Headlines News :
Home » , » Diduga Cemari Lingkungan, Puluhan Nelayan Tambak Datangi PT.Genba Multi Mineral

Diduga Cemari Lingkungan, Puluhan Nelayan Tambak Datangi PT.Genba Multi Mineral

Written By Jainal Fatmi on Jumat, 15 Februari 2013 | 20.33


MOROWALI, MP - Puluhan nelayan dan petani tambak desa solonsa kecamatan wita ponda, morowali, sulawesi tengah ( 31/1/2013) protes aktifitas perusahaan tambang, PT.Genba Multi Mineral, karena di duga terjadi pencemaran lingkungan di lokasi tambak sehingga mengakibatkan bibit udang dan ikan tidak bisa berkembang serta penghasilan para nelayan dan usaha tambak merosot.

Warga kemudian mendatangi perusahaan tambang untuk minta ganti rugi terkait dugaan pencemaran yang di lakukan oleh perusahaan.

Dampak buruk yang di rasakan oleh warga usaha tambak sudah berjalan selama satu tahun terakhir, warga keluhkan warna air di dalam kolam tambak sudah berwarna merah tidak seperti biasanya sehingga ribuan bibit udang dan ikan tidak bisa berkembang.

Karena kecewa warga juga sempat menutup akses jalan tambang namun tidak mempengaruhi aktifitas tambang tetap berjalan dengan lancar.

Sebelumnya warga mendatangi camp perusahaan PT.Genba Multi Mineral yang di fasilitasi oleh pemerintah setempat guna menuntut pihak perusahaan untuk minta ganti rugi, polisi dan TNI dengan bersenjata lengkap tengah berjaga-jaga di sekitar camp perusahaan untuk antisipasi gerakan tambahan yang di lakukan oleh warga.

Menurut camat petasia timur, Andi Perenrengi menyatakan pihak perusahaan akan menguji ke laboratorium jika perusahaan tersebut mencemari lingkungan areal tambak  yang di sebabkan oleh limbah dari pengolahan pt.genba multi mineral.

Warga pun mengancam jika pihak perusahaan tidak mengganti rugi lahan mereka maka warga akan bertindak untuk hentikan aktifitas tambang hingga tuntutan mereka terpenuhi.(A.Baso)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah