Headlines News :
Home » , , » Sarpras Pendidikan di Kab.Morowali Masih Minim

Sarpras Pendidikan di Kab.Morowali Masih Minim

Written By Metropost on Minggu, 21 Oktober 2012 | 15.30


MOROWALI,MP - Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Morowali sepertinya berjalan lambat dan masih jauh dari harapan, banyaknya Gedung sekolah serta Mobiler,yang masih kurang dan Rusak Parah. kondisi seperti sangat butuh perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Morowali.
Di SDN 1 Bunta misalnya, Ruang Kegiatan Belajar (RKB) sangat minim. Hanya ada 4 RKB yang layak digunakan untuk siswa. Sedangkan sisanya perpustakaan sekolah pun “disulap” menjadi ruang kelas, hanya tripleks yang menjadi pemisah antara kelas 1 dan 2 itu.
Sebenarnya disekolah itu, masih ada ruangan yang kosong. Ada 3 RKB,hanya saja kondisinya sangat memiluhkan dan sudah tidak layak lagi digunakan. Atap-atap,plafon sudah bocor, dinding kelasnya pun sudah rusak parah sangat membahayakan nyawa anak-anak sekolah bila masih digunakan.
Demi mengejar jam efektif sekolah, beberapa bulan lalu ruangan itu masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar, hanya saja mendapat teguran dari KUPT dinas Pendidikan Daerah bahwa ruangan itu seperti “kandang kambing” yang tak layak dan sangat membahayakan keselamatan anak didik.
“KUPT  memang bilang bongkar saja demi keselamatan anak-anak tapi karena keperluan sekolah untuk mengejar jam efektif sekolah terpaksa masih kami gunakan beberapa bulan lalu”, terang Kepala SDN 1 Bunta, R. Nggaluku belum lama ini.
Janji mendapatkan bantuan dari dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali pun sudah diterima pihak sekolah, hal itu dikuatkan dengan dipanggilnya Kepala Sekolah menghadiri Sosisalisasi beberapa waktu lalu.
“ Kami para kepala sekolah yang akan mendapatkan bantuan DAK untuk pembangunan RKB Baru sudah diundang untuk sosialisasi oleh dinas terkait beberapa waktu lalu, katanya kami yang diundang sudah pasti mendapakan bantuan itu”, tambahnya.
Namun hingga hari ini, nama-nama sekolah yang akan menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) belum juga dirilis dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali dengan alasan masih memilah-milih sekolah yang menerima dana Block grant dengan penerima DAK agar tidak terjadi tumpang tindih. Itu artinya,janji dinas terkait akan kepastian sekolah penerima yang digembor-gemborkan kepala sekolah yang mengikuti sosialisasi masih belum pasti menerima bantuan DAK 2012.
Sementara di SDN 2 Bunta, juga kondisinya sangat memprihatinkan, 3 RKB berbuat dari papan, beratap daun rumbiah dan lantainya pun masih beralas tanah, hanya gambar upin dan ipin serta tokoh kartun anak-anak lainnya didinding luar bangunan itu yang membuatnya nampak indah dipandang mata, bangunan itu sendiri adalah hasil dari swadaya masyarakat setempat agar anak-anak mereka bisa mengenyam bangku pendidikan di desa yang memiliki kultur budaya dan agama yang beragam itu.
Meski bangunan-bangunan itu tak kokoh lagi, namun Ia adalah saksi bisu segelintir potret buram pendidikan ditanah Morowali ini yang hingga kini masih ada dan tak dilirik oleh pemerintah daerah.(A.BASO HERY.S )
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah