Headlines News :
Home » , » PNS DKI Dilarang Bolos Seusai Libur Lebaran

PNS DKI Dilarang Bolos Seusai Libur Lebaran

Written By Metropost on Rabu, 22 Agustus 2012 | 00.33

JAKARTA, MP -  Badan Kepegawaian Daerah (BPD) me-warning pegawai negeri negeri (PNS) DKI untuk tidak bolos usai libur Lebaran. Jika tetap mangkir, sanksi tegas bakal diberikan.

Saat ini pegawai pemda  telah men­dapatkan libur selama lima hari, yaitu dari 18 hingga 22 Agus­tus. Setelah itu, PNS di­imbau tidak mengambil cuti tam­bahan di luar masa cuti yang telah ditetapkan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Bu­dhiastuti mengatakan, larangan itu dimaksudkan agar pelayanan publik tetap berjalan semestinya. “Diimbau agar PNS tidak me­ngambil cuti sebagai terusan libur Lebaran ini. Jadi pelayanan ke­pada masyarakat tidak terham­bat,” ujar  Budhi.

Ditegaskannya, meski banyak PNS yang masih memiliki jatah cuti tahunan, namun instruksi Sekda DKI meminta PNS tidak mengambil cuti tambahan untuk meneruskan cuti Lebaran. Sebab, Pemprov DKI menginginkan pelayanan publik kepada warga Jakarta tetap berjalan baik selama libur dan pasca libur Lebaran.

“Kami tidak ingin cutinya ter­lalu banyak karena akan meng­ham­bat pelayanan publik. PNS adalah abdi rakyat. Mereka telah mendapatkan libur selama lima hari, maka itu sudah cukup ber­silah­turahmi dengan para kerabat atau mudik,” tegasnya.

Budhi mengatakan, untuk me­lihat tingkat kepatuhan PNS DKI terhadap aturan yang ditetapkan, BKD DKI akan melakukan in­speksi ke unit-unit di lapangan pada hari pertama masuk kerja.
“Langkah inspeksi hari perta­ma telah diberitahukan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pem­prov DKI melalui surat edaran res­­mi,” ungkapnya.

Menurut Sekretaris Daerah (Sek­da) Provinsi DKI Jakarta, Fad­jar Panjaitan imbauan terse­but bertujuan agar pelayanan ma­syarakat berjalan lancar usai libur Lebaran.
“Namun imbauan tersebut di­kecualikan bagi PNS yang mem­punyai alasan kuat dan bukan karena ingin sekedar berlibur,” katanya.

Pria berkulit putih ini meng­ungkapkan, pihaknya tidak serta merta langsung menolak permo­honan cuti terusan yang diajukan pegawai usai libur Lebaran. Na­mun, Pemprov DKI akan melihat terlebih dahulu kepentingannya.

“Jika berkaitan kesehatan dan memerlukan perawatan yang pan­jang, Pemprov DKI akan me­ng­izinkan permohonan cuti ter­sebut. Penerapan tergantung ke­bi­jakan pimpinan SKPD  masing-masing, jika alasan kesehatan bisa saja diberikan,” jelasnya.

Mengenai sanksi, Sekda akan memberikan saksi kepegawaian kepada PNS yang masih mangkir dan sengaja memperpanjang cuti. Seperti, pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), juga akan diberikan teguran atau peringatan tertulis. Surat teguran tersebut akan berdampak dalam pengem­bangan karirnya.

“Saya menegaskan, jatah cuti yang masih dimiliki oleh PNS hendaknya diambil setelah Leba­ran dan tidak berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Cuti adalah hak pegawai. Kita bukan melarang pegawai untuk cuti, tetapi hanya ditunda dan tidak diambil langsung setelah Lebaran ini,” tukasnya.

Ketua Komisi A bidang kepe­ga­waian DPRD DKI Jakarta, Ida Mah­mudah mendesak kepada Pem­da DKI Jakarta untuk tegas me­nangani pegawai pemda yang bolos kerja. Menurut dia, Pemda DKI Jakarta selama ini terkesan lembek terhadap para pegawai­nya apalagi mengenai sanksi yang diberikan.

“Coba bayangkan kalau bolos 1 hari hanya dipotong Rp 125 ribu. Dia (pegawai) pikir kalau bolos 4 hari ya paling 500 ribu lah, angka segitu masih terlalu kecil untuk sanksi bagi pegawai yang yang bolos,” ujar Ida kepada wartawan, kemarin.

Sanksi yang ringan, dikatakan Ida, tidak membuat efek jera bagi PNS yang bolos kerja. Sebalik­nya, Ida menyarankan, kepada Pemprov DKI  lebih tegas lagi dalam mem­berikan sanksi kalau bisa sanksinya pe­nundaan kenaikan pangkat.

“Supaya jera, pertama orang yang sudah tahu aturan dan tidak mentaati, harusnya ditunda ke­naikan golongannya. Kan PNS  itu paling takut kalau kenaikan go­longannya  lama. Anca­man seperti ini perlu supaya ada shok terapi,”  anjurnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah