Headlines News :
Home » » Oknum Provost SPN Batua Diduga Alihkan Dana Mesjid, Warga Mengeluh

Oknum Provost SPN Batua Diduga Alihkan Dana Mesjid, Warga Mengeluh

Written By Metropost on Rabu, 08 Agustus 2012 | 18.24


JENEPONTO, MP  oknum provost yang bertugas di kesatuan Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Makassar, diduga mengalihkn dana pembangunan mesjid untuk gadai sawah di Desa Bungungloe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Bripka Sumarling dianggap sejumlah warga terlalu mencampuri urusan yang ada didesa bungungloe, Utamanya terkait kepanitiaan Mesjid Nurul Hidayah yang diambil alih tanpa melalui musyawarah dari tokoh masyarakat atau tokoh agama yang ada di Dusun Lianga, Desa Bungungloe.
sikap dan prilaku Sumarling ini dikeluhkan sebahagian warga desa Bungungloe, khususnya yang bermukim di dusun lianga. Sumarling juga diduga menggunakan profesinya sebagai seorang  Polisi sehingga seenaknya mengambil alih kepanitiaan Mesjid Nurul Hidayah.
Kronologisnya, Tahun 2009 silam, saat menjelang bulan ramadhan, Bripka Sumarling mengambil alih kepanitiaan Mesjid Nurul Hidayah dari pengurus lama, pada hal dia sebenarnya mempunyai tugas pokok dan fungsi yang lebih penting dibandingkan mencampuri kepanitiaan Mesjid di kampung halamannya.
  Salah seorang aparat desa yang tidak mau diketahui idetitasnya kepada MP, mengungkapkan keluhannya ini, atas sikap dan prilaku Sumarling selama dia mengambil alih kepanitiaan Mesjid Nurul Hidayah Lianga. Dia mengakui, Bripka Sumarling mengambil alih dari kepanitiaan lama yang terbentuk sebelumnya, yang di Ketuai Arifuddin Pattah, S.Ag, Sekretaris, Massalissi, Bendahara, H. Baso Se’re.ucapnya  aparat ,dengan nada kesal.
Semenjak diambil alih oleh Bripka Sumarling, pengurus lama tidak difungsikan lagi dalam hal urusan pembangunan Mesjid dan dana batuan yang jumlahnya Rp.56 juta yang diambil alih dari bendahara, itupun tidak melalui musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat. Warga pun semakin prihatin disebabkan keseharian Bripka Sumarling  bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar, sehingga pembangunan Mesjid agak terbengkalai karena Bripka Sumarling lebih banyak di Makassar dan jarang pulang kampung.
Warga menduga, kalau dana itu dipakai untuk gadai sawah, untuk itu warga menuntut supaya dana itu dikembalikan sehingga bisa dipergunakan untuk pembangunan Mesjid Nurul Hidayah. Aparat desa juga mengakui, telah melaporkan Bripka Sumarling ke Mabes Polri dan Polda Sulselbar. Menurut informasi dari seseorang yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, kalau Bripka Sumarling sudah dipanggil atasannya untuk dimintai keterangan terkait masalah ini. bahkan, kedua orang tuanya pun ikut dipanggil.
         Bripka Sumarling yang dikonfirmasi MP, Kamis (28/6), melalui telepon selularnya, enggan memberikan komentar dengan alasan ingin bertemu langsung karena menurutnya, bicara lewat telepon, orangnya tidak dilihat dan bisa saja mengaku wartawan padahal bukan wartawan. Walaupun wartawan MP, menjelaskan kalau konfirmasi lewat telepon biasa dilakukan seorang wartawan, namun Bripka Sumarling tetap tidak mau berkomentar banyak terkait posisinya sebagai panitia Mesjid Nurul Hidayah,Dusun Lianga, Desa Bungungloe, Kecamatan Turatea.
“Kroscheek saja di Lapangan dan ketemu pemegang administrasi di Kampung itu, tanpa saya memberikan keterangan, pasti bapak akan tahu apa yang terjadi sebenarnya dan fakta-faktanya bagaimana. Saya tidak mau terlalu jauh ikut campur dalam masalah ini, karena sebenarnya saya melakukan seperti ini niatnya karena allah. Namanya kita tegakkan kebenaran, kita tidak perlu takut sama siapa-siapa dan yang perlu kita takuti Cuma satu yaitu allah SWT,” tegas Bripka Sumarling.
Lanjut Bripka Sumarling, menurutnya persoalan ini sudah masuk di ranah-ranah politik, sedangkan dia tidak bisa berpolitik karena seorang polisi yang harus bersikap netral, “Saya ini seorang polisi, untuk itu saya tidak mau Dinasku di Kepolisian dihubung-hubungkan dalam masalah ini. Makanya, saya sudah mengambil sikap karena yang akan diberitakan ini menyangkut urusan-urusan dunia dan akhirat, kalau memang mau data, kroscheek saja di Kampung,” kilah Sumarling.
Hingga berita ini di turunkan, salah seorang tokoh masyarakat yang menurut warga, ada di pihak Sumarling, ketika hendak di konfirmasi dia tidak berada di rumahnya. Wargapun tidak mengetahui kemana perginya.( Zl  007)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah