Headlines News :
Home » , » Sortir Tembakau, Petani Merugi

Sortir Tembakau, Petani Merugi

Written By Marmutilia on Sabtu, 01 September 2012 | 01.16


Kab. WONOSOBO - Petani tembakau di Wonosobo berharap perusahaan rokok yang membeli tembakau tidak menyortir dan membedakan kualitas. Pasalnya, dalam sepekan ini tembakau toalo atau tembakau kelas dua khas Wonosobo ditolak tengkulak atau cukong perwakilan perusahaan rokok. Selain itu, mulai ada diskrimasi pembedaan antara tembakau petani Wonosobo dan Temanggung.

Ketua Paguyuban Petani Tembakau Toalo Wonosobo Mustangin mengatakan, akhir-akhir petani tembakau Wonosobo resah karena tembakau lokal ditolak. Selain itu, banyak tembakau yang disortir secara berlebihan dikhawatirkan dan merugikan para petani. "Kami resah dengan adanya kebijakan baru tembakau kami yang tak laku dijual. Kami melayangkan surat ke cukong perwakilan pabrik unruk menaikkan harga ke standar umum," katanya.

Untuk memperjuangkan hal itu, imbuhnya, pihaknya bersama petani tembakau toalo dalam pekan ini membentuk paguyuban. Para petani berharap harga stabil bisa diimbangi dengan peningkatan permintaan. Berapapun permintaan tembakau kering dan basah dari para petani dipastikan terpenuhi.
Dijelaskannya, selain harga tembakau yang stabil diharapkan para perusahaan tidak menyortir tembakau yang akan dibeli. Permintaan tembakau ditengah situasi harga anjlok seperti ini membuat petani sangat terpukul.

Pada prinsipnya berapapun jumlah yang diminta perusahaan tidak ada masalah karena selama ini petani masih bisa menyediakan. Dia mengaku yang jelas secara kualitas masih dapat dibandingkan dengan daerah lain dan selama ini tembakau Wonosobo kualitas baik. "Kami mengimbau kepada petani untuk tidak mengolah tembakau secara nakal," katanya.

Hal itu, menurut Mustangin, karena masih ada beberapa petani yang main mata dengan perusahaan sehingga petani lain tergencet. Yang dia khawatirkan kalau pihak perusahaan menyortir hasil panen menjadi beberapa bagian. Hal itu akan mengurangi penghasilan para petani tembakau yang sudah menanggung operasional dan perawatan.

Mukidi salah seorang petani tembakau di Kertek mengatakan, kalau harganya anjlok kemungkinan adanya penyortiran tetap ada. Pihak tengkulak akan menyortir daun tembakau yang akan dibeli habis-habisan jika harganya sedang memburuk. Menurutnya, jika harganya sedang murah para tengkulak mau membeli jenis apapun. Namun tetap memilah jika memang tidak layak diproduksi biasanya tidak mau membeli. dia juga berharap harga pulih dan membaik.

Pada saat harga sedang stabil atau anjlok seperti bulan sebelumnya, perusahaan banyak yang masuk ke Wonosobo dan membeli tembakau para petani. Hanya saja, sebagian dari mereka hanya mau mengambil jenis tembakau yang kering saja. Namun, jika harga tembakau sedang membaik, semua jenis tembakau baik kering dan basah tetap dibeli. Para tengkulak juga mau membeli tembakau kelas A yang tergolong jenis tembakau kasar.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah