Headlines News :
Home » , » Polisi Sita 2,6 Ton Ganja di Bakauheni

Polisi Sita 2,6 Ton Ganja di Bakauheni

Written By Metropost on Sabtu, 25 Agustus 2012 | 17.45

BAKAUHENI - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Seaport Interdiction berhasil menyita sebanyak 2,613 ton ganja kering berasal dari Provinsi Aceh tujuan Cianjur, Jawa Barat, yang diselundupkan melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

"Penangkapan berlangsung pada Senin (20/8) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB di titik pemeriksaan pintu masuk pelabuhan," ungkap Kapolres Lampung Selatan, AKBP Tatar Nugroho, mendampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Brigjen Pol. Jodie Rooseto, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Lampung Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan, barang tersebut diangkut menggunakan kendaraan truk Colt Diesel B 4548 DB yang dikemas dalam 60 karung sebanyak 2.619 paket yang ditutupi oleh buah alpukat untuk mengelabuhi petugas di seaport interdiction.

Bersamaan itu, polisi juga menangkap dua orang tersangka sebagai kurir sekaligus pengemudi truk tersebut, yakni Bustami alias Ucok (49) yang warga Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Bieureun, Provinsi Aceh, dan Munardi (35) yang warga Kota Mamplam, juga di Kabupaten Bieureun.

"Barang tersebut rencananya akan dibawa menyeberang ke Merak Banten, kemudian dibawa ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan mereka memanfaatkan arus mudik Idul Fitri agar bisa lolos menyeberang," jelasnya.

Menurut keterangan para kurir itu, kata Tatar, pengiriman barang itu merupakan perintah dari Sahrul yang saat ini masih dalam daftar pecarian orang (DPO) karena pada pengejaran langsung usai penangkapan itu petugas belum berhasil menangkapnya karena informasinya telah bocor lebih dulu.

Para kurir, lanjut dia, yang mengirim barang senilai Rp5 miliar itu hanya mendapatkan upah sebesar Rp3 juta dari pengirim itu jika sampai tempat tujuan di Jawa Barat.

Kapolres Lampung Selatan mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang mengembangkan kasus ini dengan menempuh berbagai langkah, yakni berkordinasi dengan Polda Lampung, Markas Besar Kepolisian Negara RI (Mabes Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara itu, para pelaku yang tertangkap itu terancam dengan Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 yakni Pasal 111 ayat 2, dengan ancaman pidana seumur hidup dan denda maksimum Rp15 miliar. Selanjutnya Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman pidana pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda Rp17 miliar..

Selain itu, mereka dapat dikenai pula Pasal 115 ayat 2 dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda Rp15 miliar. Pasal 132 ayat 2 dengan ancaman pidana seumur hidup, paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp15 miliar.



Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah