Headlines News :
Home » » Ada ‘tarif’ setiap pengambilan SK

Ada ‘tarif’ setiap pengambilan SK

Written By Metropost on Minggu, 05 Agustus 2012 | 21.35


Jakarta,MP-“Maka, apabila kamu memberi sedekah, berilah dengan diam-diam. Tangan kirimu tidak perlu tahu apa yang dilakukan oleh tangan kananmu. Lakukanlah yang terbaik tanpa diketahui orang lain” inilah salah satu perkataan orang bijak disaat kita hendak memberi atau beramal kepada orang lain dengan penuh keikhlasan tanpa disuruh maupun diberitahu.
Lainhalnya yang dilakukan oleh seorang pejabat di lingkungan Kantor Pertanahan Jakarta Utara, yang dengan beraninya memohon bantuan berupa materi (uang) kepada setiap pemohon maupun para staf notaris yang ingin mengambil SK. Uang tersebut agar diberikan kepada pegawai honor yang ada di Tata Usaha.
Saat saya hendak mengambil SK, maka berkasnya akan diperikasa oleh seorang Kepala Urusan (Kaur) atau Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha untuk diperiksa dan di pataf oleh para pejabat tersebut. Saat menunggu, biasanya pemohon akan berhadapan langsung dengan pejabat tersebut dan disaat itulah pejabat itu mengungkapkannya.
“Ketika hendak mengambil SK, saya menunggu berkas tersebut diperiksa dan di paraf oleh Kaur, saya duduk dihadapannya disaat itulah Kaur memohon kepada saya untuk memberikan sesuatu berupa materi kepada pegawai honorer. “nanti tolonglah dibantu teman-teman saya yang honor” katanya, demikian ungkap salah seorang kuasa pemohon baru-baru ini di Kantor Pertanahan Jaklarta Utara.
Bahkan menurut sumber di lapangan mengungkapkan bahwa, pejabat tersebut bukan hanya memohon alakadarnya kepada setiap pemohon atau staf notaries yang akan mengambil SK, namun sudah berani memasang tarif bila SK yang diambil lebih dari 2 atau tariff akan diberlakukan apabila dia melihat luas tanahnya hingga ribuan meter.
Kami sadar dengan apa yang mereka kerjakan, tapi tapi tidak mesti harus di omong. Setiap kami mengambil SK, pasti kami akan memberi dan itu sudah kami lakukan sejak lama bahkan Kaur-kaur sebelumnya ungkap sumber tersebut. 
Saat di konfirmasi Kepala Urusan (Kaur)Tata Usaha Kantor Pertanahan Jakarta Utara, Sugiatmo menampik kalau ada ketentuan untuk member saat seorang pemohon maupun staf notaris hendak mengambil SK. Namun dia mengakui pernah mengatakan berupa permohonan kepada salah seorang kuasa pemohon agar memberikan sesuatu berupa materi dengan alasan ‘membantu teman-teman saya’ yaitu pegawai honorer.      
Apa yang dilakukan pejabat tersebut jelas-jelas telah melanggar UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, diamana dalam salah satu pasalnya yang mengatakan bahwa seorang pegawai negeri atau penyelenggara negara dilarang menerima TIP, Pelicin maupun Sogokan bahkan seorang pegawai negeri atau penyelenggara Negara dilarang menerima tanda terima kasih berupa Vaucher, barang dan lain-lain. Ar’S

Posted by Picasa
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah