.38

SEMARANG,  - Menjelang Hari Raya Iedul Fitri, harga kebutuhan pokok masyarakat selalu mencekik. Kebutuhan yang tinggi ditambah permainan para spekulan membuat harga naik tak terkendali.
Kalangan DPRD Jateng menyesalkan ketidakpedulian pemerintah provinsi dalam menyikapi kenaikan harga. Seharusnya, pemerintah bisa mengendalikan harga ini dengan operasi pasar (OP). "Tapi anggaran OP tidak dialokasikan baik dalam APBD murni maupun perubahan, kesannya pemprov membiarkan masyarakat dicekik spekulan," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Istajib AS.
Istajib menyontohkan bagaimana Pemprov Jawa Timur care dengan fenomena kenaikan harga jelang Lebaran. Sejak awal kondisi ini sudah diantisipasi dengan mengalokasikan Rp 15 miliar uang APBD untuk OP. Kini masyarakat Jatim bisa beribadah puasa dan menghadapi Lebaran dengan hati riang tanpa ancaman kenaikan harga.
Berkaca dari provinsi sebelah, Istajib meminta pemerintahan Gubernur Bibit Waluyo untuk meniru. "Memang OP tidak mungkin dilakukan pada Lebaran tahun ini, tapi tahun 2013 harus dilakukan. Saya minta dianggarkan Rp 15 miliar untuk operasi pasar ini," katanya.
Dengan OP, menurutnya harga kebutuhan pokok akan mendapat subsidi. Harga yang terjaga ini otomatis akan melawan spekulan-spekulan dan tengkulak tidak berani menaikkan harga. "Kalau tanpa OP ya seperti sekarang, mau gubernur setiap hari meninjau pasar tetap tidak bisa membuat harga stabil," tandas Anggota Komisi B ini.
Soal operasi pasar juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Fraksi PPP Abdul Aziz. Menurutnya anggaran itu bisa diambilkan dari dana  APBD Perubahan 2012 sebesar Rp 90 miliar yang belum diketahui penggunaannya. Dana itu sebelumnya ramai menjadi kontroversi karena muncul tiba-tiba pada Nota Keuangan Perubahan APBD meski tidak pernah ada dalam pembahasan KUPA-PPAS badan anggaran.
Jika alokasi belum jelas, Aziz mengusulkan agar Rp 90 miliar itu digunakan untuk operasi pasar.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah