Headlines News :
Home » , » Harga Daging Dikendalikan oleh Mafia

Harga Daging Dikendalikan oleh Mafia

Written By Metro Post News on Selasa, 14 Agustus 2012 | 21.06


JAKARTA--Ketua DPR Marzuki Alie mengungkap, masyarakat Indonesia terancam kekurangan Gizi. Hal ini dikatakan karena masyarakat tidak mampu membeli daging karena harganya yang sudah tidak masuk akal.
Marzuki menegaskan, perdagangan daging di Indonesia sudah sejak lama dikendalikan oleh mafia yang mengambil keuntungan berlebihan, tapi menyusahkan rakyat. Masuknya daging illegal, tegasnya,  sebagai bukti perdagangan daging sangat menggiurkan.
Marzuki Alie selaku Presiden AIPA saat berkunjung ke India memenuhi undangan Ketua Parlemen India Lok Sabha, mendapatkan keluhan dari eksportir daging India yang tidak pernah berhasil masuk ke Indonesia, padahal sudah ekspor ke Malaysia dan sebagiannya masuk ke Indonesia melalui Batam.
"Harga daging di India sangat murah, hanya sekitar Rp.20 ribu per kg dikonversi dari uang rupee. Alasan penyakit mulut dan kaki itu adalah alasan yang dicari-cari, karena kejadian itu sudah lama sekali. Saat ini Pemerintah India  menjamin bahwa daging yang berasal dari India sehat untuk dikonsumsi," kata Marzuki melalui rilisnya kepada Tribun, Selasa (14/8/2012).
Marzuki kemudian meminta Mentan untuk membuka ruang yang lebih besar bagi importir agar masyarakat tidak dirugikan karena mafia impor yang beralasan membela kepentingan rakyat demi untuk mendapatkan hak oligopoli yang mendapatkan keuntungan besar.
Bila perlu, saran Marzuki, Mentan berkunjung ke India agar untuk meyakini, penyakit mulut dan kaki itu hanya issue yang sudah tidak bisa dipertanggung jawabkan lagi.
"Berpikirlah untuk kepentingan rakyat. Kalau rakyat sudah didzolimi, saatnya nanti hukum Allah SWT yang berlaku karena rakyat memang tidak kuasa untuk melawan kekuasaan," tandas Marzuki Alie. (TR)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah