Headlines News :
Home » , » Penyelundupan Rotan Digagalkan Bea Cukai

Penyelundupan Rotan Digagalkan Bea Cukai

Written By Marmutilia on Kamis, 18 Oktober 2012 | 17.12



JAKARTA, MP - Pada beberapa waktu lalu, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPUBC) Tipe A Tanjung Prok menggagalkan upaya penyelundupan ekspor rotan asalan dan setengah jadi senilai 17 kontainer berukuran 40 kaki bernilai Rp2,55 miliar.

"Nilai rotan yang akan dikirim berkisar Rp2,55 miliar," kata Humas Direktorat Jenderal Bea Cukai, Martediansyah, di Jakarta (18/10).

"KPUBC Tanjung Priok berencana merilis penegahan ekspor barang yang dilarang tersebut secara rinci pada Kamis siang," tambah Martediansyah.

Berdasarkan informasi, para pelaku diduga mengurus ekspor rotan asalan dan setengah jadi dengan mengajukan 10 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebanyak 17 kontainer ukuran 40 kaki yang terindikasi melanggar kepabeanan dengan negara tujuan pengiriman ke Singapura, China, Filipina, Thailand, India dan Jerman.

Pelaku menjalankan modus menggunakan perusahaan milik orang lain sebagai eksportir, yakni PT SJS, PT WIE, CV KS, PT PPA dan PT KID.

Pada manifes PEB, pelaku juga memalsukan nama jenis barang yang akan dikirim berupa Plastic Furniture, Plastic Scrap, Baby Crib White dan Baby Crip Natural, Viscose Yarn (benang), Vinyl Examination Glove Powder Free, Paper Core dan Mug Set.

Selanjutnya, petugas KPUBC Tanjung Priok memeriksa barang menggunakan alat "HiCo Scan Container" dan memeriksa fisik barang secara mendalam, kemudian diketahui jenis barang terdapat dalam kontainer berupa rotan asalan dan setengah jadi.

Hasil penelitian sementara, petugas KPUBC Tajung Priok menduga PT PPA tidak pernah melakukan kegiatan eksportasi komoditi rotan tersebut sehingga perusahaan tersebut terindikasi digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengirim barang yang dilarang untuk diekspor.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah